Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Bagi yang tinggal dekat pangkalan udara ia harus shalat Zuhur secara sempurna apabila waktu shalat Zuhur tiba sebelum ia berangkat, dan tidak boleh menjamaknya dengan shalat Asar, karena ia belum memulai perjalanan. Adapun yang tinggal di luar pangkalan, jikalau pangkalan itu terpisah dari bangunan kota itu maka ia boleh menjamak dan mengqasar shalat Zuhur dan […]


Jika sudah masuk waktu shalat dan Anda belum mulai melakukan perjalanan, maka Anda shalat berjamaah di masjid, kemudian setelah itu Anda mulai melakukan perjalanan. Adapun jika waktu shalat masuk setelah Anda memulai melakukan perjalanan, jika shalat tersebut termasuk shalat yang boleh dijamak dengan shalat setelahnya, seperti Zuhur dengan Asar, Magrib dengan Isya, maka Anda boleh […]


Yang disyariatkan bagi orang yang bepergian adalah menjamak Zuhur dengan Asar secara jamak takdim atau jamak ta’khir sesuai dengan kondisinya, dan menjamak Magrib dengan Isya. Adapun menjamak Asar dengan Magrib, hal itu tidak disyariatkan dan tidak boleh dilakukan. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Jawaban 1: Shalat orang yang bepergian seperti shalat orang yang menetap, tetapi disunahkan bagi seorang yang bepergian mengqasar shalat yang empat rakaat menjadi dua rakaat, dan dibolehkan baginya menjamak shalat jika dibutuhkan dalam perjalanan, dan kondisi perjalanan terasa berat/sulit. Adapun bagi yang belum shalat Zuhur, lalu dia mendapatkan jamaah shalat Asar sedang dilaksanakan, maka hendaklah […]

Sama Rasa, Satu Cinta Ini tentang rasa yang tumbuh mekar, berbunga, lalu berbuah cinta. . Antara sepasang insan yang dipertemukan, setelah sebelumnya tak saling mengenal. Lalu diikatlah cinta itu dengan janji suci untuk saling menghormati dalam bingkai suami istri. Alat ukur untuk kadar cinta adalah dengan kuat lemahnya kesamaan rasa. Apakah seorang suami mampu dan bisa ikut merasakan apa yang dirasakan istri? Sejauh mana istri membersamai apa yang sedang dirasakan suami? Itulah instrumen untuk menakar nilai cinta! Suami yang sedang susah hati dan bersedih, lalu terungkap melalui wajah muram dan sikap diam, seharusnya tidak membuat istri salah sikap. Istri jangan malah menambah susah, namun hiburlah dan gembirakanlah suami! Suami yang lelah dan capek, dan itu jelas tertangkap dari gaya bicara dan pilihan kata, semestinya tidak dijadikan alasan oleh istri untuk keliru sangka kemudian berpikir negatif. Justru, bantulah suami untuk segar kembali. Saat Nabi Muhammad ﷺ sakit di menjelang wafatnya, Ibunda Shafiyyah karena dalamnya cinta, menyampaikan dengan penuh sayang : واللهِ يا نبيَّ اللهِ لوددتُ أنَّ الذي بك بي " Demi Allah, wahai, Nabiyullah. Sungguh, aku sangat berharap agar sakit yang Anda rasakan, berpindah ke diriku saja " ( Ath Thabaqat Ibnu Sa'ad 10/124 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar dalam Al Ishabah 8/212 ) Istri yang sedang ngambek dan merajuk karena gagal memperoleh yang dimau, tentunya tidak membuat suami marah dan "berceramah", apalagi dengan nada tinggi. Pahamilah perasaan istri! Istri yang letih karena banyaknya pekerjaan rumah hingga mengomel-omel dan menggerutu, jangan ditanggapi sinis, apalagi balas mengomel. Baca dan telaah perasaan istri! Suatu hari Rasulullah ﷺ pulang dari menguburkan jenazah di pemakaman Baqi'. Ibunda Aisyah rupanya sedang mengalami sakit kepala, lalu mengatakan : وا رأساه ! " Aduh sakit kepalaku! ". Rasulullah ﷺ yang melihat dan mendengar, langsung menyambut dengan berkata : بل أنا وارأساه ! " Aku pun sama. Aduh sakit kepalaku! " ( HR Ahmad 25908 ) Ibnul Qayyim dalam Ar Ruh ( hal.259 ) berkata, " Ada makna lain yang terpikirkan olehku, yaitu Aisyah adalah istri yang dicintai Rasulullah, bahkan secara mutlak, istri yang paling disayangi dibandingkan istri-istri yang lain " Ibnul Qayyim melanjutkan, " Maka, saat Aisyah sakit kepala, Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa beliau pun ikut merasakan sakit kepala, karena cintanya " " Hal ini adalah puncak kesamaan rasa antara seseorang yang mencinta dengan yang ia cintai. Ikut merasakan sakit, karena sakitnya. Turut berbahagia, dengan bahagianya. Bahkan, jika anggota tubuhnya sakit, ia bisa merasakan sakit di anggota tubuh yang sama ", Ibnul Qayyim menegaskan. Kata beliau, " Inilah bukti kejujuran cinta dan kemurnian kasih " Demikianlah Rasulullah ﷺ memaknakan cinta untuk kita! Maka, cobalah nilai cintamu! Apakah engkau bisa merasakan capek letihnya suamimu? Ia yang bekerja keras sepanjang hari, disiram panas matahari, menempuh jarak jauh, ia lawan kantuk, ia berat berpisah, ia hadapi banyak resiko, pantaskah bila engkau menuntut lebih dari yang ia mampu? Apakah engkau mau ikut merasakan perjuangan istrimu yang sekaligus seorang ibu untuk anakmu? Ia yang membagi waktu dan fisik untuk pekerjaan-pekerjaan rumah yang seolah tidak ada habisnya. Selesai satu pekerjaan, sudah ditunggu pekerjaan yang lain. Pantaskah jika engkau berkata kasar dan bersikap dingin padanya? Sebagai suami, berbaik-sangkalah kepada istri. Ia tentu mencintaimu, ia pasti ingin membersamai perasaanmu. Mungkin saja ia tak tahu cara mengungkapkannya, hingga berkata yang membuatmu salah sangka. Percayalah istrimu mencintaimu! Sebagai istri, berpikirlah positif tentang suamimu. Ia menyayangimu. Ia pun merasakan apa yang engkau rasakan. Namun, barangkali ia tak bisa sampaikan itu melalui kata-kata secara langsung. Padahal, lisannya selalu berlirihkan doa-doa kebaikan untukmu. Untuk istrinya. King Abdul Aziz IA, 16 Ramadhan 1444 H/7 April 2023 t.me/anakmudadansalaf


