Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhāb rahimahullah ta’ala berkata: “Dalilnya (hijrah) adalah firman Allah Ta’ala : إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِهِمْ قَالُوا۟ فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا۟ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ قَالُوٓا۟ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةً فَتُهَاجِرُوا۟ فِيهَا ۚ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri […]

BOLEHKAH BERSEDEKAH MESKIPUN MASIH ADA HUTANG? . Pertanyaan, Bismillah, afwan ustadz hafidzohulloh ijin bertanya. Apakah boleh kita bersedekah jika kita masih ada hutang. Misal ustadz hutang saya 10 jt belum terbayar (belum mampu membayar), dan saya mau bersedekah 10 rb. Apakah masih boleh kita bersedekah. Jazakallahu khoyron ustadz.. Jawaban, al-Ustadz Abu Fudhail 'Abdurrahman bin 'Umar hafizhahullah, Tidak mengapa jika seperti ini keadaannya selama utang tersebut masih bisa dia cicil. Mari kita simak, penjelasan syekh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin. Beliau berkata, الصدقة من الإنفاقالمأمور به شرعا، والإحسان إلى عباد الله إذا وقعت موقعها، والإنسان مثاب عليها، وكل امرىء في ظل صدقته يوم القيامة، وهي مقبولة سواء كان على الإنسان دين أم لم يكن عليه دين، إذا تمت فيها شروط القبول، بأن تكون بإخلاص لله عز وجل، ومن كسب طيب، ووقعت في محلها، فبهذه الشروط تكون مقبولة بمقتضى الدلائل الشرعية، ولا يشترط أن لا يكون على الإنسان دين، لكن إذا كان الدين يستغرق جميع ما عنده فإنه ليسمن الحكمة ولا من العقل أن يتصدق والصدقة مندوبة وليست بواجبة ويدع دينا واجبا عليه، فليبدأ أولا بالواجب ثم يتصدق. "Sedekah itu termasuk dari infak yang diperintahkan secara syariat dan berbuat baik kepada hamba-hamba Allah apabila tepat penempatannya dan seseorang akan mendapat pahala dengannya. Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya pada hari kiamat nanti. Sedekah itu diterima oleh Allah baik dari orang yang berutang atau yang tidak berutang apabila terpenuhi padanya syarat-syarat diterimanya yaitu sedekah yang dilandasi dengan ikhlas dan dari hasil yang baik serta tepat pada tempatnya. Maka dengan syarat-syarat ini, sedekah itu menjadi diterima berdasarkan dalil-dalil syar'i. Tidaklah disyaratkan sedekah itu seseorang harus tidak punya utang. Namun apabila utang tersebut dapat menghabiskan apa yang ada di sisinya, maka tidaklah termasuk hikmah dan tidak sesuai dengan akal untuk seseorang bersedekah. Sedekah itu sunnah tidak wajib sedangkan dia meninggalkan utang yang wajib atasnya. Maka hendaknya dia memulai dengan yang wajib terlebih dahulu kemudian bersedekah" (Majmuu' al-Fataawaa, 18/42). Wallahua'lam 📃 𝐒𝐮𝐦𝐛𝐞𝐫: 𝐌𝐚𝐣𝐦𝐮'𝐚𝐡 𝐚𝐥-𝐅𝐮𝐝𝐡𝐚𝐢𝐥 ✉️ 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢: https://t.me/TJMajmuahFudhail


Al-Hasan al-Bashri rahimahullah menyatakan, لأن أَقضِي حاجةَ أخٍ لي مُسلِم أَحَبُّ إليَّ مِن اعتِكاف سَنَة. “Aku menunaikan kebutuhan saudaraku sesama muslim lebih aku sukai daripada melakukan iktikaf selama satu tahun.” Az-Zuhd libni Mubarak 1/258


Syaikh Ubaid Al Jabiri rahimahullah berkata, فمن أراد أن ينجيه الله تعالى من النار و يدخله الجنة فليجد فيما هو من الإيمان ويعض عليها، ويستكثر من فرائض الدين و نوافله. حتى يأتيه الموت وهو على ذالك. “Barang siapa yang ingin agar Allah menyelamatkannya dari neraka dan memasukannya ke dalam surga, maka bersungguh-sungguhlah pada suatu amalan […]


Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya tentang petir, maka beliau menjawab, الرَّعْدُ مَلَكٌ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ مُوَكَّلٌ بِالسَّحَابِ (بِيَدَيْهِ -أَوْ فِيْ يَدِهِ- مِخْرَاقٌ مِنْ نَارٍ يَزْجُرُ بِهِ السَّحَابَ) وَالصَّوْتُ الَّذِيْ يُسْمَعُ مِنْهُ زَجْرُهُ السَّحَابَ إِذَا زَجَرَهُ حَتَّى يَنْتَهِيَ إِلَى حَيْثُ أَمَرَهُ “Petir adalah salah satu malaikat Allah yang diberi tugas untuk mengurus awan, (di kedua […]


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “أما رأس العام الميلادي فإنه لا يجوز التهنئة به؛ لأنه ليس عاماً شرعياً بل إن هنئ به الكفار على أعيادهم. فهذا يكون الإنسان فيه على خطر عظيم أن يهنئهم بأعياد الكفر; لأن التهنئة بأعياد الكفر رضا بها وزيادة, والرضا بالأعياد الكفرية ربما يخرج الإنسان من دائرة الإسلام. كما […]




Jika masalahnya seperti yang telah disebutkan, maka separuh mahar yang belum dibayar adalah kewajiban suami karena mereka telah melakukan hubungan badan. Itu tergolong utang yang harus dibayar kepada istri. Karena utang itu belum dibayar semasa hidupnya, maka keluarga yang ditinggal wajib membayarkannya kepada istri, sebelum harta-harta yang diperolehnya –baik dari diyat kecelakaan atau peninggalan lainnya […]


Istri berhak mendapatkan mahar secara penuh dari suami, jika keduanya sudah melakukan hubungan badan. Penanya menyebutkan bahwa saudara lelakinya (suami dari perempuan tersebut) meninggal dunia dengan masih memiliki utang pembayaran mahar yang ditunda dan baru akan dibayar setelah dua puluh tahun. Dia juga menyebutkan bahwa istrinya merupakan ahli waris bagi suaminya. Menurut penanya, tradisi yang […]


Pembayaran mahar boleh dilakukan dengan cara dibayar dimuka seluruhnya, ditunda seluruhnya atau sebagian dibayar di muka dan sebagian lagi ditunda hingga waktu yang telah ditentukan. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Boleh membayar seluruh mahar di awal, atau menunda seluruh pembayarannya nanti. Boleh pula membayar sebagiannya di awal dan sebagian lagi belakangan. Apabila ada mahar yang ditunda, maka wajib dibayar pada waktu yang telah disepakati. Apabila tidak ada waktu yang disepakati, maka wajib dibayar ketika terjadi perceraian. Apabila suami meninggal, maka mahar dibayarkan oleh ahli warisnya […]