Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Yang sesuai dengan sunnah adalah berdiri di dekat kuburan seorang muslim setelah selesai pemakaman kemudian mohon ampunan untuknya dan berdoa agar diberi ketetapan hati ketika ditanya. Hal ini berdasarkan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang shahih. Tidak diperbolehkan mengiringi jenazah yang di dalamnya terdapat bidah kecuali seseorang mampu menghilangkan atau melarang kemungkaran. Jika janin […]

Pertanyaan: Bismillah,Afwan ingin bertanya ustadz, apa ada keutamaan seorang muslim wafat di bulan romadhon dalam keadaan dia menjalankan puasa, sholat dan ibadah2 yg lainnya, Jazaakallohukhoir, Jawaban: Pernah ada pertanyaan serupa diajukan kepada syeikh abdul Aziz bin Baz rahimahullah, diantara yang beliau katakan dalam jawaban adalah: إذا مات في رمضان ما أعلم فيه شيئًا يدل على […]


Setiap muslim pastinya menginginkan pahala yang banyak dan keberkahan dalam hidupnya. Salah satu amalan yang dianjurkan untuk mendapatkan keberkahan tersebut adalah salat dan jihad. Namun ternyata ada amalan yang pahalanya lebih besar dari keduanya. Mujahid bin Jabr rahimahullah menyatakan, كان في بني إسرائيل رجل يقوم الليل حتى يصبح ثم يجاهد العدو بالنهار حتى يمسي، ففعل […]

Kelak, Siapa Yang Akan Lebih Merindu? Dipandanginya dengan penuh sayang. Wajah yang selalu menyertai pikirannya. Dibelai rambutnya. Dirapikan poni berjurai rata di dahinya. Ah, cepat sekali waktu berlalu. Seolah kemarin ia masih bayi ditimang. Sekarang, sudah menjadi gadis yang menyenangkan. Selimut yang ada, dirapikannya untuk menutup kaki anak perempuannya yang terbuka. Berharap tidurnya nyenyak. Anak perempuan memang luar biasa. Cintanya kepada sang ayah sangat dalam. Apalagi jika sang ayah benar-benar menyayanginya. Ia memiliki kekuatan dan keberanian untuk membela ayahnya. Imam Muslim (1794) meriwayatkan cerita Ibnu Mas'ud yang menjadi saksi keberanian Fathimah, putri bungsu Rasulullah ﷺ. Rasulullah . ﷺ yang sedang sujud di hadapan Ka'bah, dilumuri punggungnya dengan kotoran unta. Orang kafir Quraisy yang menyaksikan tertawa terbahak-bahak. " Andaikan aku punya kekuatan, pasti aku bersihkan punggung Rasulullah dari kotoran itu ", kata Ibnu Mas'ud. Rasulullah ﷺ tetap sujud. Lalu seseorang melaporkan kejadian itu kepada Fathimah. Sambil berjalan cepat, Fathimah yang masih kecil datang membersihkan punggung ayahnya dari kotoran unta itu. Setelahnya, Fathimah mendatangi orang-orang Quraisy dan mencela mereka. Anak perempuan seringkali lebih cemburu terhadap ayahnya. Bahkan, jika dibandingkan ibunya. Anak perempuan memiliki rasa bangga dan hormat tentang ayahnya, walau seringkali tidak diungkapkan. Anak perempuan merasakan nyaman dan damai bila sudah di dekat ayahnya. Sebaliknya, anak perempuan punya tempat khusus di hati sang ayah. As Suyuthi ( Al Kanz, hal.144 ) menerangkan kenapa dalam bahasa Arab, anak perempuan disebut jaariyah ( berlari cepat ). Sebab, anak perempuan lebih cepat terasa di hati dibandingkan anak laki-laki. Dikarenakan kasih dan sayang seorang ayah kepadanya. Dalam Diwan Malik bin Ar Raib ( hal. 58 ), dinukilkan 12 bait syair yang mengkhabarkan kegalauan seorang ayah tentang anak perempuannya. 12 bait itu disusun oleh Malik bin Ar Raib. Di dalam kitab di atas, dikisahkan tentang Malik bin Ar Raib yang disebut-sebut berparas tampan. Sejak kecil sudah terbiasa mencuri, bahkan saat remaja namanya dikenal sebagai pencuri ulung. Satu kelompok yang terdiri dari para pencuri yang ahli bisa dikoordinir oleh Malik bin Ar Raib. Sampai kemudian Malik bertemu dengan Sa'id bin Utsman bin Affan yang ditunjuk oleh khalifah Muawiyah untuk menjadi gubernur Khurasan sekaligus panglima perangnya. Malik pun bertaubat. Saat Malik berpamitan untuk berangkat berjihad di barisan Sa'id bin Utsman, putrinya menangis sambil memegangi ujung bajunya. Berat melepaskan, dan berat berpisah. Malik lalu bersyair 12 bait, dan inilah pembukanya : Sungguh, aku kuatkan untuk berucap kepada putriku yang menangis. Kegalauan mendalam di hati bersedih tragis Berpisah, telah mengalirkan air mata membasahi kedua pipi Derita karena berpisah telah membuat nyeri Artinya, Malik bin Ar Raib yang ditakuti dan punya nama besar di dunia hitam, yang seolah tidak punya hati ketika melakukan berbagai tindak kejahatan, luluh dan lemah di hadapan putrinya. Sebab, anak perempuan punya ruang khusus di hati seorang ayah. Abul Mikhsyan Al A'rabi ( Rabi'ul Abrar 3/252 ) bercerita: " Dulu, anak perempuanku yang duduk melayaniku saat makan. Setiap kali ada menu istimewa, selalu ia khususkan untukku. Setelah dewasa, aku nikahkan dia. Maka, anak laki-lakiku yang kemudian menemaniku makan. Demi Allah, tidaklah aku tertarik suatu menu, melainkan sudah didahului diambil anak laki-lakiku" Ah, benar-benar cepat waktu beranjak. Seakan tidak berjeda. Dengan jari-jari tangannya, ia menghitung. Terkejut ia. Sebab, beberapa tahun lagi anak perempuannya akan menjadi seorang istri. Setelah bersuami, ia bertanya-tanya, " Kelak, siapa yang akan lebih merindu? ". Putrinya yang merindukan suasana terlindungi dan terayomi sang ayah, atau ayahnya yang merindukan perhatian dan pelayanan putrinya. Ayah, jangan sia-siakan putrimu! Sayangi dan berikanlah perhatian yang cukup! Area WC 10, 26 Ramadhan 1444 H/16 April 2023 t.me/anakmudadansalaf

