Fiqih

Menepis Kontradiksi Pada Firman Allah Ta`ala, “Katakanlah, ‘Tiadalah Aku Peroleh Dalam Wahyu Yang Diwahyukan Kepadaku …” Hingga Akhir Ayat

Fatwa Ulama
Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
March 2, 20231 min read
Menepis Kontradiksi Pada Firman Allah Ta`ala, “Katakanlah, ‘Tiadalah Aku Peroleh Dalam Wahyu Yang Diwahyukan Kepadaku …” Hingga Akhir Ayat

Ringkasan Artikel

Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.

Login sekarang →
Allah berfirman dalam Al-Quran al-Karim,
قُلْ لاَ أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْـزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ
"Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah." (QS. Al-An'am: 145) Hingga akhir ayat. Dari ayat tersebut terlihat bahwa hewan yang diharamkan Allah untuk dikonsumsi hanyalah babi, dan ini diulang dalam beberapa ayat lain dalam Al-Quran. Namun dalam hadits disebutkan,
إن الله حرم كل ذي ناب من الحيوان، وكل ذي مخلب من الطير، ولحوم الحمر الأهلية
"Sesungguhnya Allah telah mengharamkan setiap hewan yang bertaring, setiap burung yang bercakar tajam, dan daging keledai jinak." Tidakkah Anda sekalian melihat ada kontradiksi antara hal yang disebutkan dalam Al-Quran dengan yang disebutkan dalam hadits (jika memang sahih)? Padahal ayat Al-Quran hanya dapat di-naskh (dihapus/diganti pemberlakuannya hukumnya dengan dalil yang datang belakangan) dengan Al-Quran. Dan, sepanjang pengetahuan saya, tidak ada ayat-ayat lain yang me-naskh ayat ini. Wallahu A`lam. Kami berharap Anda dapat memberikan penjelasan dan fatwa terkait hal ini. Semoga Allah membalas dengan kebaikan dan memberikan manfaat.
HomeRadioArtikelPodcast