Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Berdasarkan ajaran syariat, suami istri hendaknya berbicara dengan kata-kata yang dapat mendatangkan kasih sayang dan mempererat hubungan suami istri dan masing-masing hendaknya berusaha untuk tidak mengeraskan suara di hadapan pasangannya atau berbicara dengan kata-kata yang tidak disukai pasangannya. Hal itu sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ “Dan bergaullah dengan mereka secara patut” […]


Seorang muslim tidak boleh melaknat istrinya atau kaum muslimin yang lain karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, لعن المؤمن كقتله “Melaknat seorang Mukmin sama dengan membunuhnya.” Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam juga bersabda, سباب المسلم فسوق، وقتاله كفر “Mencaci seorang Muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekafiran.” Namun, istrinya tidak diharamkan baginya akibat laknat […]


Dia telah berbuat maksiat. Oleh karena itu, dia harus bertaubat atas perbuatan tersebut dan meminta maaf kepada istrinya. Namun tindakan itu tidak menjadikan istrinya haram baginya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Hal ini bukan uzur (halangan), karena hak suami hukumnya wajib dipenuhi, sedangkan shalat malam dan bertasbih hukumnya sunah. Yang wajib harus didahulukan daripada sunah, berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إذا دعا الرجل امرأته إلى فراشه فأبت فبات غضبان عليها لعنتها الملائكة حتى تصبح “”Apabila […]


Pertama, melaknat orang Muslim termasuk dosa besar, berdasarkan hadis Tsabit bin adh-Dhahhak bahwasanya Rasulullah shalallahu `alaihi wa sallam bersabda, ليس على رجل نذر فيما لا يملك “Seseorang tidak boleh bernazar dengan sesuatu yang tidak dia miliki”. Dan, لعن المؤمن كقتله “Melaknat seorang Mukmin sama halnya dengan membunuhnya.” Dan, من قتل نفسه بشيء عذب به يوم […]


Jika keadaannya seperti yang disebutkan penanya maka kata-kata laknat yang dikeluarkan oleh isteri Anda merupakan perbuatan maksiat kepada Allah Jalla wa ‘Ala dan tindakan kesewenang-wenangan terhadap anak perempuannya, ibu dan ayahnya serta ibu suaminya. Ia harus bertaubat kepada Allah Jalla wa ‘Ala, yaitu dengan menyesali dosa itu, melepaskan diri darinya, bertekad tidak mengulanginya dan meminta […]


Jika isteri Anda berkomitmen dalam ketaatan seperti yang Anda ceritakan, hanya saja ia diuji dengan yang Anda sebutkan, maka bersabarlah atasnya karena sifat-sifat terpuji yang dimilikinya. Nasehatilah agar ia menjauhi kata-kata laknat, pengharaman, doa jelek dan kata-kata tercela lainnya. Suruhlah ia bertaubat kepada Allah Ta’ala dan menjauhi sebab-sebab kemarahan yang dapat menggelincirkan dirinya pada perbuatan-perbuatan […]


Pertama, Anda dan suami Anda harus hidup bersama secara baik dan berbicara dengan perkataan yang baik, serta berperilaku mulia satu sama lain pada ucapan dan perbuatan. Kedua, masing-masing Anda harus mengetahui haknya dan melaksanakan kewajibannya, serta bersabar menghadapi kekurangan masing-masing hingga hubungan yang harmonis tetap terjaga. Ketiga, seorang istri tidak pantas keluar rumah kecuali sepengetahuan […]


Bertakwalah kepada Allah dan lawanlah hawa nafsu Anda. Bersikaplah baik kepada suami dan jagalah dirinya dengan menjaga kehormatan, harta dan anak-anak. Berikanlah haknya dan mohonlah pertolongan kepada Allah dalam menjalankan hak-hak tersebut.Mintalah pertolongan dengan kesabaran, melaksanakan salat, membaca al-Quran dan berzikir dengan bacaan zikir yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bermunajatlah kepada Allah […]


Pertama, Anda tidak berdosa atas apa yang Anda rasakan ketika tidur, yaitu perasaan adanya seseorang yang menggauli Anda sebagaimana seorang suami menggauli isterinya, karena dosa dihapuskan dari orang yang sedang tidur. Namun, jika keluar air mani yang telah dikenal maka Anda harus mandi. Anda juga harus memberikan kesempatan suami Anda untuk menggauli sesuai kemampuan agar […]


