Aqidah
Makna Metafora Pada Nama-Nama

Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
February 28, 2023•1 min read

Ringkasan Artikel
Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.
Login sekarang →Seorang syekh dalam kitabnya "Rudud wa Syubuhat 'inda as-Salafiyah" berkata, "Orang-orang salafi memahami teks berdasarkan makna hakiki dan mengingkari makna metafora". Apakah mereka memahami ayat ini berdasarkan makna hakikatnya? Contohnya firman Allah Ta'ala,
كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلا وَجْهَهُ
"Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Wajah-Nya (Allah)." (QS. Al-Qashash: 88)
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan bahwa Dia mempunyai tangan, mata, kaki, betis, dan sifat-sifat yang layak dengan zat-Nya. Apabila mereka memahaminya berdasarkan makna hakikinya, maka kita akan berkata kepada mereka, "Semuanya akan binasa; tangan, kaki, betis, dan setiap sifat-sifat Allah lainnya, dan tidak tersisa kecuali wajah".
Apabila mereka berpendapat tidak demikian, maka kita katakan kepada mereka, "Kesimpulannya adalah teks itu dipahami secara metafora dan bukan secara hakiki (makna sesungguhnya), dan ini adalah bagian terpenting dari bait syair". Kami ingin Anda berkenan untuk memberikan jawaban lengkap terhadap syubhat seperti ini.