Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Seseorang meminta orang lain untuk membeli mobil tertentu atau yang sudah jelas spesifikasinya, dan orang yang meminta tadi berjanji akan membeli mobil itu darinya. Lalu, mobil tersebut dibeli dan telah menjadi hak miliknya. Dalam keadaan ini, orang yang mengajukan permintaan tersebut boleh membelinya, baik secara kontan maupun kredit, dengan besaran keuntungan yang jelas. Ini tidak […]


Apabila realitasnya seperti yang telah disebutkan, yaitu adanya seseorang yang membeli mobil dari orang lain (penjual) secara kredit dengan harga lebih mahal daripada kontan, untuk dijual kembali kepada orang lain–asalkan bukan penjual yang mengkreditkan mobil tersebut atau yang terkena hukum sama dengannya–, maka ini tidak tergolong riba. Bahkan, ini termasuk akad jual beli yang sah […]


Seseorang boleh menjual barang dagangan, baik makanan maupun lainnya, secara berjangka atau tempo walaupun harganya lebih mahal dari harga pasar saat transaksi. Pembeli seyogyanya melunasi hutangnya pada waktu yang telah ditentukan. Hal ini berdasarkan sifat umum firman AllahTa’ala, فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ “Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai […]

Pertanyaan: Mau tanya hukum puasa sunnah hari Jumat, misal puasa Arafah hari Jumat. Bagaimana penjelasan hadits Juwairiyah yang berpuasa pada hari Jumat lantas Nabi menyuruh berbuka? Misal hari Kamis lupa berpuasa atau belum tahu, apakah dia tetap berpuasa pada 9 Dzulhijjah (puasa Arafah) atau tidak? Jawaban: Para ulama yang terhimpun dalam al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts […]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, ”وقد جبلت النفوس على حب من أحسن إليها” “Sungguh jiwa manusia tercipta dalam keadaan menyukai siapa saja yang berbuat baik kepadanya.” [Majmu’ul Fataawa 10/609]


“Seorang lelaki bertanya kepada al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah, “يا أبا علي، متى يبلغ الرجل غايته من حب الله تعالى؟.” ‘Wahai Abu Ali (kuniah Al-Fudhail), kapan seseorang mencapai puncak kecintaan kepada Allah?’ Beliau pun menjawab, ‘إذا كان عطاؤه ومنعه إياك عندك سواء؛ فقد بلغت الغاية من حبه.’ ‘Apabila pemberian Allah dan penghalangan-Nya terhadapmu itu sama […]


Abu Hazim Salamah bin Dinar rahimahullah menuturkan, ” إِذَا رَأَيْتَ رَبَّكَ يُتَابِعُ نِعَمَهُ عَلَيْكَ وأَنْتَ تَعصِيْهِ فَــــــاحْــــذَرُهُ ” . “Jika anda melihat Allah Ta’ala mencurahkan berbagai nikmat (duniawi) kepada anda sementara anda terus bermaksiat kepada-Nya, maka hati-hatilah.” [Siyar A’lamin Nubala 6/101]


Akal merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada manusia. Dengan akal, manusia dapat membedakan antara yang baik dan buruk, benar dan salah, serta dapat berpikir secara logis dan rasional. Keberadaan akal pada manusia membedakannya dari hewan dan makhluk lainnya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, وأشرف ما في الإنسان عقله […]

 .(123) Melatih Letih Untuk Berkelah Dalam Lelah Rumah idaman identik dengan ketenangan. Jauh dari kebisingan dan anti berisik. Damai tanpa kegaduhan. Tidak ada suara-suara yang mengganggu. Tidak pula bunyi-bunyi yang mengusik. Di dunia yang fana ini, adakah rumah idaman semacam di atas? Rum…


Allah Subhanahu wa Ta’ala telah manghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Allah Ta’ala berfirman, وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا “Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah : 275) Salah satu bentuk jual beli yang dibolehkan adalah jual beli secara tempo, berdasarkan firman Allah Ta’ala, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ […]


Prosedur jual beli ini dinamakan bai’ al-‘inah dan hukumnya haram. Ini didasarkan atas dalil-dalil syar’i yang menunjukan larangan jual beli dengan cara seperti ini. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Jika kenyataannya seperti yang disebutkan, maka dia boleh menyimpan uang muka dan tidak mengembalikannya lagi kepada pembeli, jika sebelumnya sudah disepakati oleh keduanya. Inilah yang paling benar dari dua pendapat ulama. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.