Lulusan Pesantren Adalah Calon Manajer Hebat, Bukan Pekerja Foto : Ma'had Al Faruq Kalibagor | by Kenangan Al_Faruq Ada saja yang mencibir jika seorang anak dimasukkan pesantren. Dicirikanlah secara negatif, bahwa pesantren adalah penampungan anak nakal, kurang berprestasi, dan fakir …

LAILATUL QODAR BISA TERJADI DI MALAM GENAP Ibnu Taimiyah rahimahullah ditanya terkait malam lailatul qodar Beliau menjawab : Alhamdulillah lailatul qadar terjadi di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan , inilah yang benar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : هِيَ فِي الْعَشْرِ ال…

Panggung Kedermawanan Datanglah ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi di bulan Ramadhan! Lebih-lebih di 10 hari terakhir. Anda akan menyaksikan panggung kedermawanan yang luar biasa. Karena Rasulullah ﷺ adalah figur dermawan, yang semakin bertambah dermawannya di bulan Ramadhan. . Menjelang waktu berbuka puasa, kesibukan para petugas berusia remaja dengan rompi hijau sangat terasa. Mereka semacam panitia yang secara resmi mengelola makanan berbuka puasa. Jangan khawatir tidak kebagian! Satu kantong plastik tebal akan diberikan kepada setiap jamaah yang sudah duduk rapi berbaris. Bahkan, terkadang 2 atau 3 kantong yang diberikan. Isinya? Air mineral botolan, kurma, sirup kotak, dan 2 bungkus roti dengan 2 rasa. Bukan ratusan atau ribuan jamaah saja yang menerima, puluhan ribu bahkan lebih setiap sorenya. Panggung kedermawanan! Belum lagi, yang membawa secara mandiri. Bahkan, satu keluarga terlihat bahagia bekerjasama. Dengan kereta beroda seperti koper dorong, banyak keluarga sengaja membawa aneka makanan dan minuman untuk dibagi-bagikan. Termos-termos minuman panas lengkap dengan gelas kecil, dikelilingkan oleh anggota keluarga yang muda dan dituangkan untuk diberikan kepada jamaah. Selepas salat Maghrib, menu makanan "berat " yang disajikan. Masing-masing berebut untuk memberi. Panggung kedermawanan di Masjidil Haram! Orang dermawan pastilah tentram hidupnya. Tenang hatinya. Nyaman pikirannya. Damai jiwanya. Sebaliknya, orang pelit tentu sempit dadanya, susah bahagia, dan selalu bersedih. Ibnul Qayyim dalam Al Wabilus Shayyib ( hal.30 ) mengulas hal ini dengan lugas. " Orang yang bersedekah, setiap kali sedekah, semakin lapang hatinya dan bertambah luas dadanya...kebahagiaan yang ia rasakan menguat, dan kegembiraannya membumbung", jelas Ibnul Qayyim. Beliau menambahkan, " Andaikan tidak ada manfaat bersedekah kecuali hal ini, itu sudah lebih dari cukup sebagai alasan hamba untuk memperbanyak dan bersegera sedekah " Keterangan Ibnul Qayyim di atas sudah cukuplah. Tak perlu untuk mengais-ngais hasil penelitian orang kafir tentang pengaruh sedekah terhadap kebahagiaan. Iya, karena mereka melakukan riset dan penelitian mengenai hal ini. Cukuplah firman Allah Ta'ala di dalam surat Al Hasyr ayat 9, yaitu : >وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ " Dan siapa yang dilindungi dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung " Iya! Siapa yang dermawan, siapa yang senang berbagi, siapa yang suka memberi, pastilah beruntung. Siapa yang menjauhi sifat kikir, siapa yang meninggalkan sifat