Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Anda boleh melakukan sai bersama ibu Anda dengan menggunakan kursi roda. Sebab, dia dianggap memiliki uzur dan mengalami kesulitan jika melakukan sai dengan berjalan kaki. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Dia tidak wajib mengulang sai, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam sunannya dengan sanad sahih kepada Usamah bin Syarik, yang berkata, خرجت مع النبي صلى الله عليه وسلم حاجًّا، فكان الناس يأتونه، فمن قائل: يا رسول الله سعيت قبل أن أطوف، أو قدمت شيئًا وأخرت شيئًا، فكان يقول: لا حرج، لا حرج، إلا […]


Jika realitasnya sebagaimana yang telah Anda sebutkan, bahwa Anda berihram dari miqat, menunaikan thawaf, dan melakukan sai, maka umrah Anda sah. Penyakit yang Anda alami tidak memiliki pengaruh apa-apa. Adapun diterima atau tidaknya umrah Anda, itu adalah hak Allah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Iya. Umrah yang dilakukannya tersebut sudah cukup sebagai umrah wajib secara syariat, jika sebelumnya belum menunaikan umrah. Jika dia pernah melakukannya, maka umrah tersebut disebut umrah sunah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Dia boleh menunaikan umrah meskipun tidak menunaikan haji di tahun tersebut. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Iya, seseorang boleh menunaikan umrah sebelum menunaikan haji wajib, karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat beliau melakukannya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Yang paling benar dari dua pendapat ulama adalah bahwa umrah hukumnya wajib, berdasarkan firman Allah Ta’ala, وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّ “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah : 196) Dan ada hadits-hadits lain mengenai hal itu. Jika seorang Muslim menunaikan umrah sebelum haji di bulan-bulan haji, kemudian dia menunaikan haji di tahun […]


Umrah boleh dilakukan pada hari apa pun sepanjang tahun hingga bulan-bulan haji. Jika seseorang menunaikan umrah di bulan-bulan haji dan menjalankan haji setelahnya di tahun yang sama, maka itu disebut haji tamatuk. Jika dia menunaikan umrah bersamaan dengan haji, maka disebut haji kiran. Masing-masing dari haji tamatuk dan kiran dikenakan kewajiban membayar dam seekor kambing […]


Umrah wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi penduduk Makkah dan lainnya, karena dalil-dalil yang mewajibkannya bersifat umum. Adapun ihram umrah bagi orang yang berada di dalam tanah haram dimulai dari luar tanah haram seperti Tan`im, Ji`ranah, dan semisalnya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Apabila Anda telah menunaikan semua rangkaian ibadah haji seperti yang Anda sebutkan, maka ibadah haji Anda sah. Sedangkan apa yang terjadi pada Anda tidak mempengaruhi keabsahan ibadah haji Anda dan tidak wajib diulang. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Jika kenyataannya sebagaimana yang disebutkan, maka dia wajib menyembelih hewan karena tidak menunaikan thawaf wada’ setelah selesai menjalankan manasik haji. Tawaf umrahnya tidak cukup untuk menggantikan thawaf hajinya karena dia masih memiliki kewajiban membayar dam sebagai konsekuensi keluar ke miqat sebelum menjalankan thawaf wada’. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa […]


Jawaban 1: Tidak diharamkan jual beli setelah thawaf wada’. Akan tetapi, seandainya seseorang telah thawaf wada’ kemudian menunda meninggalkan Makkah dalam waktu yang lama menurut kebiasaan, maka disyariatkan baginya untuk mengulangi kembali thawafnya. Jawaban 3: Orang yang menunaikan umrah, terlebih yang tinggal di Makkah setelah menunaikan umrah, disyariatkan untuk thawaf wada’ saat hendak keluar dari […]