Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Dalil Nama Allah Al-Majid Al-Majid المجيد adalah salah satu nama dari nama-nama Allah, asmaul husna. Allah menyebutkan nama ini dalam beberapa ayat dan hadits. Allah azza wa jalla berfirman, ذُو ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡمَجِيدُ “Yang mempunyai Arsy lagi Yang Mahamulia.” (al-Buruj: 15) قَالُوٓاْ أَتَعۡجَبِينَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۖ رَحۡمَتُ ٱللَّهِ وَبَرَكَٰتُهُۥ عَلَيۡكُمۡ أَهۡلَ ٱلۡبَيۡتِۚ إِنَّهُۥ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ Para […]


❗☝️ DI ANTARA SUNNAH NABI YANG MULAI TERLUPAKAN ☝️ Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda : “Jika engkau mengenakan kedua sandalmu, maka mulailah dengan kaki sebelah kanan. Jika kamu hendak melepasnya, maka mulailah dengan kaki sebelah kiri. Hendaknya kaki sebelah kanan awal kali engkau bersandal, dan kaki sebelah kiri terakhir kali engkau tidak bersandal. Janganlah kamu […]

Pertanyaan: Apa hukum memakan daging kura-kura? Jawaban: Sebuah pertanyaan diajukan kepada al-Lajnah ad-Daimah, Apa hukum memakan daging hewan yang ada di laut, seperti kura-kura, penyu, dan udang? Al-Lajnah ad-Daimah menjawab, Boleh memakan kura-kura, penyu laut, dan udang. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika ditanya tentang laut, beliau bersabda, هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ، […]


Allah, dengan pengetahuan-Nya yang Maha Luas, mengetahui apa yang sebenarnya baik bagi hamba-hamba-Nya. Terkadang, kita sebagai hamba bisa menginginkan sesuatu yang sebenarnya tidak baik untuk kita, karena terbatasnya pemahaman dan wawasan kita. Namun, Allah yang Maha Mengetahui menetapkan takdir yang lebih baik untuk kita, meskipun kita mungkin tidak menyukainya pada awalnya. Hal ini seperti yang […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan, ومَن ضحك من الناس ضُحِـــــكَ منه ومَن عيّر أخـــاهُ بِعمل ابْتُلِيَ به ولابد “Siapa saja yang menertawakan manusia maka dia akan ditertawakan dan barang siapa menghina saudaranya dengan suatu amalan, dia pasti akan diberi cobaan dengannya.” [Al-Furusiyah 446]

