Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Menetapkan sifat dua tangan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala wajib sebagaimana terdapat dalam teks-teks dua wahyu yang mulia (al-Quran dan as-Sunnah), di antaranya adalah firman Allah Ta`ala di dalam surat al-Ma`idah, بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ “Tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki.” (QS. Al-Maaidah: 64) Dan firman-Nya dalam surat Shaad […]


Tatkala Allah Subhanahu melarang untuk berdoa kepada selain-Nya, sebabnya adalah dikarenakan makhluk tersebut akan binasa, karena dia tidak pantas untuk diminta dan disembah. Dia Subhanahu mengabarkan bahwa Dia sajalah yang berhak diminta dan disembah. Dan dalam ayat ada ungkapan wajah, karena wajah adalah anggota badan yang paling mulia, seperti firman Allah Ta’ala, كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا […]


Jawaban 1 & 2: Yang wajib dilakukan adalah menetapkan apa yang telah Allah tetapkan bagi diri-Nya atau telah ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi-Nya, seperti mata, tangan, betis, kaki, dan lainnya sesuai makna yang layak dengan keagungan-Nya, dan tidak menyerupakan dengan sifat-sifat makhluk. Allah Subhanahu berfirman, لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ “Tidak […]


Untuk pertanyaan kedua dan ketiga sebelumnya sudah pernah dijawab. Pada jawaban tersebut dijelaskan tentang kaidah beserta contoh nama-nama Allah yang boleh dan yang tidak boleh makhluk memberi nama dengannya. Oleh karena itu, makhluk tidak boleh memberi nama dengan nama al-Qayyum, karena al-Qayyum bermakna tidak butuh kepada yang lain, di mana segala sesuatu bergantung kepada-Nya, dan […]


Nama-nama Allah yang termasuk sebagai nama pribadi seperti lafal (Allah), tidak boleh dipakai oleh selain Allah karena yang dinamai sudah tertentu dan tidak ada tandingan, atau nama-nama-Nya yang semakna dalam hal tidak menerima keturutsertaan siapapun seperti al-Khaliq dan al-Bari. Karena al-Khaliq artinya Zat yang menciptakan sesuatu tanpa ada misal sebelumnya, dan al-Bari artinya Zat yang […]


Hadis mengenai pertanyaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seorang budak perempuan, أين الله؟ فقالت: في السماء. فقال: من أنا؟ قالت: أنت رسول الله. قال: أعتقها فإنها مؤمنة “”Di manakah Allah?” Budak perempuan menjawab: “Di atas Langit” Beliau bertanya lagi: “Siapa aku?” Dia menjawab: “Engkau adalah Rasullullah shallallahu `alaihi wa salam.” Beliau bersabda: “Merdekakan dia! […]


Tidak apa-apa mengubah nama menjadi nama yang lebih baik. Akan tetapi, apabila sebagian keluarga menolak dan nama yang hendak diubah itu tidak terlarang menurut syariat, maka sebaiknya tidak usah mengubahnya demi menghindari terjadinya perselisihan. Nama Badi tidak termasuk nama yang dimakruhkan oleh syariat, jadi tidak perlu diubah. Adapun perkataan Anda bahwa alBadi yang bermakna yang […]


Seseorang boleh bernama dengan nama yang sesuai dengan nama Allah, di mana nama tersebut bukan sifat khusus bagi dirinya, seperti al-Malik. Disebutkan dalam al-Quran, وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ “Raja berkata, “Bawalah dia kepadaku.” (QS. Yusuf: 50) Dan seperti Alim dan Halim. Allah Ta’ala berfirman, فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ “Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang […]


“Al-Khalifah” dan “Ash-Shahib” tidak termasuk nama-nama Allah Yang Maha Suci. Ucapan Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam dalam berdoa, اللهم أنت الصاحب في السفر والخليفة في الأهل “Ya Allah, Engkau adalah “ash-shahib” (teman) dalam perjalanan dan “al-khalifah” (pengganti) di tengah keluarga.” Termasuk dalam bab memberikan informasi bukan bab penamaan. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad […]


Nama-nama Allah dan sifat-Nya wajib dijelaskan kepada orang-orang, dan diajarkan kepada mereka, karena nama-nama dan sifat-sifat-Nya dijelaskan dalam al-Quran dan as-Sunnah, disertai kewajiban mengimaninya dan menetapkan makna-makna untuk Allah dengan cara yang sesuai dengan-Nya, Tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Suci tanpa menyelewengkan, tanpa menjelaskan cara, tanpa menyerupakan, dan tidak pula menafikan. Hal itu berdasarkan […]


Apa yang dinyatakan bahwa setiap nama dari nama-nama Allah yang baik ada penunggunya, tidak benar dan tidak ada dasarnya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Al-Jassasah yang disebutkan dalam hadis Tamim ad-Dari radhiyallahu ‘anhu bukanlah binatang yang dikeluarkan oleh Allah dari bumi pada akhir zaman sebagai tanda kiamat. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.