Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Masruq rahimahullah berkata, ﻣﺎ ﻏﺒﻄﺖ ﺷﻴﺌًﺎ ﺑﺸﻲﺀٍ ﻛﻤﺆﻣﻦ ﻓﻲ ﻗﺒﺮه ﻗﺪ ﺃﻣِﻦَ ﻣﻦ ﻋﺬﺍﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺳﺘﺮﺍﺡ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ. “Aku tidaklah merasa dengki (ghibthah) kepada sesuatu seperti (kedengkianku) kepada seorang mukmin di kuburnya yang telah aman dari siksaan Allah dan beristirahat dari dunia.” [Az-Zuhd libnil Mubarak 1/92] ¹Ghibthah adalah berangan-angan untuk mendapatkan nikmat yang baik tanpa […]


Atho’ bin Abi Rabah rahimahullah menyatakan, ”لو ائتمنت على بيت مال لكنت أمينا ولا آمن نفسي على أمة شوهاء”. “Seandainya aku diberi amanah untuk menjaga Baitulmal niscaya aku mampu amanah menjaganya. Namun aku tidak merasa aman terhadap jiwaku jika diberi amanah untuk menjaga seorang budak wanita yang buruk.” [Siyar A’lamin Nubala 5/88]


🔊💽 Khutbah Jumaat – Manfaatkanlah Umurmu Dengan Amalan Yang Terbaik 🎙️Al-Ustadz Abdush Shomad Bawazer حفظه الله 📅 Masjid Al-Istiqomah Ma’had As-Sunna…

 .(114) Mana Kekal, Mana Lenyap Allah Ta'ala berfirman : مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ بَاقٍۗ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِيْنَ صَبَرُوْٓا اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ " Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami…


Anda harus kembali ke Makkah untuk melaksanakan sai haji, karena seseorang yang melaksanakan haji tamatuk harus melaksanakan dua sai: sai untuk umrah dan untuk haji. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Jika yang ditinggalkannya adalah thawaf ifadhah, yang merupakan thawaf haji dan dilakukan setelah datang dari Muzdalifah, maka dam tidak cukup. Ayah Anda harus kembali lagi ke Makkah untuk melakukan thawaf, baik dengan berjalan kaki maupun digotong (dengan tandu, kursi roda, dan sebagainya – ed.). Jika setelah haji dia berhubungan intim dengan istrinya, maka dia harus […]


Jika kondisinya seperti yang disebutkan, dan perjalanannya meninggalkan Makkah berdekatan waktunya dengan thawaf ifadhah yang dia lakukan, maka thawaf ifadhah itu mencukupi baginya jika dia tidak thawaf wada’, apabila dia telah selesai melontar jamrah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Apabila seseorang yang menunaikan ibadah haji melakukan thawaf ifadhah dan lupa salah satu putarannya, dan rentang waktunya lama, maka dia harus mengulangi thawaf. Akan tetapi, jika rentang waktunya sebentar, maka dia hanya mengulangi putaran yang terlupa. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Jika kondisinya seperti yang telah dijelaskan, maka hajinya sah. Namun, jika Anda melakukan hubungan intim dengannya sebelum dia thawaf dan sai untuk haji, maka dia wajib menyembelih seekor kambing di Makkah yang dibagikan kepada fakir miskin. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Tawaf di Ka`bah seperti shalat . Dengan demikian, syaratnya juga sama, hanya saja dalam thawaf dibolehkan berbicara. Suci merupakan syarat sah thawaf. Tidak sah thawaf wanita haid hingga dia suci, kemudian mandi. Ini seperti yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, bahwa Aisyah radhiyallahu `anha berkata, خرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم […]


Fatwa yang disebutkan itu tidak benar. Anda masih dianggap berihram umrah, jika Anda belum mengulang kembali thawaf dengan keadaan suci. Yang harus Anda lakukan adalah pergi ke Makkah dalam keadaan ihram sesegera mungkin, lalu melakukan thawaf, sai, dan mencukur habis atau sekedar memendekkan rambut. Dengan demikian, ibadah umrah Anda telah selesai. Kecuali jika setelah thawaf […]


Orang yang sedang melakukan thawaf haji, umrah, atau thawaf sunah tidak boleh memasuki area Hijr Ismail. Andai dia melakukannya, maka thawaf yang dilakukannya tidak sah. Sebab, thawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah, dan Hijr Ismail hanyalah bagian dari Ka’bah. Dasarnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, ثُمَّ لْيَقْضُوا۟ تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا۟ نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا۟ بِٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ “Dan hendaklah […]