Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Menurut hukum dasarnya dalam beristinja’, seseorang itu mesti beristinja’ dengan menggunakan tangan kiri, dan mengambil air untuk berkumur-kumur dan membersihkan hidung dengan menggunakan tangan kanan, sebagai bentuk penghormatan untuk tangan kanan dan menjaganya dari kotoran. Hal ini berdasarkan kepada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu `anha, beliau berkata, كانت يد رسول الله صلى الله عليه […]


Air kolam tersebut dianggap najis apabila warna, rasa atau baunya berubah karena najis tersebut. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Hukum asal air adalah suci. Ini adalah kondisi yang diyakini, dan keyakinan tidak hilang karena adanya keraguan. Dengan demikian, sekadar keraguan yang ada di dalam diri kalian tentang apa yang kalian sebutkan, tidaklah memiliki pengaruh sama sekali. Berdasarkan hal tersebut, maka kalian boleh berwudu dengan air tersebut. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi […]


Maksud hadis yang ada dalam pertanyaan itu adalah, biasanya air yang jumlahnya sudah mencapai 2 qullah atau lebih, status kesuciannya tidak bisa dipengaruhi lagi oleh najis yang masuk ke dalamnya, karena jumlah air yang sudah banyak dan tidak bisa berubah. Pengaruh najis tersebut sirna di dalam air yang banyak tersebut. Dan hukum ini hanya berlaku […]


Setiap orang yang telah berwudu dengan menggunakan air tersebut yang sudah berubah, akibat dari bangkai burung merpati yang ada di dalamnya, diwajibkan untuk mengulang seluruh salat yang telah dilakukannya, karena mereka telah berwudu dengan menggunakan air yang najis, sementara air yang najis tersebut tidak bisa menghilangkan hadas. Wallahu A`lam. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad […]


Apabila rasa, warna atau bau air yang disiramkan ke kebun dan pepohonan tersebut mengandung najis, maka air tersebut dihukumi najis, sehingga membuat badan, pakaian atau tempat yang terkena air tersebut menjadi najis. Namun bila rasa, bau atau warna air tersebut sudah hilang, maka badan, pakaian, tempat atau lainnya yang terkena air tersebut tidak dianggap terkena […]


Jika buih-buih yang bercampur dengan air pemadam kebakaran tersebut terbuat dari bahan najis dan mengubah air, maka air tersebut tidak sah dipakai untuk berwudu. Namun jika terbuat dari bahan yang suci, maka boleh berwudu dengan memakai air yang bercampur buih tersebut, selama jumlah buih tersebut tidak mendominasi dan tidak mengubah jenis air tersebut menjadi jenisnya […]


Larangan yang ada dalam hadis tersebut hanya sekadar pesan ibadah yang tidak mengubah kesucian air. Dan pendapat terkuat menyatakan bahwa air seperti itu boleh dipakai untuk berwudu. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Mengambil hukum rukhshah dalam agama yang disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya, seperti keringanan untuk berbuka puasa bagi orang yang sedang dalam perjalanan, meringkas salat 4 rakaat menjadi 2 rakaat (salat qashar), menggabungkan pelaksanaan salat Zuhur dengan Asar, atau salat Magrib dengan Isya’ dalam satu waktu dengan bentuk Jamak Taqdim atau Takhir, keringanan mengusap sepatu dan […]


Seorang penuntut ilmu itu melakukan pengamatan terhadap dalil-dalil yang ada dan menerapkan kaidah-kaidah ilmiah pada dalil-dalil tersebut, seperti menyelaraskan dalil-dalil yang bertentangan (al-Taufiq), mengambil pendapat yang terkuat (al-Tarjih) dan seterusnya. Setelah itu mengamalkan pendapat yang ia pandang kuat. Adapun orang yang tidak memiliki kemampuan seperti ini, maka ia harus bertanya kepada para ulama yang bisa […]


Pertama: Mayoritas ulama usul fikih menyatakan bahwa para ulama yang tergabung di dalam Ahlu al-Hall wa al-‘Aqd dapat mengetahui ijmak dari mereka dan mereka juga dapat mengetahui kesepakatan mereka pada hukum suatu kasus. Contohnya adalah tentang halalnya seorang tuan menggauli budak perempuannya karena perbudakan dan haramnya seorang budak laki-laki menggauli tuan wanitanya baik dengan menyetubuhinya […]

