Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Haji merupakan salah satu rukun Islam. Barangsiapa mengingkari atau membencinya setelah menerima penjelasan maka dia kafir. Dia diminta bertobat; jika dia bertobat maka diterima tobatnya, namun jika tidak mau bertobat maka dia dihukum bunuh. Orang yang sudah mampu berkewajiban untuk menyegerakan pelaksanaan kewajiban haji ini, berdasarkan firman Allah Ta`ala, وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ […]


Ulama berbeda pendapat tentang tahun diwajibkannya haji. Dalam sebuah pendapat dikatakan pada tahun 5 H., dalam pendapat lain dikatakan pada tahun 6 H. Dalam pendapat lain dikatakan pada tahun 9 H., dan dalam pendapat lain lagi dikatakan pada tahun 10 H. Pendapat yang paling mendekati kebenaran adalah dua pendapat terakhir, yaitu bahwa haji diwajibkan pada […]


Allah Subhanahu wa Ta`ala memerintahkan Nabi Ibrahim -setelah beliau selesai mendirikan Ka`bah- untuk menyeru manusia menunaikan haji. Allah Ta`ala berfirman, وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji” (QS. Al-Hajj : 27) Ibnu Katsir mengatakan dalam tafsiran ayat ini, “Hendaklah engkau memanggil dan menyeru manusia untuk menunaikan ibadah haji ke rumah suci […]


Allah telah menjadikan kota Makkah sebagai tempat berkumpul bagi manusia, tempat yang aman dan tempat suci yang terpelihara. Di tempat ini, jamaah haji dan para ulama berkumpul untuk menunaikan ibadah dengan penuh ketenangan dan kebahagiaan, mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan takut atas azab-Nya. Di tempat ini, mereka saling memperkenalkan diri, bertukar nasihat […]


Pertama, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersungguh-sungguh pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan melebihi bulan-bulan lainnya, dengan shalat, membaca Alquran, dan berdoa. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, كان إذا دخل العشر الأواخر أحيا الليل وأيقظ أهله وشد المئزر ” Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan) […]


Tidak boleh hanya mengkhususkan satu hari untuk beriktikaf secara terus menerus. Akan tetapi, hendaknya dia bersungguh-sungguh beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, demi mengikuti Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Anda benar dengan berbuka di hari Jumat dan membatalkan iktikaf, karena hari itu sudah Idul Fitri dengan terlihatnya hilal pada malam Jumat. Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda, صوموا لرؤيته، وأفطروا لرؤيته “Berpuasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah karena melihatnya pula.” Jika Anda hanya berpuasa dua puluh delapan hari di bulan Ramadhan itu, maka […]


Hadis tersebut kualitasnya daif. Iktikaf satu hari, dimulai setelah shalat Subuh dan diakhiri dengan terbenamnya matahari, demikian pula untuk iktikaf selama dua hari. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Kamar-kamar yang ada di dalam masjid dan pintu-pintu ada di dalam masjid, maka dihukumi seperti masjid. Adapun jika terletak di luar masjid maka bukan merupakan masjid, meskipun pintu-pintunya ada di dalam masjid. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim rahimahumallah dari Aisyah radhiyallahu `anha. Dia berkata, كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أراد أن يعتكف صلى الفجر ثم دخل معتكفه “Apabila Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam hendak beriktikaf, beliau shalat Subuh kemudian menempati tempat iktikafnya.” Iktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan berakhir dengan terbenamnya matahari pada hari […]


Iktikaf disyariatkan untuk dilakukan di dalam masjid yang digunakan shalat berjamaah. Jika yang sedang beriktikaf adalah laki-laki yang terkena kewajiban shalat Jumat, dan periode iktikafnya itu diselingi hari Jumat, maka menunaikan iktikaf di masjid tempatnya shalat Jumat itu lebih utama. Orang yang beriktikaf tidak diharuskan dalam keadaan berpuasa. Sunahnya, orang yang sedang beriktikaf tidak menjenguk […]


Iktikaf boleh dilakukan kapan saja. Yang paling utama adalah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, demi mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu ‘anhum. Ada hadits sahih yang menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah beriktikaf pada bulan Syawal beberapa tahun. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa […]