Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Di antara syarat-syarat taubat atas pelanggaran terhadap makhluk adalah menunaikan hak-hak mereka. Apabila berupa harta, maka wajib dikembalikan. Apabila bukan berupa harta, maka ia wajib meminta kerelaannya jika ada kemungkinan dimaafkan. Namun, sekiranya hal itu menimbulkan dampak negatif, maka sebaiknya ia berbuat baik kepadanya sebisa mungkin dan berdoa untuknya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad […]


Jika realitasnya seperti yang Anda sebutkan bahwa orang tersebut telah bertaubat dari kemunafikan dan pencurian, dan ia telah meminta maaf kepada orang-orang dan menyesal atas keburukan yang pernah dilakukan, maka Allah menerima taubatnya dan mengganti maksiat tersebut dengan kebaikan sebagai karunia dan kebaikan Allah. Allah Ta’ala berfirman, قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لاَ […]


Pertama, kaum muslimin telah berijma bahwa tindakan sodomi termasuk dosa besar yang telah Allah haramkan dalam Al-Quran. Allah Ta’ala berfirman, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ (165) وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,(165) dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu […]


Yang Anda lakukan terhadap gadis itu adalah perbuatan mungkar dan pengkhianatan terhadap keluarganya. Anda harus bertaubat, meminta ampun, dan berbuat baik kepadanya. Kami menyarankan Anda untuk menjauhi sumber-sumber dan sarana-sarana fitnah. Kami berharap kepada Allah untuk menutupi dosa Anda di akhirat, sama seperti Allah menutupinya di dunia. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi […]


Apabila ada seseorang yang melakukan perbuatan zina lalu bertobat namun tidak konsisten terhadap taubatnya dan kembali melakukan zina, dan setelah menikah ia tidak ingin mengulangi perbuatan zina seperti yang pernah dilakukannya dulu, maka taubatnya diterima jika memenuhi syarat. Syarat bertaubat dari pelanggaran hak-hak Allah ada tiga: mengakui perbuatan dosa, menyesal telah melakukannya dengan tujuan mengagungkan […]


Taubat berlaku untuk dosa besar dan dosa kecil, termasuk syirik, kafir, dan menghilangkan nyawa orang lain secara tidak benar (bukan yang dibolehkan syariat). Allah Ta’ala berfirman, قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka […]


Pertama, berhenti dan berupaya melepaskan diri dari kezaliman terhadap orang lain adalah wajib dan tidak perlu dikaitkan dengan keinginan untuk menunaikan haji maupun ibadah lainnya. Hal ini harus dilaksanakan dengan segera. Kedua, apabila realitasnya seperti yang Anda sebutkan bahwa Anda telah mengharamkan uang tersebut sama seperti keharaman menikah dengan ibu Anda sedangkan orang yang diberi […]


Apabila realitasnya seperti yang Anda sebuatkan, maka Anda telah berbohong. Anda wajib meminta ampun dan bertobat kepada Allah, karena taat kepada pemerintah dalam kasus Anda hukumnya wajib. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Menurut pendapat terkuat ulama, meninggalkan shalat dengan sengaja merupakan kekafiran terbesar yang dapat membuat pelakunya murtad dari agama Islam. Orang yang meninggalkan salat dan bertobat tidak diwajibkan mengqadha salat yang ditinggalkannya. Ia juga tidak wajib mengganti puasa Ramadhan yang tidak ditunaikannya. Ia tidak wajib membayar kafarat atas maksiat yang dilakukan dalam kondisi itu. Dia hanya […]


Ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar tobat dari perbuatan maksiat diterima oleh Allah: 1. Mengakui dosa. 2. Menyesali perbuatan. 3. Bertekad untuk tidak mengulanginya di kemudian hari. Apabila tobat itu terkait pelanggaran terhadap hak orang lain, maka ada syarat keempat yaitu meminta keikhlasan pemilik hak tersebut jika merasa sulit untuk mengembalikannya. Namun, pengembalian itu […]


Apabila dia telah benar-benar bertaubat atas dosanya dengan niat tulus dan sungguh-sungguh menyesal, namun kemudian setan berhasil menggodanya dan dia kalah dalam menahan nafsu yang mendorongnya kepada keburukan sehingga membuatnya jatuh ke dalam dosa yang sama dua kali, tiga kali, dan seterusnya, maka dosa yang dulu sebelum dia bertobat sungguh-sungguh itu tidak kembali. Dia wajib […]


Pada prinsipnya, hukum yang terkait dengan hak-hak antarmanusia sangat tergantung dengan komunikasi pihak-pihak yang bersengketa. Taubat saja tidak cukup untuk mengampuni kezaliman itu, harus disertai dengan pengembalian kepada para pemiliknya atau meminta keikhlasan mereka. Apabila seseorang telah bertaubat kepada Allah dengan tulus atas pelanggaran terhadap hak-hak orang lain, sementara dia tidak mampu mengembalikannya karena kefakiran […]