Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Syubhat Kaum Filsafat : "Siapakah yg Menciptakan Allah?"
Atsar.id
Atsar.id

Syubhat Kaum Filsafat : "Siapakah yg Menciptakan Allah?"

SYUBHAT KAUM FILSAFAT:&nbsp. "SIAPAKAH YANG MENCIPTAKAN ALLAH? | APAKAH ALLAH BISA MENCIPTAKAN YANG LEBIH BESAR DARI-NYA?" Dijawab Oleh: Al-Ustadz Muhammad Umar As Sewed -hafidzohulloh- Sesi Tanya Jawab "Bekal Menghadapi Fitnah" | Ahad, 20 Dzulhijjah 1436H ~ 04 Oktober 2015M Masjid Al-Hidayah Surabaya |  Link:   http://bit.ly/1Lr3AxM (Versi Full 24 kps) P E R T A N Y A A N: Ikhwanifiddiin a'azzakumulloh, (Ada) syubhat na'uzdubillah.. syaithoniyah, sering berkata, membisikan : "Siapa yang menciptakan ini? siapa yang menciptakan kamu?" Alloh.. Kemudian bertanya, "Siapa yang menciptakan Alloh?" ------------------- J A W A B AN: Ucapkan.. أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.. Ucapkan.. أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.. Itu syaithon yang berbicara.. Karena dia manyamakan antara Khaliq dengan makhluq, dengan satu pertanyaan. Yang ditanya siapa yang Menciptakan.. itu makhluq, sedangkan Alloh Al Khaliq (pencipta-pen). Baarokallohufiikum.. Maka stop sampai disitu, dan ucapkan : أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.. Jangan kamu layani ucapan seperti itu !! Yang sejenis ini adalah kalimat, "Apakah Alloh bisa menciptakan yang lebih besar dari Dirinya?" Ini juga sama. Kalau mengatakan tidak bisa berarti Alloh tidak BerKuasa, kalau dikatakan bisa berati ada yang lebih Besar dari Alloh Subhanahu Wata'ala. أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.. Ikhwanifiddiin a'azzakumulloh, ini juga syubhat yang sama.. أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.. Alloh Maha Kuasa, bisa berbuat apapun sekehendakNya !! Tapi, apakah Alloh mau...? Hati-hati, tadi syubhatnya sesungguhnya rawan atau rapuh sekali. Alloh Maha Kuasa, Bisa berbuat apapun. "Berarti dia bisa menciptakan (yang lebih besar-pen)?" Kalau Alloh kehendaki, tapi Alloh tidak akan.. (suara kurang jelas_pen) , kan begitu, selesai.. Nggak ada yang lebih besar dari Alloh Subhanahu Wata'ala. Ikhwanifiddiin a'azzakumulloh, jangan sampai terbawa fitnah ini akhirnya mengucapkan kalimat sesat seperti kalimatnya Zakir Naik, yang katanya ahli debat.. Bahwa "aku memiliki 100 (1000-pen) perkara yang Alloh tidak bisa melakukannya." ❌Astaghfirulloh, ini ucapan-ucapan yang mengerikan, ❌Ucapan yang na'udzubillah, ❌Ucapan yang bertentangan dengan ucapan Alloh Subhanahu Wata'ala dalam Al Qur`an berkali-kali…. وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ "Alloh atas segala sesuatu Maha Kuasa" Maha Bisa... Dan ini iman !! Siapa yang tidak percaya, kafir.. Ini iman, ini aqidah !! Siapa yang tidak percaya bahwa Alloh 'ala kulli syai`in qadir, berarti dia kafir.. Ikhwanifiddiin a'azzakumulloh, alhamdulillah.. Sesungguhnya syubhat-syubhat yang seperti itu sering disebarkan oleh kaum filsafat.. Makanya, jangan belajar dari Plato, jangan belajar dari Aristo (teles-pen), jangan belajar dari orang Yunani.. ✅ Belajar dari Al-Qur`an wassunnah, ✅ Belajar dari para ulama salaf, ✅ Belajar dari para shahabat dan tabi'in, ✅ Belajar dari para imam-imam. Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad, belajar dari mereka para aimmah... Na'am. Durasi  02:58 ____________________ مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد ✆ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]  | www.alfawaaid.net

