Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Menunda waktu pelaksanaan salat Zuhur sampai suhu udara menjadi dingin adalah hal yang diperbolehkan syariat, jika suhu udara memang benar-benar panas; untuk menunggu hingga suhu udara menjadi dingin. Hal itu boleh dilakukan meski terus-menerus sepanjang tahun. Hal itu berdasarkan hadis Abu Hurairah radhiyallahu `anhu bahwa dia berkata, “Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda, إذا اشتد […]


Yang sesuai syariat adalah seorang Muslim hendaknya segera mengerjakan shalat begitu datang waktunya, karena awal waktu shalat adalah waktu yang paling utama, kecuali pada waktu salat Zuhur, saat suhu udara sangat panas. Maka dalam keadaan seperti itu, disunahkan menunda shalat hingga suhu udara menjadi lebih dingin dan dengan syarat shalatnya itu hendaknya dikerjakan secara berjamaah. […]


Yang paling utama ketika melaksanakan shalat fardu adalah tepat pada waktunya, berdasarkan hadis yang telah diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: سألت النبي صلى الله عليه وسلم: أي العمل أحب إلى الله؟ قال: الصلاة على وقتها “Dari Abdullah bin Mas`ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah bertanya […]


Shalat lima waktu mempunyai waktu khusus yang tidak boleh dilakukan kecuali dalam waktu tersebut. (Allah) Ta’ala berfirman, إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya terhadap orang-orang yang beriman” (QS. An-Nisa’: 103) Yakni kewajiban yang dikuatkan dan tetap sebagaimana tetapnnya al-Quran, waktunya telah ditentukan pada saat-saat tertentu. Jadi […]


Shalat memiliki waktu tertentu, memiliki waktu permulaan dan batas akhir, أم جبريل عليه السلام النبي صلى الله عليه وسلم في أول الوقت وفي آخره، وقال: الصلاة ما بين هذين الوقتين ” Jibril ‘alaihi as-salam pernah mengimami Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam di awal waktu dan di akhir waktu, dan berkata, “Shalat (waktunya) berada di antara […]


Yang dianggap benar dalam penentuan waktu shalat adalah yang sesuai dengan as-Sunnah. Dalam riwayat hadis-hadis yang sahih disebutkan bahwa waktu Zuhur dimulai dari tergelincirnya matahari hingga bayangan benda menjadi sama seperti bendanya. Waktu Ashar adalah dari bayangan benda menjadi sama dengan bendanya sampai warna matahari menguning. Ini adalah waktu pilihan untuk shalat Ashar, sedangkan untuk […]


Perkataan ini tidak ada dalil syariatnya dan termasuk hal baru yang tidak dibolehkan. Yang sesuai dengan ajaran as-Sunnah adalah pendengar mengucapkan seperti yang diucapkan muadzin tanpa ada tambahan, berdasarkan sabda Nabi shallallahu `alaihi wa sallam, إذا سمعتم المؤذن فقولوا مثلما يقول “Apabila kamu sekalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang ia ucapkan.” Disepakati kesahihannya, selain […]


Yang disyariatkan setelah adzan, setelah menjawab muadzin dan setelah membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang diriwayatkan adalah membaca doa yang maknanya, اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القائمة آت محمدًا الوسيلة والفضيلة وابعثه المقام المحمود الذي وعدته “Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang telah ditegakkan, berikanlah […]


Yang disyariatkan bagi orang yang mendengar adzan adalah mengikuti apa yang diucapkan muadzin kecuali dalam ucapan “hayya `ala-sh-shalaah” dan “hayya `ala-l-falaah”, maka ketika itu ia menjawab, “laa hawla wa laa quwwata illaa bi-llaahi (tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah). Kemudian setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan, ia disunahkan membaca shalawat dengan suara yang tidak […]


Disunahkan bagi orang yang mendengar muadzin mengumandangkan iqamah untuk mengucapkan lafal yang sesuai dengan yang diucapkan muadzin kecuali dalam dua kalimat “hayya `ala-sh-shalah” dan “hayya `ala-l-falaah”, maka ketika itu ia membaca “laa hawla wa laa quwwata illa bi-llah”, berdasarkan sifat umum sabda Nabi shallallahu `alaihi wa sallam, إذا سمعتم النداء فقولوا مثل ما يقول المؤذن […]


Jika seorang muadzin mengumandangkan adzan, dianjurkan orang yang mendengarnya mengikuti apa yang diucapkannya kecuali ketika mengumandangkan kalimat “hayya `ala-sh-shalaah” dan “hayya `ala-l-falaah”, maka yang mendengar mengucapkan, “laa hawla wa laa quwwata illaa bi-llaahi (tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah). Jika sedang membaca al-Quran hendaknya menyelesaikan bacaannya dan mengikuti bacaan muadzin, kemudian melanjutkan kembali […]


Yang disyariatkan ketika adzan, orang yang mendengarnya mengikuti apa yang diucapkan muadzin kecuali ketika mengucapkan “hayya `ala-sh-shalaah” dan “hayya `ala-l-falaah” yang mendengarnya mengucapkan “laa hawla wa laa quwwata illaa bi-llahi al- `aliyyi al-`adziim” (tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah) Jika muadzin selesai mengumandangkan azan orang yang mendengarnya membaca salawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi […]