Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Jika penumpang pesawat dalam keadaan berpuasa di siang hari dan ingin menyempurnakan puasanya sampai petang, maka dia tidak boleh berbuka sebelum matahari terbenam. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Penumpang pesawat yang sedang berpuasa tidak boleh berbuka meskipun dia mengetahui tibanya waktu berbuka di negeri terdekat melalui jam atau telepon, jika masih melihat matahari di pesawat karena berada dalam posisi tinggi. Sebab, Allah Ta`ala berfirman , ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ “Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al-Baqarah : 187) Tujuan ayat […]


Dewan Ulama Senior Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan yang menjelaskan awal dan akhir waktu puasa. Berikut ini adalah bunyi teksnya: Pertama: Perbedaan Mathla’ (tempat terbit) hilal merupakan sebuah aksioma (hal yang dapat diketahui dengan mudah), baik secara inderawi maupun logika. Para ulama tidak berbeda pendapat dalam hal ini. Yang menjadi perbedebatan di kalangan para […]


Berpuasa berdasarkan hilal, baik terlihat di Kalkuta atau di pulau-pulau kalian. Ini didasarkan pada keumuman hadits-hadits yang menjelaskan hal tersebut. Diriwayatkan oleh Bukhari, dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu. Dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda , صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فإن غمّي عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلاثين “Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan […]


Pertanyaan ini memiliki keterkaitan dengan masalah perbedaan mathla’ (wilayah munculnya) hilal. Mengenai persoalan mempertimbangkan perbedaan mathla’ dan tidaknya dari segi hari raya, puasa dan sejenisnya yang termasuk hukum-hukum syariat yang berhubungan dengan hilal, ini telah dibahas oleh Dewan Ulama Senior di salah satu pertemuan, dan mengeluarkan keputusan yang menunjukkan bahwa ulama berbeda pendapat dalam hal […]


Waktu untuk memulai puasa disesuaikan dengan tempat dia memulai perjalanan. Dia wajib berhenti puasa sesuai dengan tempat tujuannya. Jika (karena perbedaan tempat memulai dan mengakhiri puasa itu) ternyata jumlah puasanya hanya dua puluh delapan hari, maka dia wajib meng-qadha satu hari. Sebab, hitungan hari dalam bulan hijriah tidak kurang dari dua puluh sembilan. Akan tetapi, […]


Terkait dengan tidak puasanya yang bersangkutan ketika berada di Mesir karena Idul Fitri telah ditetapkan dengan mengikuti rukyat penduduk Kuwait, maka menurut kami tidak apa-apa dan dia tidak wajib meng-qadha. Sebab, hukum yang berlaku baginya disamakan dengan penduduk asli negara tersebut, yaitu saat ditetapkan masuk awal bulan Syawal dia berada di tengah-tengah mereka. Mengenai pertanyaan, […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, ﻭﺻﺢ ﻋﻨﻪ – صلى الله عليه وسلم – ﺃﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﻳﺴﺘﺎﻙ ﻭﻫﻮ ﺻﺎﺋﻢ . “Telah shahih hadits dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau dahulu pernah bersiwak ketika sedang berpuasa.” [Zaadul Ma’aad 2/58]


Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin rahimahullah. Pertanyaan: ما هي مفسدات الصوم ؟ ‘Apa saja perusak-perusak ibadah puasa ?’. Jawaban مفسدات الصوم هي المفطرات. وهي: ١. الجماع ٢. الأكل ٣. الشرب ٤. إنزال المني بشهوة ٥. ما كان بمعنى الأكل و الشرب ٦. القيء عمدا ٧. خروج الدم الحجامة ٨. خروج دم الحيض والنفساء “Perusak-perusak puasa […]


Di antara keutamaan-keutamaan dalam agama Islam, ada sebuah amalan yang seringkali dilakukan oleh umat muslim ketika menjalankan ibadah puasa, yaitu sahur. Sahur adalah waktu di mana seorang muslim menyiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa dengan memakan makanan atau minuman di waktu dini hari sebelum fajar menyingsing. Nabi Muhammad ﷺ selaku utusan Allah ﷻ, menyebutkan bahwa […]


Sebagian ulama terdahulu ditanya tentang hikmah disyariatkannya ibadah puasa. Dia pun menjawab “ليذوق الغنيّ طعم الجوع فلا ينسى الجائع.” “Agar orang kaya merasakan bagaimana rasanya lapar sehingga dia tidak lupa orang yang lapar.” [Lathoiful Ma’arif 183]


Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah menegaskan, من مر عليه هذا الشهر ولم يستفد منه مغفرة ذنوبه وتكفير خطاياه فهو عبد شقي بعيد من الله “Siapa saja yang melewati bulan Ramadhan ini dan dia tidak bisa meraih pengampunan terhadap dosa dan kesalahannya, maka dia adalah hamba yang celaka dan jauh dari Allah Ta’ala.” [Al-Khutab al-Mimbariyah fil Munasabah […]