Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Jika kenyataannya seperti yang disebutkan maka haji Anda sah, dan Anda tidak berdosa ketika tidak memakai pakaian ihram demi menghilangkan kesulitan dari diri Anda. Akan tetapi Anda harus membayar fidyah, yaitu memberi makan enam orang miskin yang tinggal di wilayah Tanah Haram, atau menyembelih kurban untuk diberikan kepada orang miskin yang ada di Makkah atau […]


Orang yang wajib membayar dam karena memakai pakaiannya misalnya saat ia ihram umrah, maka ia wajib menyembelih hewan tersebut di Makkah dan membagikan dagingnya kepada para fakir-miskin dan dia sendiri tidak ikut memakannya sama sekali. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Anda wajib membayar fidyah, yaitu puasa tiga hari, memberi makan enam orang miskin, atau menyembelih kambing di Makkah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Jika perkaranya demikian, maka Anda dapat menutup kepala saat berihram dan membayar fidyah serta menyembelih kambing dan memberikannya kepada fakir-miskin di Makkah. Atau Anda memberi makan enam fakir-miskin di Makkah, setiap orang miskin mendapatkan separuh sha’ berupa kurma atau makanan pokok lainnya. Atau Anda juga bisa berpuasa tiga hari. Ini berkaitan dengan ihram haji. Jika […]

 .(110) Istri Salehah di Tarikh Makkah Jarak tempuh dari atas bukit Shafa ke atas bukit Marwah kurang lebih 450 m. Jika tujuh putaran, maka 3 km lebih Sa'i dilakukan. Berjalan di tengah padatnya arus manusia namun dituntut khusyuk dan tenang. Sambil membayangkan betapa berat perjuangan …


🔈💽 Antara Sifat Wanita Ahlul Jannah 🎙Al-Ustadz Muhammad as-Sewed حفظه الله 📥 Pautan audio rakaman (01:52): https://drive.google.com/file/d/1ySF8tc69_3zDdPDtXGRH8NucGp55xkCq/view?usp=drivesdk…

(109) Kota Madinah dan Suami Teladan والمَدِينَةُ خَيْرٌ لهمْ لو كَانُوا يَعْلَمُونَ " Kota Madinah jauh lebih baik untuk mereka. Andai saja mereka mengerti " Sebaris kalimat di atas disabdakan Nabi Muhammad ﷺ , ketika memberitakan akan diraihnya kemenangan dan perluasan wilayah Islam. Syam aka…


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, “Istri al-Aziz mengatakan, فَذٰلِكُنَّ الَّذِيْ لُمْتُنَّنِيْ فِيْهِ ‘Itulah orangnya (Yusuf) yang menyebabkan kalian mencela aku karena (aku tertarik)’. QS. Yusuf : 32. فأرتهن حسنه وجماله Maka Istri al-Aziz memperlihatkan keindahan dan ketampanan Nabi Yusuf kepada para wanita tersebut. Kemudian dia mengatakan, وَلَقَدْ رَاوَدْتُّهٗ عَنْ نَّفْسِهٖ فَاسْتَعْصَمَ ‘Dan sungguh, aku telah […]


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, أنصح الآباء والأولياء أن يتحسسوا وينظروا ببصر ثاقب: كيف تستعمل الشابة هذا الجوال، وكيف يستعمله الشاب؟ وقلت لكم: إن الله قد يبتلي العباد بتيسير أسباب المعاصي ليمتحنهم عز وجل “Saya nasehatkan kepada para bapak dan wali agar mengawasi dan memperhatikan dengan teliti, bagaimana putra putri mereka menggunakan hp? […]


Ibnul Jauzi rahimahullah menyatakan, ينبغي للإنسان أن يعلم أن أعزّ الأشياء شيئان قلبه ووقته، فإذا أهمل وقته وضيّع قلبه ذهبت منه الفوائد. “Semestinya setiap orang menyadari bahwa perkara yang paling mulia baginya ada dua, yaitu kalbunya dan waktunya. Jika dia mengabaikan waktunya dan menyia-nyiakan kalbunya, akan hilang darinya berbagai manfaat.” [Hifdzul Umr 59]

