Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Seorang muslim tidak boleh menghajikan orang lain kecuali jika dia telah menunaikan haji untuk dirinya terlebih dahulu. Sebab, Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam pernah berkata kepada laki-laki yang didengarnya sedang bertalbiyah untuk orang lain yang bernama Syubrumah, حج عن نفسك ثم حج عن شبرمة “Tunaikanlah haji untuk dirimu sendiri, baru kemudian untuk Syubrumah.” Mewakilkan ibadah […]


Seorang muslim boleh menghajikan saudara sesama muslim, baik kerabat atau bukan, baik menerima imbalan harta dari haji yang dikerjakannya atau tidak. Cara menghajikan orang lain adalah dengan menanamkan niat atas nama orang yang dihajikan. Jika Anda mengucapkan talbiyah dengan kalimat “labbaikallahumma `an fulan” (aku penuhi panggilan-Mu atas nama fulan), maka hal ini tidak apa-apa. Lalu […]


Kewajiban ibu Anda adalah menunaikan haji dengan dirinya sendiri jika telah memiliki mampu dari segi finansial. Kebutaan tidaklah menjadi penghalang baginya untuk menunaikan haji dengan dirinya sendiri. Dia tidak dibolehkan untuk mewakilkan haji kepada orang lain, sesuai dengan firman Allah `Azza wa Jalla, وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا “Mengerjakan haji adalah […]


Anda harus melaksanakan haji sesuai dengan yang dipesankan oleh bibi Anda jika memang belum ditunaikan. Sebagian sisanya dapat Anda gunakan dengan baik untuk membeli keperluan bibi Anda jika dia memerlukan. Jika masih ada sisanya pula, maka Anda harus menyimpannya sampai dia meninggal dan uang tersebut digabung dengan harta warisannya. Semoga Allah senantiasa memberikan taufik kepada […]


Setelah ayah Anda membayar sebagian utangnya sebesar lima ratus real kepada ibu Anda, dan dia telah mengikhlaskan lima ratus real lagi kepada ayah, maka sisa uang yang masih menjadi tanggungan ayah Anda adalah seribu real. Jika ayah Anda telah berkomitmen untuk menghajikan nenek Anda, maka kewajiban itu harus dia laksanakan sekarang dengan segera dan tidak […]


Jika Anda telah menunaikan haji untuk diri Anda sendiri, maka Anda boleh berhaji atas nama paman yang sudah meninggal dunia itu. Ini merupakan perbuatan baik Anda terhadap paman. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Jika Anda telah menunaikan ibadah haji untuk diri Anda, maka Anda boleh menghajikan ayah Anda yang sudah meninggal dunia. Ini merupakan bakti kepada ayah Anda. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Jika kondisi laki-laki yang diceritakan itu memungkinkan untuk menghajikan ibunya, maka hal itu lebih baik dan merupakan bakti kepadanya. Perlu dipahami bahwa segala urusan orang yang telah meninggal dunia diserahkan kepada Allah. Oleh karena itu, tidaklah pantas menanyakan amal-amalnya semasa hidup. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Alangkah baiknya Anda membadalkan haji untuk orang tua Anda yang belum pernah menunaikannya. Apabila keduanya belum menjalankan ibadah haji, maka Anda harus menunaikannya atas nama ibu Anda terlebih dahulu, barulah kemudian ayah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Seorang perempuan tidak boleh pergi haji kecuali dengan izin suaminya, kecuali jika yang dilakukannya itu haji fardhu. Sebab, suami tidak memiliki hak untuk melarangnya jika dia mempunyai mahram. Wanita itu tidak boleh bepergian tanpa mahram, baik untuk haji atau lainnya. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam, لا يحل لامرأة تؤمن بالله واليوم الآخر […]


Wanita itu tidak wajib menunaikan ibadah haji kecuali jika ada mahram yang pergi bersamanya. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam, لا يحل لامرأة تؤمن بالله واليوم الآخر أن تسافر إلا ومعها ذو محرم “Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk melakukan perjalanan, kecuali jika bersama mahramnya.” Wanita […]


Bagi wanita, mahram seperti ayah, anak laki-laki, saudara laki-laki, suami, paman dari pihak ayah, atau paman dari pihak ibu adalah syarat baginya untuk menunaikan ibadah haji. Oleh karena itu, wanita yang tidak mempunyai mahram tidak wajib menunaikan haji hingga dia mempunyai mahram. Tindakan Anda menunaikan haji dengan ditemani oleh orang yang disebutkan membuat Anda berdosa […]