Yang wajib dilakukan oleh kedua pasangan ini adalah bergaul dan bersikap baik kepada pasangannya. Sang suami tidak boleh bersikap buruk dengan ucapan-ucapannya kepada isterinya, dan disisi lain sang isteri tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Jadi, kedua belah pihak harus sama-sama bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan mentaati batas-batas ajaran-Nya. Semoga […]

Kemudian Beliau Tertawa Baiknya memang sering-sering membaca kisah kesabaran Nabi Muhammad ﷺ. . Ibarat tanaman, kisah-kisah itu adalah airnya. Sementara kita, bagai tanaman yang akan kering lalu mati tanpa air. Kesabaran dapat berkurang kualitasnya. Bisa tergerus lalu habis. Bisa menyusut dan surut. Maka, agar sabar tidak menurun, harus disuntik dengan kisah-kisah Nabi Muhammad ﷺ yang menakjubkan. Kisah tentang itu sangat banyak! Anas bin Malik ( Bukhari 3149 Muslim 1057 ) pernah menemani Nabi Muhammad ﷺ berjalan-jalan. Saat itu, pakaian dari negeri Najran yang dikenakan. Bagian tepi kainnya kasar. Pakaian itu menutupi bagian atas tubuh Nabi Muhammad ﷺ. Dari arah belakang, seorang Arab badui menyusul. Seolah sengaja mengejar. Tanpa kata-kata, tiada kalimat pembuka, badui itu menarik keras pakaian Nabi Muhammad ﷺ. Kata Anas, " Saya perhatikan, bagian leher Nabi Muhammad sudah memerah lecet, terkena bagian tepi kain yang kasar. Saking kerasnya badui itu menarik " Tidak berhenti di situ. Seakan belum merasa cukup, badui itu berbicara tanpa kesopanan. Bukannya memanggil dengan : wahai Rasulullah, atau wahai Nabiyullah, atau panggilan hormat lainnya, badui itu langsung menyebut nama , " He, Muhammad!' Apa yang dimaukan si badui? " He, Muhammad! Suruh orangmu untuk memberikan kepadaku harta milik Allah yang ada padamu! ", bentaknya. Kira-kira, jika hal itu terjadi pada kita, apa yang akan kita lakukan? Oh, bukankah malah sudah pernah terjadi, bahkan beberapa kali? Bayangkan! Ada orang tidak dikenal, melukai dan menyakiti, sikapnya kasar, bahasanya tanpa etika, lalu ia meminta harta secara paksa. Oh, tak perlu sampai separah itu. Ada yang berbicara kasar, marah langsung tak terkendali. Ada dendam yang sulit padam, karena pernah disakiti. Ingin membalas berlebih bila ada yang memaki. Mari belajar sabar dari Nabi Muhammad ﷺ dari kisah di atas. Anas bin Malik melanjutkan kisahnya. Setelah si badui menarik keras pakaian Nabi, melukai, dan berkata kasar, Nabi Muhammad ﷺ justru : فَالْتَفَتَ إلَيْهِ فَضَحِكَ " Nabi Muhammad menoleh ke belakang. Kemudian Beliau tertawa " Setelah mengetahui orang itu datang dari pemukiman badui, orang Arab gunung yang memang kulturnya apa adanya, budayanya yang bersikap blak-blakan, dan adat mereka yang suka berterusterang, Nabi Muhammad ﷺ justru tertawa. Bahkan, Nabi Muhammad ﷺ memerintahkan agar orang badui itu diberi apa yang ia mau. Tertawa di sini bukan untuk menghina. Tidak bertujuan merendahkan. Beliau tertawa karena senang, geli, dan terhibur. Sebenarnya, banyak orang di sekitar kita yang berperilaku dan berperangai badui. Pandanglah mereka sebagaimana Nabi Muhammad memandang. Bersikaplah dengan sabar. Ibunda Aisyah ( Tirmidzi 2016) bercerita tentang sifat Nabi Muhammad ﷺ : ولا يَجْزِي بالسيئةِ السيئةَ، ولكن يَعْفُو ويَصْفَحُ " Tidak pernah membalas keburukan, dengan keburukan. Akan tetapi beliau memaafkan dan mengampuni " Semoga saja sifat sabar kita semakin meningkat. Lebih baik dan lebih berkualitas. TRK, 10 Jumadal Akhir 1444 H/02 Jan 2023 http://t.me/anakmudadansalaf