Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Allah Jalla wa ‘Ala memerintahkan untuk bersilaturahmi dan melarang untuk memutusnya. Allah Ta’ala berfirman, وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ” Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Israa’: 23) Dan, إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى […]


Silaturahmi berlaku untuk orang-orang yang disebutkan dalam pertanyaan maupun kerabat lainnya, seperti kakek, nenek, keponakan, bibi dan paman (baik dari pihak ayah maupun pihak ibu), sepupu, dan semua yang memiliki hubungan kekerabatan. Namun, prioritasnya berbeda-beda. Yang paling dekat dengan Anda itulah yang paling berhak dengan bakti dan kebaikan Anda karena Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam […]

BERSEMBUNYI DI BALIK ULAMA ADALAH METODENYA AHLUL BID'AH ✍️ Asy-Syaikh Al-Imam Rabi' bin Hadi Al-Madkhali حفظه الله berkata: Metode-metode seperti ini adalah metodenya ahlul bid'ah. Mereka bersembunyi (untuk menutup-nutupi kebid'ahan mereka) di balik seorang yang termasuk dari kalangan Al-Barizah (ulama kibar yang terkenal keilmuannya dan keberaniannya untuk . membantah ahlul bid'ah serta dianggap dan diterima ucapannya oleh manusia). Maka Al-Qadariyyah (kelompok yang mengingkari adanya takdir) mereka bersembunyi di balik Al-Hasan (Al-Bashri) رحمه الله. Mereka menulis, menyebarkan, dan menyusun risalah-risalah. Mereka menisbatkan ucapan tentang tidak adanya takdir kepada Al-Hasan رحمه الله dengan dusta dan palsu, padahal Al-Hasan رحمه الله bukan termasuk golongan mereka. Khawarij (pun demikian) mereka bersembunyi di balik orang besar lainnya; yaitu Abu Asy-Sya'tsaa Jabir bin Zaid رحمه الله, salah satu murid kibarnya Ibnu Abbas رضي الله عنهما. Kepada Kibarul Fuqaha orang-orang khawarij bersembunyi di baliknya. Maka metode ini termasuk permainannya ahlul bid'ah. Karena kebid'ahan mereka tidak laku kalau tidak bersembunyi di balik Aimmatul Islam. Maka seperti inilah apa yang dilakukan manusia (sekarang). Al-Quthbiyyah (pengikut Sayyid Qutub) tidak laku kecuali dengan persembuyian seperti ini. (Mereka bersembunyi) di balik Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Baz, Al-Albani, Ibnu Utsaimin, dan yang selain mereka dari kalangan orang yang dianggap dan diterima ucapannya oleh manusia di penjuru dunia رحمهم الله. Mereka mengatakan, "kami termasuk murid-muridnya Ibnu Baz; kami di atas manhaj salaf, (kami) termasuk murid-muridnya Al-Albani, kami adalah murid-muridnya Ibnu Utsaimin." maka manusia pun mengira kalau para Imam ini bersama mereka (satu manhaj). Sehingga tertipulah kebanyakan dari para pemuda yang cinta ilmu dan Al-Haq. Dan akan tetapi mereka menipu kebanyakan manusia sehingga mereka terjatuh ke dalam jalan mereka. [Adz-Dzari'ah: 2/101] 📲Sumber: Saluran Telegram| املئوا الدنيا علما | milik Syaikh Fawwaz Al-Madkhali حفظه الله telegram: https://t.me/RaudhatulAnwar1


Memutus silaturahmi hukumnya adalah haram, bahkan termasuk dosa besar. Seorang muslim wajib menyambung silaturahmi sebisa mungkin meskipun hanya sekadar berkunjung sambil tersenyum dan berucap yang baik atau dengan mengirim surat, baik saat hubungan mengalami kerenggangan atau dalam kondisi baik-baik saja. Yang paling baik adalah orang yang terlebih dahulu memulai komunikasi. Perselisihan atau kesibukan dunia seharusnya […]


Menjalin silaturahmi dilakukan dengan berbuat baik kepada kerabat, yaitu dengan berkunjung dan mengulurkan bantuan kepada mereka. Adapun arti dari “durhaka kepada kedua orang tua” adalah tidak taat, menyakiti, tidak berbuat baik, dan tindakan lain yang dapat memutus silaturahmi. Adapun hak orang tua dari anaknya adalah sang anak taat kepadanya dalam segala kebajikan dan berbuat baik […]


Silaturahmi merupakan kewajiban bagi muslim maupun muslimah secara keseluruhan, berdasarkan sifat umum dalil-dalil yang membahas hal ini. Silaturahmi dilakukan dengan berkunjung, berbuat baik, dan mengulurkan bantuan kepada mereka. Anda harus mengajak mereka kepada kebaikan dengan cara yang paling baik sambil menjelaskan dalil-dalil yang mendukung ucapan Anda. Anda memakai cadar dan tidak berbaur dengan kaum pria […]


Silaturahmi hukumnya wajib sedangkan memutus silaturahmi hukumnya haram. Allah Ta’ala berfirman, فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ (22) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?(22) Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga […]


Cara yang tepat dalam mendidik anak adalah cara moderat, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak. Di satu sisi, anak tidak boleh diperlakukan kejam dan kasar. Namun, di sisi lain, anak tidak boleh dibiarkan begitu saja dan tidak dipedulikan. Orang tua harus merawat, mendidik, mengarahkan, dan membimbing anak-anak mereka untuk berakhlak dan beretika yang baik […]


Anda wajib melatih diri Anda untuk bersabar dalam menghadapi kondisi sulit dan musibah. Anda harus melampiaskannya dengan salat, berzikir, dan berdoa kepada Allah Jalla wa `Ala. Anda tidak boleh memukul anak-anak tanpa sebab yang dibolehkan, misalnya dengan tujuan mendidik. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Sebaiknya sang ayah membawa anaknya ke rumah sakit agar memperoleh tindakan medis yang tepat untuk menghilangkan atau meredam syahwat. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Kami menyarankan Anda untuk terus menasihati mereka dan tidak berputus asa. Gunakanlah cara yang bermanfaat dalam mendidik dan mengarahkan mereka, dengan terkadang memberikan hadiah atau hukuman, menanamkan rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah dalam hati mereka, menjauhkan mereka dari teman-teman pergaulan yang buruk, mengajak mereka untuk bergaul dengan orang-orang saleh, dan mengingatkan mereka untuk waspada […]


Memiliki akhlak yang baik adalah sebagian dari iman dan memperlakukan orang dengan baik adalah sebagian dari Islam. Dua hal ini merupakan etika yang secara syariat wajib diterapkan oleh setiap muslim. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala membenci orang yang berbuat keji, kasar, dan berperangai buruk. Oleh karena itu, sang ayah harus dapat menahan lisannya untuk tidak […]