Fiqih

Apakah Seseorang Harus Melayani Secara Langsung Ibunya, Yang Tidak Mampu Melayani Dirinya Sendiri Dan Hanya Memiliki Dia Yang Bisa Melayaninya

Fatwa Ulama
Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
February 13, 20231 min read
Apakah Seseorang Harus Melayani Secara Langsung Ibunya, Yang Tidak Mampu Melayani Dirinya Sendiri Dan Hanya Memiliki Dia Yang Bisa Melayaninya

Ringkasan Artikel

Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.

Login sekarang →
Saya mempunyai ibu yang penyayang. Dia rela berkorban demi masa depan saya. Sepeninggal ayah saya dia tidak menikah. Dia mendidik saya selama 23 tahun. Saya adalah anak satu-satunya. Sekarang dia jatuh sakit, tidak bisa bergerak, dan membutuhkan orang yang melayaninya. Saya tidak punya kerabat kecuali bibi saya yang tinggal jauh dari tempat tinggal saya. Saya belum menikah sehingga sayalah yang melayani, memenuhi kebutuhan, memandikan, mencucikan pakaian, dan memberi makan dan minumnya. Ketika saya bertanya kepada ulama di Al-Azhar, mereka berkata, "Kamu tidak boleh memandikan ibumu dan tidak boleh melihat auratnya." Tidak ada yang bisa menjaga ibu saya kecuali bibi saya yang datang satu kali dalam seminggu. Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus mengikuti perkataan para ulama Al-Azhar atau saya tetap dengan keadaan seperti ini? Sebagian teman saya berkata, "Coba kamu kirim surat kepada Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz." Lalu mereka memberi saya alamat syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. Saya berharap Anda berkenan untuk mengirimkan jawaban. Apa yang harus saya lakukan dalam hal ini? Apakah saya tetap merawat ibu saya atau tidak? Jika saya tidak melakukannya, siapa yang akan menjalankannya? Tidak ada orang lain selain saya. Saya juga tidak bisa menikah dengan kondisi seperti ini. Jika saya menikah, istri tidak mungkin mau melakukan pekerjaan ini dan orang tuanya tentu tidak meridai putrinya melakukan pekerjaan ini. Saya pernah meminang seorang gadis, tetapi keluarganya menolak dengan beralasan, "Kamu mau mencari perempuan yang mau dipekerjakan, bukannya mencari istri." Jadi, apa yang mesti saya lakukan? Semoga Allah melimpahkan kasih sayang-Nya kepada Anda.
HomeRadioArtikelPodcast