Aqidah
Oct 8, 2015•3 min read
Mengimani Datangnya Ajal
Atsar.id
Atsar.id

Mengimani Datangnya Ajal

MENGIMANI DATANGNYA AJAL Dari Abu ‘Izzah, Yassar bin Abdillah al Hudzaly, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya jika Allah menghendaki untuk mencabut nyawa seseorang di suatu tempat, maka Dia jadikan orang tersebut berada di tempat itu atau ada keperluan di tempat itu.” Berkata asy Syaikh Zaid al Madkholy rahimahullah : Dalam hadits ini terdapat penjelasan tentang salah satu ushul (pokok) keimanan. Ketahuilah bahwa pokok tersebut adalah mengimani waktu, tempat dan sebab terjadinya ajal, yaitu mengimani tempat, sebab dan waktu yang ruh seorang hamba dicabut pada ketiga keadaan itu. Dan bahwasanya Allah ‘Azza wa Jalla telah menetapkannya sejak zaman azali, sehingga tidak mungkin untuk dimajukan, diundur atau diselisihi. Jadi, kalau Allah telah menetapkan bagi seorang hamba untuk meninggal di suatu tempat di timur atau barat jazirah Arab, maka pasti Allah jadikan untuk hamba tersebut sebuah keperluan ke negeri itu tersebut lalu diwafatkan disana. Dan ini adalah sesuatu yang tidak perlu diragukan oleh seorangpun, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dia telah menciptakan makhluk-makhlukNya dan mampu membuat kemungkinan untuk memperjalankan makhluk-makhlukNya, baik yang kecil, besar atau jumlah yang banyak, ke tempat itu yang dia akan meninggal disana, pada waktu yang dia akan meninggal disana dan dengan suatu sebab yang dia akan mati dengannya. Tidak mungkin untuk diselisihi selamanya, dimajukan ataupun diundurkan. Jika Allah menghendaki seorang hamba meninggal di tempat manapun, maka Dia jadikan adanya sebuah keperluan untuk hamba tersebut, lalu Dia memperjalankan hamba tadi ke tempat tersebut, kemudian dia diwafatkan di tempat yang telah Allah tetapkan untuk diwafatkan disana, dengan sebab yang ia meninggal dengannya dan pada waktu yang spesifik yang dia akan meninggal padanya. Ini adalah diantara budi-pekerti iman yang seorang muslim tidak akan meragukannya selamanya. ‘Aunul Ahadis Shomad, Syarhul Adabil Mufrad, hal 408. ___________________ عن أبي عزة يسار بن عبد الله الهذلي ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : إن الله إذا أراد قبض عبد بأرض ، جعل له بها ،أو : فيها حاجة قال العلامة زيد المدخلي رحمه الله: فيه بيان أصل من أصول الإيمان، ألا وهو : الإيمان بوقت الأجل وبمكان الأجل وسبب الأجل ، أي الإيمان بالمكان وبالسبب وبالوقت الذي تقبض فيه روح العبد ، وأن الله عزوجل قد كتبها في الأزل ، فلا يمكن أن تتقدم أوتتأخر أو تتخلف ، فلو كتب الله لعبد أن يموت في أرض الشرق أو الغرب من جزيرة العرب ؛ لجعل له حاجة إلى تلك البلاد فيقبض هناك، وهذا لا يشك فيه أحد ، والله على كل شئ قدير، خلق الخلائق ، وقدر ما يمكن أن يجري على كل مخلوق من مخلوقاته مما صغر أوكبر ، ومن جملة ذلك المكان الذي يموت فيه، والوقت الذي يموت فيه ، والسبب الذي يموت به ، لايمكن أن يتخلف أبدا أو يتقدم ويتأخر فإذا أراد الله قبض عبد في أرض ما جعل له إليها حاجة، فسافر من أجل حاجته، فقبض في المكان الذي كتب الله أن يقبض فيه، وبالسبب الذي يموت به ، وفي الوقت المحدد الذي يموت فيه ، فهذا من خصال الإيمان لا يشك فيه مسلم أبدا. عون الأحد الصمد شرح الأدب&nbsp. المفرد ص ٤٠٨ ▪▪▪▪▪▪ www.ittibaus-sunnah.net أصحاب السنة ASHHABUS SUNNAH

Aqidah
Oct 8, 2015•3 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast