Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Jika Anda ingin bekerja dan mencari rezeki hendaklah pergi ke negara Islam, karena banyak negara Islam yang lebih kaya daripada negara kafir. Alasannya, pergi ke negara kafir dapat membahayakan akidah, agama, dan akhlak. Tidak boleh mengambil kewarganegaraan di negara kafir karena masuk dalam kategori ketaatan dan tunduk kepada pemerintahan mereka. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina […]


Jika Anda mampu untuk pindah ke negara-negara Islam, maka Anda wajib melakukannya, demi menyelamatkan agama Anda. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan seorang Muslim untuk berhijrah dari negara kafir ke negara Islam dan mengancam orang yang tidak melakukan hal itu padahal ia mampu. Allah Ta’ala berfirman, إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ […]


Jika realitasnya seperti yang telah Anda sebutkan, maka Anda wajib berhijrah ke negara yang dapat menjamin keselamatan agama. Tempat di mana Anda bertemu dengan orang lain untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan, dan mau menikahkan putrinya untuk menjadi istri salehah bagi Anda. Tempat di mana Anda dapat menikahkan putri-putri Anda dengan laki-laki di negara […]


Tidak diperbolehkan menetap di sebuah daerah dimana kaum muslimin terhalang untuk menampakkan syiar-syiar agamanya. Jika memungkinkan, seorang muslim wajib berhijrah menuju negara lain yang memungkinkannya untuk menegakkan dan menampakkan syiar-syiar agama Islam. Negara yang memungkinkan terwujudnya kerjasama antarmuslim dalam melaksanakan kebajikan dan ketakwaan, sehingga menambah kuantitas umat Islam. Dia tidak ak an kehilangan rezekinya, karena […]


Semua negara yang para pemimpinnya menjadikan hukum Allah sebagai aturan dan menerapkan syariat Islam pada rakyatnya, di mana rakyatnya mampu untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban syariat Islam, maka itu adalah negara Islam. Kaum Muslimin yang tinggal di negara tersebut harus menaati para pemimpinnya dalam kebaikan, memberikan masukan pada pemerintah, membantu dalam pelaksanaan kebijakan negara, dan menyokongnya dengan […]


Jika kenyataannya seperti itu, di mana seorang Muslim tidak mampu membuat aman diri dan agamanya dari fitnah (cobaan) di tempat tinggalnya, maka dia harus hijrah dari ke negeri yang lebih aman untuk diri dan agamanya, jika memang memungkinkan. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Hijrah di jalan Allah adalah berpindah dari wilayah musyrik (kafir) ke daerah Islam, seperti yang dilakukan kaum Muslimin dengan berpindah dari Makkah –sebelum penduduknya memeluk agama Islam– ke Madinah. Sebab, Madinah menjadi wilayah Islam setelah penduduknya melakukan bai’at kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sehingga mereka meminta beliau untuk hijrah ke sana. Hijrah juga boleh […]


Hadis yang berbunyi, لا هجرة بعد الفتح، ولكن جهاد ونية “Tidak ada hijrah setelah penaklukan kota Makkah. Yang ada hanyalah jihad dan niat.” Memiliki derajat sahih. Hadis tersebut ada di dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, أن النبي صلى الله عليه وسلم قال يوم الفتح: لا هجرة بعد الفتح، ولكن جهاد […]


Hijrah adalah keluar dari wilayah kafir menuju daerah Islam, dan hukumnya wajib. Allah Ta’ala berfirman, إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?” (QS. An-Nisaa’ : 97) Sampai dengan firman-Nya, فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا […]


Al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah mengatakan, ما دام العلم باقيا فالناس في هدى وبقاء العلم بقاء حملته فإذا ذهب حملته ومن يقوم به وقع الناس في الضلال. “Selama ilmu agama ada di bumi, manusia akan berada dalam petunjuk. Dan eksistensi ilmu agama adalah dengan keberadaan para pembawanya. Jika para pembawa dan penegak ilmu telah pergi, […]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan, ﻭﻻ ﻳﺠﻮﺯ اﻟﻤﻘﺎﻡ ﺑﻴﻦ ﻧﺼﺎﺭﻯ ﺃﻭ ﺭﻭاﻓﺾ ﻳﻤﻨﻌﻮﻥ اﻟﻤﺴﻠﻢ ﻋﻦ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺩﻳﻨﻪ . “Tidak boleh tinggal di antara orang-orang Nasrani atau Rafidhah (Syi’ah) yang menghalangi seorang muslim untuk menampakkan agamanya.” [Majmu’ul Fataawa 27/55]


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “الذين يتحيلون على الربا بالطرق الملتويةأشد إثما من الذين يأتون الربا على وجه صريح لما في فعلهم من الوقوع في محظور الربا من وجه ومن مخادعة الله سبحانه وتعالى من وجه آخر.” “Orang-orang yang melakukan tipu muslihat untuk riba dengan cara yang terselubung lebih besar dosanya daripada pelaku […]