Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Sebagian ulama memberikan rukhshah (keringanan) untuk meng-qashar shalat yang bilangannya empat rakaat, dan tidak berpuasa selama dalam perjalanan. Jumhur ulama memberikan batasan jarak yaitu sekitar delapan puluh kilometer. Orang yang memilih berpuasa dalam perjalanan meskipun dianjurkan untuk berbuka, puasanya tetap sah, karena ada dalil yang membolehkan. Dia tidak berdosa jika memilih berpuasa, kecuali jika puasa […]


Orang yang melakukan perjalanan di siang hari Ramadhan boleh tidak berpuasa. Namun, dia harus meng-qadha-nya di lain waktu. Ini berdasarkan firman Allah Ta’ala , وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari- hari […]


Hadis yang terkenal dalam masalah ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahih-nya, dari Anas radhiyallahu `anhu. Dia berkata, كنا مع النبي صلى الله عليه وسلم في السفر فمِنَّا الصائم ومنا المفطر، قال: فنزلنا منزلاً في يوم حار، أكثرنا ظلاًّ صاحب الكساء، ومنا من يتقي الشمس بيده، قال: فسقط الصوام وقام المفطرون فضربوا الأبنية وسقوا الركاب […]


Jika orang yang sedang bepergian diperbolehkan meng-qashar shalat, maka artinya diperbolehkan juga tidak berpuasa bulan Ramadhan, baik itu untuk perjalanan umrah, silaturahim, ke rumah kawan, menuntut ilmu, berdagang, atau perjalanan lain yang diperbolehkan. Ini berdasarkan firman Allah Ta’ala, وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu […]


Orang yang sedang bepergian boleh tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan mengqashar shalat. Ini lebih baik daripada tetap berpuasa dan menyempurnakan bilangan rakaat shalat, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam , إن الله يحب أن تؤتى رخصه كما يحب أن تؤتى عزائمه “Sesungguhnya Allah suka kamu melaksanakan rukhsah (keringanan), sama seperti Allah suka kamu […]


Dengan kondisi seperti yang dijelaskan di atas, hendaknya Anda bersabar sampai Allah memberikan kesembuhan. Anda wajib meng-qadha puasa yang Anda tinggalkan selama bulan Ramadhan. Ini berdasarkan firman Allah Ta`ala, وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang […]


Dia wajib meng-qadha semua puasa yang ditinggalkannya pada Ramadhan tahun 1401 H, walaupun telah menunaikan puasa Ramadhan tahun 1402 H. Allah Ta’ala berfirman, وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak […]


Fidyah yang dia bayarkan selama ini, yaitu memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari yang dia tinggalkan itu dapat menggantikan puasanya. Dia tidak wajib meng-qadha lagi setelah sembuh, karena dia berhalangan dan telah melakukan apa yang diwajibkan baginya ( membayar fidyah). Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Dalam kondisi seperti yang disebutkan, di mana penderita penyakit liver dianjurkan untuk tidak berpuasa oleh dokter, jika dokter tersebut dapat dipercaya dan memiliki keahlian dalam bidang tersebut, maka anjuran untuk tidak berpuasa itu dapat diterima. Sebab, dia mengetahui kondisi dan beban penderita, saat dia melaksanakan puasa dibandingkan ketika dia tidak berpuasa. Namun, dia wajib meng-qadha […]


Jika kondisinya seperti yang Anda sebutkan bahwa penyakit Anda terus berkelanjutan dan tidak mampu berpuasa, maka Anda cukup memberi makan orang miskin sebanyak hari yang Anda tinggalkan. Setiap satu hari dibayar dengan setengah sha’ gandum, kurma, beras, dan makanan pokok lain seperti makanan yang Anda berikan untuk keluarga Anda. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad […]


Jika kondisinya seperti yang Anda sebutkan, bahwa Anda tidak mampu berpuasa atau jika berpuasa justru menambah sakit dan menunda kesembuhan, maka Anda boleh tidak berpuasa, namun wajib meng-qadha di kemudian hari. Ini berdasarkan firman Allah Ta`ala, فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ “Maka barangsiapa di antaramu ada yang sakit atau […]


Jika kondisinya demikian, maka dia boleh tidak berpuasa pada bulan Ramadhan karena uzur. Dia wajib meng-qadha selama hari yang ditinggalkan jika dia sudah sembuh dan kuat berpuasa. Demikian juga halnya jika dia tidak mampu berpuasa penuh atau sebagian dari bulan Ramadhan yang akan datang maka dia boleh tidak berpuasa dan wajib meng-qadha jika sudah sembuh. […]