Ricuh Selingkuh Seorang istri terpukul hati dan terluka jiwanya. Bagaimana tidak? Ia menemukan fakta bahwa suaminya intens berkomunikasi dengan seorang perempuan teman kerjanya. . Tanpa disadari sebelumnya, tanpa ia cari-cari, tanpa disengaja, ia membaca chat suaminya dengan perempuan tersebut yang berisi kalimat-kalimat mesra. Walaupun nama kontak di HP adalah nama laki-laki, namun isi chat tersebut menunjukkan identitas aslinya. Di tempat lain, seorang suami sedihnya bukan main. Benar-benar ia tidak menyangka. Kenapa? Sebab, dengan mata kepalanya sendiri, ia menyaksikan istrinya sedang berduaan dengan laki-laki lain. Setelah ditanya, rupanya laki-laki tersebut adalah mantan pacarnya saat sekolah dulu. Hancur redam hatinya! Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al Isra ayat 32 : وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا “ Dan janganlah kamu mendekati zina! Sungguh, zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk “ Menurut As Sa’di dalam Tafsir, larangan mendekati zina jauh lebih mengena dibanding larangan berbuat zina itu sendiri. Kenapa? Sebab, larangan ini berlaku juga untuk semua hal, sebab, dan faktor yang bisa menjerumuskan dalam perbuatan zina. Perbuatan apapun yang mendorong seseorang untuk melangkah lebih jauh dalam perselingkuhan, diharamkan oleh Islam. Selingkuh itu sendiri bertingkat-tingkat. Dari berkomunikasi secara intens yang alasannya sekadar coba-coba atau penasaran, sampai yang paling parah melakukan hubungan intim atau perzinaan. Selingkuh terbukti menjadi faktor terbesar terjadinya perceraian. Data statistik dari berbagai sumber menyebut hal itu. 0000___0000 Harus ada langkah nyata untuk mencegah perilaku selingkuh! Ringkas kata; laksanakanlah kewajiban Anda sebaik mungkin! Agar pasangan Anda tidak berpikir kepada yang lain, apalagi berpaling. Seorang istri yang tidak rela suaminya selingkuh; haruslah tampil secantik mungkin setiap saat. Usahakan badan selalu wangi, jangan beraroma mengganggu karena suami tentu cenderung menjauh. Termasuk bau mulut, jaga dan perhatikanlah! Jangan berpakaian seadanya, apalagi yang sudah robek-robek. Jika berbicara, pilihlah kata-kata yang mesra dan kalimat yang baik. Lebih sering menjadi pendengar yang taat, bukan membantah. Buatlah suami nyaman dan betah di rumah dengan selalu melayani apapun yang diinginkan suami. Bila perlu sering-seringlah menawarkan, “ Apa yang bisa aku lakukan untukmu?” Jadilah sosok yang selalu menerima, bukan banyak menuntut. Istri dengan pribadi yang mendukung dan men-support, bukan malah membebani atau menjatuhkan semangat. Katakan dengan tegas bahwa Anda sebagai istri selalu merasa bahagia dan senang. Jika hal-hal di atas justru sebaliknya, suami akan mudahnya tertarik kepada perempuan lain. Suami tidak nyaman di rumah. Ia akan mencari yang dipandangnya -secara salah- bisa lebih memberikan kenyamanan. Rasulullah ﷺ ketika ditanya tentang kriteria istri yang terbaik, menjawab : الَّذِى تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلاَ تُخَالِفُهُ فِيمَا يَكْرَهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ “ Jika ia memandangnya, membuatnya senang. Jika diperintah, ia menurut. Ia tidak menentang jika ada yang tidak disuka suami, terkait dirinya dan harta suami “ (HR Ahmad dan Nasa’i dari sahabat Abu Hurairah. Disahihkan Al Albani dalam As Sahihah no.1838 ) Seorang suami yang tidak ingin istrinya selingkuh, berusahalah menjadi laki-laki yang terbaik di hati dan di matanya! Bersikaplah dengan lemah lembut. Berbicaralah dengan penuh kasih sayang. Di saat-saat tertentu, tunjukkan Anda sebagai laki-laki sejati. Misalnya, ada binatang yang mengganggu di rumah, entah tikus, ular, kecoa, atau