Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Makna dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده ووالده والناس أجمعين “Tidak sempurna keimanan seseorang di antara kalian sampai diriku menjadi seorang yang lebih dia cintai daripada ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia.” Artinya wajib mendahulukan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya daripada ketaatan kepada yang lain, seperti […]


Diriwayatkan dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الأرواح جنود مجندة، فما تعارف منها ائتلف، وما تناكر منها اختلف “Ruh-ruh adalah tentara yang berkelompok-kelompok. Yang saling mengenal akan bersatu, dan yang tidak saling mengenal akan saling berselisih.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim). Hadits ini dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi […]


Makna perkataan para ahli hadits ketika meriwayatkan sebuah hadits sebagai ‘marfu’: Perawi hadits itu adalah sahabat Nabi yang mengaitkan hadis tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yakni hadis tersebut adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Makna ‘Muttafaq ‘Alaih’: Hadits tersebut diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari satu sahabat yang meriwayatkan hadits dari Nabi […]


Menguburkan anak perempuan adalah menguburkan anak perempuan hidup-hidup. Yang dimaksud dengan penguburan anak perempuan hidup-hidup dalam ayat ini adalah perbuatan yang dilakukan oleh kaum Jahiliah yaitu memasukkan anak perempuan hidup-hidup ke dalam tanah karena benci kepada anak perempuan. Pada hari kiamat anak perempuan yang dikubur hidup-hidup itu akan ditanya, atas dosa apakah dia dibunuh. Tujuannya […]


Tidak ada pertentangan antara kedua ayat tersebut, karena sumber akal adalah hati yang mempunyai hubungan dengan otak sebagaimana hal itu dinyatakan oleh para ulama. Akal yang jernih tidak bertentangan dengan dalil yang sahih. Apabila keduanya terjadi pertentangan, berarti pada salah satunya terdapat kesalahan. Kemudian setiap yang berasal dari teks, semuanya dapat dipahami oleh akal. Karena […]


Maksud dari ayat ini adalah ancaman yang keras bagi orang yang mengakhirkan salat dari waktunya tanpa uzur yang dibenarkan oleh syariat. Hal itu sama dengan firman Allah Ta’ala, فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُونَ “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat(4) (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4-5) Barangsiapa mengkhirkan salat dari […]


Allah Ta`ala melarang mengurangi takaran dan timbangan karena hal itu adalah penipuan dan pengurangan. (Allah) Ta’ala berfirman, وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1) الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (2) وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3) أَلا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ (4) لِيَوْمٍ عَظِيمٍ (5) يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang(1) (yaitu) orang-orang […]


Maksud dari firman Allah Ta’ala, أَتَى أَمْرُ اللَّهِ “Telah pasti datangnya ketetapan Allah.” (QS. An-Nahl: 1) Yakni telah dekat waktu terjadinya kiamat tetapi dipakai bentuk fi`il madhi agar makna “akan terjadi” menjadi seakan-akan “sudah terjadi” dan dekatnya kedatangan kiamat tersebut juga telah dijelaskan oleh Allah Jalla wa `Ala dalam beberapa ayat lain, seperti firman Allah […]


Tsa`labah bin Hatib, disebut juga Ibnu Abi Hatib al-Awsi al-Anshari adalah salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam yang turut serta dalam perang Badar dan Uhud. Beliau radhiyallahu `anhu terbebas dari kisah yang dinisbatkan kepadanya bahwa beliau datang kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam dan meminta didoakan agar dikaruniai harta, lalu Rasulullah shallallahu `alaihi […]


Perintah bersuci dari jinabah terdapat dalam firman Allah Ta`ala, وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا “Dan jika kamu junub maka mandilah.” (QS. Al-Maidah: 6) Dalam surah an-Nisa’, dan surat al-Ma’idah yaitu pada ayat 43 surat an-Nisa` dan ayat 6 surat al-Ma`idah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Orang yang mengajak (bebas) pada ayat-ayat yang dijelaskan oleh hadis ini bukanlah istri al-Aziz, tetapi pengajak yang dimaksud adalah utusan Raja. Allah Ta’ala berfirman, وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ فَلَمَّا جَاءَهُ الرَّسُولُ قَالَ ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ مَا بَالُ النِّسْوَةِ اللاتِي قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ ” Raja berkata: “Bawalah dia kepadaku.” Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, […]


Makna dari ayat tersebut bahwa Allah telah memilih umat ini dan menjadikannya umat terbaik dan adil, memberikan kepadanya ilmu, kesantunan, keadilan dan kebaikan yang tidak diberikan kepada umat selain mereka, agar mereka menjadi saksi terhadap manusia karena sifat keadilan mereka dalam menghukumi, sehingga mereka (umat ini) kelak akan menghukumi manusia dari semua pemeluk agama, dan […]