Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Perbuatan melaknat dan mencaci kedua orang tua termasuk kedurhakaan yang terbesar dan perbuatan dosa besar sebab Allah Ta’ala berfirman, فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا (23) وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّي ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا “Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak […]


Jika Anda menyedekahkan atas nama kedua orang tua Anda yang sudah meninggal daging, makanan, dan lain-lain, maka ini adalah disyariatkan dan pahalanya diharapkan sampai kepada mereka. Hal ini berdasarkan keumuman hadis Sa’d radhiyallahu ‘anhu bahwasanya dia bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Apakah dia boleh bersedekah untuk ibunya yang sudah meninggal?” Lalu dia pun […]


Anda boleh melihat badan ibu Anda yang bukan aurat. Auratnya harus Anda tutup dengan kain saat Anda membersihkannya. Anda harus mengenakan alas tangan agar tidak menyentuh aurat dan membersihkannya dari balik kain penutup. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Orang tua mempunyai hak besar terhadap anaknya untuk dihormati, dihargai, dan menerima kebaikan, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan hal itu dan melarang menyakitinya dengan perkataan dan perbuatan. Anda tidak punya hak untuk mencegah ibu Anda pergi ke tetangga dan kerabat, kecuali apabila keluarnya menimbulkan kerusakan sehingga Anda wajib menasihatinya dengan lemah-lembut dan bijaksana […]


Pertama, pemuda tersebut harus berbuat baik dan berbakti kepada ayahnya dengan perkataan dan perbuatan semaksimal mungkin dan ia tidak terlarang untuk bekerja demi mencari biaya penghidupan, tetapi sebaiknya ia bekerja di negaranya agar ia dapat membantu ayahnya. Kedua, pemuda tersebut disyariatkan untuk menikahi perempuan yang taat agama dan berakhlak mulia dan sebaiknya ia mengkonsultasikannya kepada […]


Apabila orang tua Anda menyuruh Anda melakukan maksiat, maka Anda tidak boleh menaati mereka. Anda harus memberi tahu mereka dengan cara yang baik bahwa perbuatan itu adalah maksiat yang tidak boleh dilakukan dan lakukanlah sesuatu yang tidak mengandung maksiat yang dapat menyenangkan hati mereka. Apabila mereka menyuruh Anda melakukan suatu yang, menurut anggapan Anda, aib, […]


Anda haram berbuat durhaka kepada ayah Anda. (Allah) Ta’ala berfirman, وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (QS. Al-Israa’: 23) dan seterusnya. Ketika menyebutkan tujuh dosa besar (yang menghalangi masuk surga), Nabi Shallallahu `Alaihi […]


Teruskan dalam menyelesaikan studi Anda tentang ilmu-ilmu agama, berbuat baiklah kepada ayah Anda dengan perkataan dan perbuatan, serta menyelesaikan/memenuhi kebutuhan-kebutuhannya pada saat Anda berada bersamanya sesuai kemampuan Anda. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Allah Subhanahu di dalam Al-Qur’an memerintahkan kepada para hamba-Nya untuk memelihara hubungan silaturahmi. Allah berfirman, وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ ” Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim.” (QS. An-Nisaa’: 11) Dan melarang untuk memutuskan silaturahmi seraya berfirman, فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ […]


Teruskan menasihati ibu Anda dan mengajarinya hal-hal yang berkaitan dengan tauhid dan hukum-hukum salat, seperti membaca ayat Al-Qur’an, tasbih, dan tasyahud. Apa yang tidak mampu dilakukannya telah gugur darinya. Berbuat baiklah kepadanya, maka Allah akan berbuat baik kepada Anda. Apa yang tidak bisa dilakukannya keputusannya diserahkan kepada Allah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa […]


Dalam berbakti, ibu lebih didahulukan daripada ayah, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam ketika ditanya, من أحق الناس بحسن صحابتي؟ فقال: أمك قال: ثم من؟ قـال: أمك قال: ثم من؟ قال: أمك قـال: ثـم من؟ قـال: أبوك “Siapakah orang yang paling berhak untuk saya pergauli dengan baik?” Ia menjawab, “Ibumu.” Lelaki itu bertanya lagi, […]


Hukum asalnya adalah istri harus menaati suaminya, perwalian bagi anak-anak berada pada lingkup pasangan suami istri, dan ayah suami atau lainnya tidak berhak ikut campur dalam hal itu selama tidak ada kesesuaian/kebutuhan syariat yang ditentukan oleh mufti atau hakim (pengadilan agama). Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.