tokek. Jangan perlihatkan rasa takut! Sering-seringlah memuji dan mengucapkan terimakasih, jazaakillahu khairan, atau matur nuwun. Perlihatkan bahwa Anda nyaman di dekatnya. Tak ingin jauh darinya. Kalaupun harus bepergian, jangan sampaikan secara mendadak dan informasikanlah keberadaan Anda sedang berada di mana. Sukalah membantu pekerjaan rumah istri, termasuk merawat anak. Jangan pelit dan berilah kepercayaan istri untuk mengelola keuangan rumah tangga. Di luar rutinitas rumah, tawarkan dan ajaklah istri untuk be-refreshing ke tempat yang ia suka. Sebab, istri mudah jenuh dan gampang bosan dengan kegiatan rumah. Jika sebaliknya, suami bersikap kasar, bicara ingin menang sendiri, pulang pergi tanpa berita, pelit, dan kurang perhatian, takutnya istri akan berpikir untuk berpisah atau berangan-angan tentang laki-laki lain. Rasulullah ﷺ ketika ditanya sahabat tentang hak seorang istri yang harus dipenuhi suami, menjawab : أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ وَلَا تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلَا تُقَبِّحْ وَلَا تَهْجُرْ إِلَّا فِي الْبَيْتِ “ Engkau memenuhi keperluan makannya, jika engkau makan. Engkau beri pakaian untuknya, bila engkau berpakaian. Jangan pukul wajahnya! Jangan engkau cela dia! Dan jangan engkau diamkan, kecuali di dalam rumah saja! “ (HR Abu Dawud dari sahabat Mu’awiyah Al Qusyairi. Dihasankan Al Albani dalam Al Misykah no.3259 ) O000____OOOO Rumah tangga menjadi anugrah indah yang mesti dijaga. Disyukuri, jangan dipungkiri. Tidak semua orang diberi kesempatan untuk berumahtangga. Proses ke sana pasti melalui banyak cerita dan melewati setumpuk kisah. Tidak jarang, hal-hal unik dan tidak terduga, terjadi. Sebab, rumahtangga termasuk rahasia kehidupan. Apa tujuan berumahtangga? Bila beribadah menjadi niatannya, tentu hal-hal lain akan dinomor-sekiankan. Artinya, tidak bisa dihindari bahwa dalam perjalanan rumahtangga, akan ditemui hal-hal yang tidak sesuai harapan, jauh dari ekspektasi. Ada kecewa, ada ketidakcocokan. Bayangan yang indah-indah, rupanya tidak sebanding di kenyataan. Maka, cekcok dan pertengkaran bisa saja terjadi. Apalagi di saat iman sedang lemah, dan mood lagi turun. Urusan kecil berubah menjadi masalah besar. Jika menemukan kenyataan, ada cela dan aib pada pasangan hidup, jangan membanding-bandingkan dengan yang lain. Jangan bandingkan dengan tokoh fiktif dalam novel, dengan karakter khayalan pada drama korea, atau jangan bandingkan dengan mitos yang tidak ada sumber pastinya. Terimalah dan syukurilah keberadaan pasangan Anda! Bersabarlah, karena kebahagiaan dicari tidak hanya di dunia, namun juga dicita-citakan kelak di surga. Bila merasa hak Anda tidak terpenuhi, mintalah kepada Allah gantinya yang lebih baik. Jika pasangan Anda tidak sempurna, bisa jadi Anda jauh tidak sempurna lagi. Hanya saja Anda tidak menyadari. Kemudian, jangan coba-coba bermain api, agar tidak terbakar. Jangan main-main di tepi jurang, bisa jatuh nantinya. Maksudnya? Jangan coba-coba melakukan hal yang bisa berpotensi selingkuh. Misalnya; berselancar di media sosial lalu berkenalan, memberi perhatian yang di luar batas kewajaran, tebar pesona ke sini dan ke sana, atau bahkan atas nama niat baik. Berdakwah, katanya. Bila hati sedang lemah, perasaan terguncang, pikiran bagai benang kusut, jangan memilih langkah yang salah! Jangan mencari ketenangan atau kepuasan dengan menjalin hubungan terlarang! Kembalikan dan kembalilah kepada Allah Ta'ala. Bermohonlah kepada- Nya agar diberi kedamaian dan ketenangan. Percayalah, sesulit-sulitnya di dunia, seberat-beratnya masalah, esok akan hilang di surga dalam sekejap. Lendah, 14 Sya’ban 1444 H/07 Maret 2023 t.me/anakmudadansalaf