 .(108) Haus Menggerus Singkat cerita, syahwat dunia sering diidentikkan dengan 3 hal, yaitu tahta, harta, dan wanita. Memang perlu dirinci. Juga masih bisa ditambah dan dikembangkan. Contoh syahwat dunia lainnya adalah popularitas. Namun, singkat ceritanya demikian. Kita sedang berbicara tentang syahwat dunia. Mengenai orang-orang yang menghinakan diri sebagai budak-budaknya. Mereka yang lebih memilih memuaskan syahwat dunia, dibanding berlelah-lelah mengekang syahwat demi kebahagiaan akhirat. Tidak akan ada puasnya! Titik! Mana bisa puncak terlampiaskan? Sebab, syahwat dunia bukannya terpenuhi lalu berhenti. Ia terus berambisi hingga mati oleh kepongahan dan keangkuhannya sendiri. Ibnul Qayyim ( Uddatus Shabirin, hal.276 ) membuat analog yang memadankan antara kehidupan dunia dan perjalanan sebuah rombongan. Sebuah rombongan yang telah menempuh perjalanan jauh. Bekal makanan menipis, bahkan air minum telah habis. Haus dan benar-benar haus. Tibalah rombongan di tepi laut. Mereka yang haus namun hilang akal, melihat air laut sebatas fisiknya. Air! Mereka tidak lagi secara sehat berpikir bahwa minum air laut tidak menghilangkan haus. Tidak ada lagi pertimbangan efek dan dampaknya. Pokoknya; haus. Pokoknya ; ada air. Mereka minum air laut. Semakin banyak yang diminum, semakin bertambah haus. Terus mereka minum, justru perut menjadi sakit. Bahkan, bisa berujung kematian. Berbeda hal dengan orang-orang yang masih berakal. Walau lelah, meski payah, mereka masih bisa berpikir akibat buruk minum air laut yang asin. Mereka menjauh dari tepi laut. Mereka mencari dataran. Mereka menemukan tanah yang baik. Mereka menggali sumur. Mereka menemukan air segar, sejuk, dan tawar. Karena melekat rasa sayang, mereka mengajak rombongan yang masih ada di tepi laut. Mereka panggil. Mereka beritahu. Namun, rata-rata rombongan tidak percaya, bahkan ada yang mencemooh dan mengejek. Hanya satu dua saja yang menyambut. Demikianlah analog yang diberikan Ibnul Qayyim! Para pemburu syahwat dunia ibarat orang haus yang minum air laut. Akan selalu haus. Tidak terpuaskan. Ingin berhenti, namun tak bisa. Karena belum juga sadar, di sana ada air yang segar dan sejuk. Syahwat dunia bagai air laut! Orang-orang yang berpikir jernih. Memandang sangat jauh ke depan. Mereka yang sadar bahwa kehidupan yang sesungguhnya bukanlah di dunia. Mereka yang berpikir jernih itu akan mencari sumber air yang jernih juga. Mereka ingin kehidupan yang bersih. Tidak keruh, apalagi kotor. Tidakkah cukup engkau merasakan lelah? Belumkah tiba saatnya engkau melepaskan diri dari belenggu dunia? Ingatlah, bahwa mereka yang beruntung adalah mereka yang selalu mengingat bahwa : {وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ} “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” QS. Ali Imran 185 {قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى } “Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa.” QS. An Nisa’:77 وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ “Mereka merasa bahagia dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” QS. Ar Ra’du:26 Semoga kita tidak termasuk yang Allah Ta'ala firmankan : بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (16) وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى ( 17 ) "Tetapi kamu memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal" QS. Al A’la: 16-17. Lendah, 05 Ramadhan 1443 H/07 April 2022 t.me/anakmudadansalaf


Jika seseorang melaksanakan ibadah haji berihram dengan pakaiannya karena ada alasan seperti kedinginan, sakit, dan semisalnya, maka hal itu dibolehkan oleh agama. Karena ia memakai pakaian berjahit, maka ia wajib puasa tiga hari, atau memberi makan enam orang miskin, setiap orang miskin mendapatkan setengah sha’ dari makanan pokoknya, atau menyembelih kambing kurban. Hukum serupa dikenakan […]