Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Kami jelaskan masalah tersebut sebagaimana berikut: Pertama, pendapat mengenai tasawuf yang dinukil dari perkataan sebagian ulama, ahli ibadah, dan ahli zuhud terdahulu yang bukan merupakan kaum sufi, tidak dapat dijadikan dasar ajaran tasawuf yang baru (diada-adakan), karena para kaum sufi telah menyimpang dari ajaran al-Quran dan as-Sunnah. Mereka telah membuat tarekat-tarekat bid`ah (baru) yang bertentangan […]


Kewajiban seorang muslim adalah mengikuti Al-Quran dan Sunnah yang telah Allah turunkan kepada Nabi-Nya. Di situ terdapat petunjuk dan cahaya. Seorang muslim juga wajib memahami makna Al-Quran dan Sunnah dengan baik, mengamalkannya serta sabar menanggung resiko dalam berpegang teguh kepada jalan Allah yang lurus seperti halnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat dahulu. […]


Tidak boleh hukumnya memiliki keyakinan bahwa seorang makhluk bisa bertindak dan mengatur alam bersama Allah. Entah makhluk tersebut bernama Ghauts, Quthb, atau yang lainnya. Barangsiapa memiliki keyakinan seperti itu maka dia telah kafir dan musyrik. Apa yang disebutkan kaum sufi tentang pertemuan Quthb-quthb, Ilyas, Khidhr, dan yang lainnya.. semua itu adalah batil, khurafat, dan sesat. […]


Tawajud dan menari-nari termasuk amalan-amalan bid’ah kaum sufi. Untuk itu, seorang Muslim tidak boleh bergabung dengan mereka atau melakukan aktifitas yang menyerupai mereka. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Nukilan cerita yang ada di dalam kitab ini sebagaimana yang disebutkan di dalam pertanyaan termasuk bid`ah dan khurafat yang tidak ada landasannya dari syariat, juga tidak ada dasarnya dari al-Quran dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal itu juga tidak dikatakan dan diyakini kecuali oleh orang yang buruk fitrahnya, buta mata hatinya, dan sesat […]


Syair-syair tersebut jelas-jelas mengandung kata-kata batil dan kafir dan Syekh Abdul Qadir al-Jilani – rahimahullah – terbebas darinya. Itu adalah syair-syair yang dinisbatkan secara dusta kepada Syekh. Semoga Allah membalas orang yang telah berdusta atas nama Syekh, dengan balasan yang pantas. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Apa yang telah disebutkan dalam bait-bait ini mengandung kesombongan luar biasa, serta mengklaim ikut memiliki ‘Arsy Allah dan kekuasaan-Nya. Ini adalah tindakan kufur kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Untuk itu, tidak boleh hukumnya mengumandangkan bait-bait ini. Kita harus mencegah orang-orang mengumandangkannya, dan mengutuknya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnu al-Qayyim tentang aliran sufi, dan bahwa di antara kaum sufi ada orang-orang yang lurus, yang dimaksud adalah para generasi pendahulu mereka. Adapun generasi sufi zaman sekarang sudah diwarnai dengan penyelewengan dan kesesatan. Walau bagaimanapun, tasawuf adalah aliran bid`ah dalam Islam. Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam telah […]


Cinta kepada Rasulullah shallallahu `alahi wa sallam adalah dengan mengikuti beliau, meneladani sunahnya, dan mengikuti petunjuknya. (Allah) Ta’ala berfirman, قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali-‘Imran: […]


Ini termasuk sejumlah kesesatan kaum sufi dan cara setan mempermainkan akal mereka. Ini merupakan bisikan setan yang telah menyebabkan mereka tersesat. Tidak diragukan lagi bahwa orang yang bermimpi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas beliau menyuruhnya melakukan atau meninggalkan sesuatu, maka hal itu tidak bisa dijadikan landasan syariat, karena Allah Ta’ala telah menyempurnakan agama dan […]


Kata “as-Shufiyyah” diambil dari kata “as-Shuuf” (bulu domba). Sebab, itu adalah identitas pakaian mereka. Pendapat ini lebih tepat secara bahasa dan realitas. Adapun pendapat yang mengatakan bahwa kata “as-Shufiyyah” berasal dari kata “Shuffah” (ruangan fakir miskin di mesjid Nabawi) karena kemiripan para sufi dengan fakir miskin dari kalangan para sahabat yang tinggal di “Shuffah” tersebut, […]


Yang dikenal dengan as-Sayyid al-Badawi adalah Ahmad bin Ali bin Ibrahim al-Husaini, salah seorang sufi dari Maroko pada abad ketujuh. Banyak orang bodoh dan ahli bid`ah dari aliran sufi dan yang lainnya berlebih-lebihan dalam mengagungkannya, seringkali sampai kepada derajat mengeluarkan mereka dari agama Islam. Hal itu seperti ada orang yang berdoa dan meminta tolong kepadanya, […]