Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Tidak boleh menafsirkan Al-Quran kecuali para ulama yang mengetahui metode-metode tafsir. Tidak boleh menafsirkan Alquran berdasarkan ketidaktahuan dan hawa nafsu, berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam , من قال في القرآن بغير علم فليتبوأ مقعده من النار “Barangsiapa yang menafsirkan Alquran tanpa didasari ilmu maka hendaknya dia menempati tempat duduknya yang terbuat dari […]


Nas-nas Al-Quran dan sunah, serta hukum-hukum syariah berlaku umum bagi seluruh manusia dan bagi seluruh problematikanya hingga hari kiamat. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala tentang Al-Quran, لأُنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ “Supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai al-Quran (kepadanya).” (QS. Al-A’nam: 19) Dan berdasarkan firman Allah Ta`ala, قُلْ يَا أَيُّهَا […]


Tidak ada kontradiksi antara ayat Al-Quran dan hadits di atas. Sebab, hadits itu memuat penambahan hukum atas makanan haram yang tidak disebutkan dalam ayat suci Al-Quran. Allah Ta`ala berfirman, وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7) […]


Seorang Muslim wajib beriman dengan qadha’ dan qadar Allah Ta’ala, bahwa Allah telah menulis (menetapkan) rizkinya ketika ruh ditiup dalam jasadnya ketika ia masih dalam rahim ibunya, dan rizkinya tak pelak, pasti datang berdasarkan hadis sahih dari Abdullah bin Mas`ud, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan kepada kami, إن أحدكم يجمع خلقه في […]


Kewajiban seorang muslim adalah meyakini ketentuan dan takdir, sesuatu yang dikehendaki Allah pasti terjadi dan sesuatu yang tidak dikendaki-Nya pasti tidak akan terjadi, dan segala sesuatu telah diciptakan, diketahui dan ditentukan Allah serta ajal manusia melewati beberapa tahap, yiatu: Pertama, ditulis di Lauhul Mahfudh. Kedua, dalam proses peniupan ruh, yaitu saat kehamilan. Ketiga, pada saat […]


Mengenai orang-orang yang hidup sebelum dakwah Islam (fatrah), ada perbedaan di antara ulama. Namun, menurut pendapat yang unggul, mereka akan diuji pada hari kiamat. Barangsiapa yang menerima ketika diminta, ia akan selamat. Sebaliknya, orang yang membangkangnya, ia akan binasa, sebagaimana termuat dalam hadis Aswad bin Sari` at Tamimi as Sa`di dan yang lainnya. Adapun kedua […]


Pengecualiaan pada ayat-ayat ini bukan bermakna bahwa orang-orang beriman tidak kekal di surga kelak, atau orang-orang kafir tidak kekal di neraka kelak, akan tetapi pengecualiaan pada ayat tersebut adalah untuk membuktikan kehendak Allah Ta’ala, dan pembuktiannya dalam segala hal, dan tidak berubah-rubah pada setiap keadaan. Karena itulah Allah Ta’ala menyebutkan setelahnya perihal orang-orang yang celaka […]


Hadits ini diriwayatkan oleh selain Bukhari dalam kitab (al-Adabul Mufrad), al-Imam Ahmad dalam Musnad (332/2 dan 366), Nasa’i dalam kitab (Sunanul Kubra 353/4 Nomer 7491), Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya 178/7 Nomer 2916, Abu Ya`la dalam Musnad 432/11 Nomer 6556, Hakim di Mustadrak 1/ 347, al Bazzar di dalam kitab (Kasyful astar 1/ 369 nomer […]


Hukum anak-anak orang musyrik di dunia seperti hukum bapak mereka sedangkan hukum mereka di akhirat, menurut pendapat ulama yang benar, ada dua pendapat: Pertama, mereka diuji tentang Islam. Yang lulus dari ujian akan masuk surga, tetapi yang tidak lulus akan masuk neraka. Caranya adalah ia diajak masuk Islam. Yang menerimanya masuk surga, tetapi yang menolak […]


Yang benar adalah bahwa jin yang mukmin masuk surga. (Allah) Ta’ala berfirman, وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.” (QS. Ar-Rahman: 46) Barang siapa yang takut saat menghadap kepada Tuhannya dengan cara beriman dan melakukan perbuatan baik, maka ia beriman sedangkan Allah telah menjanjikan orang […]


Allah ‘Azza Wa Jalla memberitaukan bahwasanya dengan keutamaan, karunia dan kemulian-Nya keturunan orang-orang beriman akan berjumpa dengan para orang tua mereka di suatu tempat (di surga) walaupun mereka (sang anak) tidak menyamai mereka (sang orang tua) dalam amal. Allah Jalla Sya’nuhu berfirman, وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ […]


Orang-orang shaleh dapat memberi syafa’at pada hari Kiamat jika diizinkan Allah dan orang yang diberi syafa’atnya adalah orang-orang muslim. (Allah) Ta’ala berfirman, وَلاَ يَشْفَعُونَ إِلا لِمَنِ ارْتَضَى “Mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 28) Dan (Allah) Ta’ala berfirman, مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ “Tiada yang dapat memberi […]