Mengorek Sampah? Sedih rasanya jika mendengar seorang pemuda mengatakan, “Aku ingin bekerja saja”. . Jika bekerja adalah opsi terakhir dan pilihan yang tak terelakkan, bisalah dimaklumi. Namun, sangat menyakitkan dan menyayat hati, jika hal itu dijadikan pelarian atau pelampiasan untuk tidak lagi thalabul ilmi. Tidakkah engkau tahu, bekerja sebagai ujud mengarungi lautan dunia, adalah perjalanan panjang. Bekerja itu bukan sebatas bekerja. Engkau bekerja bukan lalu menerima gaji kemudian dihabiskan untuk senang-senang. Bekerja itu bukan hanya urusan uang. Bekerja adalah ruang hidup yang penuh kebosanan, tekanan, pertentangan, persaingan, godaan-godaan haram, rayuan-rayuan syahwat, dan penat yang tak berujung. Jika tidak memiliki bekal agama yang memadai, engkau bakal menjadi santapan serigala-serigala dunia. Jika ilmu mu tidak cukup, engkau hanya sebagai korban keserakahan. Apabila imanmu lemah, engkau akan teronggok bagai sampah. Jika tidak mengerti bagaimana bekerja harus bernilai ibadah, nantinya engkau hidup sebagai budak. Coba bertanya! Bertanyalah kepada mereka yang pernah menjadi robot-robot pabrik. Bertanyalah kepada mereka yang sempat menjadi budak-budak rupiah. Bertanyalah kepada mereka yang dahulunya dijadikan bidak-bidak uang. Bukankah tidak sedikit dari mereka yang berkesimpulan, “Aku harus berhenti dari semua ini” dan “Aku harus memulai hidup dalam thalabul ilmi”. Ibnu Qudamah (Mukhtasar Minhajul Qashidin hal.193) mengutip kalimat bijak yang berbunyi, “ Orang yang berambisi terhadap dunia, ibarat minum air laut. Setiap kali meneguknya, justru semakin bertambah haus.Sampai hal itu membunuhnya” Mengerikan! Namun, itulah kenyataan! Berapa banyak yang terbunuh karena persaingan dunia? Berapa banyak yang bunuh diri karena tekanan pekerjaan? Sangat banyak yang mengalami depresi karena bekerja. Tak terhitung yang mati sia-sia hanya karena mengejar keutungan yang spekulatif. Dan, banyak orang yang mati rasa karena menghalalkan segala cara. Untukmu anak muda yang ingin bekerja, punya uang, lalu bisa bersenang-senang... Ingatlah bahwa dunia ini hanyalah sampah. Imam Ahmad (Az Zuhud hal 97) menyebutkan riwayat Umar bin Khatab yang berkeliling membawa rombongan lalu berhenti di muka lokasi pembuangan sampah. Cukup lama Umar berhenti dan berdiri. Sementara nampak terlihat, rombongan tidak nyaman dan merasa terganggu dengan pemandangan dan bau busuknya. Di saat itulah, Umar bin Khatab mengingatkan kita semua; «هَذِهِ دُنْيَاكُمُ الَّتِي تَحْرِصُونَ عَلَيْهَا» “Sudah inilah dunia yang kalian berambisi mengejarnya” Ibnu Qudamah (Mukhtasar hal.193) juga menyebutkan ulama Salaf yang mengajak murid-muridnya menuju lokasi pembuangan sampah. Di sana, sang guru mengingatkan, “ Coba perhatikan! Inilah ujung dari buah-buahan, daging, madu, dan minyak yang mereka makan” Begitulah dunia! Dunia adalah sampah yang diperebutkan. Masruq bin al Ajda' mengajak keponakannya naik ke atas menara di kota Kufah. Dari atas ketinggian sambil melihat-lihat, Masruq berbicara, “Maukah aku perlihatkan dunia kepadamu? Inilah dunia! Mereka makan sampai habis. Mereka berpakaian hingga usang. Mereka berkendaraan dan akhirnya dibuang. Mereka menumpahkan darah karena dunia. Mereka menghalalkan yang haram hanya demi dunia. Dan mereka memutuskan silaturahmi disebabkan dunia” (Hilyatul Auliya 2/97) Bukannya tidak boleh bekerja. Namun, ukurlah dirimu. Nilailah kadarmu sendiri! Apakah bekerja itu bagimu telah bernilai ibadah? Apakah bekerja dapat membantumu meningkatkan ibadah? Ataukah? Bekerja adalah pelarianmu dari ibadah? Bekerja menjadi alasanmu meninggalkan ibadah? Bekerja justru memperberat langkahmu untuk beribadah? Bekerja itu tidak semudah yang dibayangkan. Mumpung masih muda, kumpulkanlah bekal cukup agar bekerjamu menjadi ibadah. Bagaimana bisa bekerjamu akan bernilai ibadah, jika engkau ; masih terbiasa tidur pagi, masih susah menjaga salat, masih senang begadang malam, masih kecanduan game, masih ketagihan film-film bohongan, bagaimana bisa? Bagaimana bisa niatmu ingin bekerja dapat diterima apabila engkau ; belum bisa membagi waktu, belum bisa membuat rencana hidup, belum mampu mengelola keuangan, belum bisa disiplin, dan belum bisa mengatur diri sendiri, bagaimana akan bisa? Jika masih juga belum bisa melakukan hal-hal di atas, silahkan saja dinikmati nanti, bagaimana pahitnya menjadi robot kerja tanpa rasa, bagaimana deritanya menjadi budak dunia, dan seperti apa sengsaranya menjadi pengorek-orek sampah dunia. Apalagi jika akhirnya menjadi sampah itu sendiri. Wal 'iyaadzu billah Pendopo Lama, 23 Oktober 2021 Bakda Isya t.me/anakmudadansalaf


Kewajiban setiap muslim adalah memberikan nasihat kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan seluruh manusia secara umum. Kewajibannya terhadap orang-orang rafidhah yang dia pernah tinggal bersama dengan mereka adalah : Yang pertama menasehati mereka, menjelaskan kebenaran kepada mereka dan menerangkan bahwa apa yang mereka yakini tidak benar. Yang kedua jika mereka menentang dan tidak menerima nasehat, maka dia mesti […]


🔈💽 Kezaliman Ke Atas Binatang Saja Dibalas Oleh Allah, Apalagi Sesama Manusia 🎙Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📥 Pautan audio rakaman (2:41): https://drive.google.com/file/d/1YH8aeHNryZlHlPFM3AvO2xpEPc8pxiFo/view?usp=drivesdk…


🔈💽 Jangan Mendekat Kepada Sesuatu Yang Dapat Mengundang Tuduhan Orang 🎙Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📥 Pautan audio rakaman (4:22): https://drive.google.com/file/d/1Wefue7mfzrlDxvwNuz1qowMrgWqh4pZS/view?usp=drivesdk…


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, الأذان بالمسجل غير صحيح لأن الأذان عبادة والعبادة لا بد لها من نية “Adzan dengan memakai tape recorder (rekaman) tidak sah. Karena adzan adalah ibadah dan harus ada niat dalam melakukan ibadah.” [Fatawa Arkanil Islam 285]