Anda tidak boleh menjamak shalat dalam kondisi seperti ini karena tidak adanya alasan yang dapat membolehkan. Anda wajib melakukan shalat Zuhur pada waktunya dan melakukan shalat Asar pada waktunya berdasarkan firman (Allah) Ta’ala, فالصلاة فرض على وقت المؤمنين “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya terhadap orang-orang yang beriman” (QS. An-Nisa: 103) Wabillahittaufiq, wa […]


Jawaban 9: Wajib melakukan setiap shalat pada waktunya. Ini berdasarkan firman Allah Ta’ala, إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103) Dan berdasarkan hadis Jibril yang sahih tentang waktu-waktu shalat tatkala Nabi shallallahu `alaihi wa sallam menjadi imam di awal dan […]


Pertama: Orang yang bepergian dan mengakhirkan shalat Zuhur hingga shalat Asar maka ia harus melakukan shalat secara berurutan. Hendaklah ia melakukan shalat Zuhur dulu kemudian shalat Asar. Apabila ia mendapatkan jamaah di masjid sedang menunaikan shalat Asar ia dapat shalat bergabung bersama mereka dengan niat Zuhur. Dan setelah salam ia melakukan shalat Asar walaupun sendirian. […]


Hal yang disyariatkan untuk Anda adalah, Anda melaksanakan shalat Isya sendiri dua rakaat, jika Anda seorang musafir. Adapun jika Anda muqim (menetap), maka Anda ikut shalat Magrib bersama mereka dengan niat shalat Isya. Setelah imam salam, Anda menyermpurnakan shalat – Isya- Anda (satu rakaat lagi). Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi […]


Jika persoalannya adalah sebagaimana yang disebutkan, maka Anda semua berada dalam hukum orang bepergian. Anda bukan termasuk dalam hukum orang-orang yang menetap jika Anda berniat menetap di tempat itu empat hari atau kurang dari empat hari. Oleh karena itu, Anda boleh mengqasar shalat empat rakaat menjadi dua rakaat, dan menjamak Zuhur dengan Asar, Magrib dengan […]


Jika jarak antara tempat pelatihan dari rumah Anda sejauh 80 km atau lebih, maka Anda boleh mengqasar dan menjamak di jalan dan di tempat kerja kecuali jika Anda berniat menetap di tempat kerja atau di tempat lainnya lebih dari empat hari. Maka Anda harus menyempurnakan shalat Anda (tidak menqasar) pada saat menetap itu, dan Anda […]


Jika kondisinya seperti yang Anda sebutkan bahwa Anda bepergian dari tempat tinggal Anda ke daerah di mana tempat Anda bekerja dengan niat menetap di sana dari Sabtu pagi sampai setelah shalat Zuhur pada hari Rabu, Anda tidak mendapat rukhshah safar karena masa menetap Anda lebih dari empat hari, hukum status Anda adalah sebagai penduduk setempat. […]