pelit, tentulah berbahagia. Sahabat Abdurrahman bin Auf jika thawaf di Ka'bah memperbanyak doa : >اللهم قني شحَّ نفسي " Ya Allah, lindungilah aku dari sifat kikir ". Di Mekkah, panggung kedermawanan itu sangat menawan. Tanpa mengenal siapa sebenarnya yang berbagi, ada momen ketika kantong-kantong berisikan aneka makanan dan minuman untuk berbuka, dibagi-bagikan. Seorang jamaah dibuat terkejut ketika menemukan selembar 500 riyal Saudi di dalam kantong makanan itu. 2 juta rupiah! Ah, orang yang membagikan itu jelas orang yang bahagia. Pasti dia damai hidupnya. Selain berbagi, ia tidak memunculkan siapa dirinya. Tidak ada nama yang disablonkan di kantong itu. Tidak ada kartu nama yang disisipkan. Entah siapa dia? Saya teringat dengan seseorang entah siapa, yang sudah beberapa kali transfer uang melalui rekening lembaga yang kami kelola. Secara angka, mungkin dianggap sebagian orang tak seberapa, namun bagi kami sudah sangat luar biasa. Saya tidak tahu siapa. Dan saya tidak berani bertanya, siapa dia? Sebab, dia pun tidak memperkenalkan dirinya. Di struk transfer pun tak ada namanya. Namun, saya berdoa, semoga engkau yang di sana bertambah bahagia dan semakin damai seterusnya. Sebab, bahagia itu sederhana. Ketika engkau mampu berbagi, lebih-lebih tanpa manusia mengenalinya. Baarakallahu fiik Pelataran Pintu 101, 24 Ramadhan 1444 H/15 April 2023 t.me/anakmudadansalaf


Wajib bagi seorang muslim menguburkan jenazah saudara muslimnya jika tidak ada keluarga dekat si mayat yang mengurusnya, setelah memandikan, mengafani, dan menshalatinya. Karena hal itu adalah fardu kifayah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Jika memang kuburan itu seperti yang Anda ceritakan berupa tanah yang kuat dan bagus untuk digali serta memungkinkan untuk menguburkan tanpa membuat bangunan, maka wajib hukumnya menjadikan kuburan seperti biasa berupa satu lubang dengan satu liang lahad, karena yang demikian sesuai dengan Sunnah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Wajib menguburkan mayat di tempat yang menjaga dan memeliharanya dari kehinaan dan menutupinya dari pandangan orang lain dengan cara yang memungkinkan. Disyariatkan menghadapkannya ke arah kiblat, miring sedikit dari arah kiblat tidak berpengaruh baginya dan tidak perlu merubah posisi mayat yang telah di kuburkan dan wajahnya melenceng dari arah kiblat. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina […]


Hukum asal dalam syariat Islam bahwa setiap mayat dikuburkan di kuburan tersendiri jika memungkinkan dan tidak dikuburkan bersama mayat lain, baik bersama orang yang meninggal dalam waktu yang sama dengannya maupun orang yang meninggal setelahnya. Demikian pula hukum asalnya bahwa kuburan mayat-mayat tidak boleh digali setelah beberapa lama lalu dipindahkan dari kuburannya dan diletakkan dalam […]


Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam di mana turunnya Al-Quran dimulai. Setiap muslim pasti ingin meraih keberkahan dan keutamaan malam yang mulia ini. Namun, bagaimana caranya agar kita bisa meraih keutamaan lailatul qadar dengan pasti? Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan, ومن اجتهد في العشر كلها في الصلاة والقرآن والدعاء […]