Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Orang yang bermimpi basah dalam keadaan berpuasa, atau saat berihram haji atau umrah, maka tidak ada dosa dan tidak ada kafarat. Itu juga tidak berpengaruh terhadap (sahnya) puasa, haji, dan umrah yang dijalankannya. Dia wajib mandi junub, apabila telah keluar air mani. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Itu tidak membatalkan puasa dan hendaknya dia menundukkan pandangan sesuai kemampuan. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Apabila realitasnya seperti yang Anda jelaskan, maka Anda tidak perlu meng-qadha atau membayar kafarat, karena memperhatikan hukum tetap kepada keadaan asal. Kecuali jika terbukti bahwa yang basah tersebut adalah mani, maka Anda wajib mandi dan meng-qadha, tanpa perlu membayar kafarat. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Menghirup secara keseluruhan, baik itu aromatik dan non aromatik, tidak membatalkan puasa, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya, dan baik puasa wajib maupun puasa sunah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Menelan air liur sendiri tidak membatalkan puasa walaupun banyak dan berturut-turut, baik di dalam masjid maupun di tempat lainnya. Namun, jika berbentuk lendir tebal seperti dahak, jangan ditelan. Sebaiknya diludahkan ke tisu dan semacamnya, apabila berada di dalam masjid. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Orang yang berbuka karena lupa di siang hari saat sedang berpuasa Ramadhan tidak berdosa. Dia hanya harus menyempurnakan puasa di hari tersebut. Dia tidak wajib meng- qadhanya, berdasarkan pendapat yang paling benar dari dua pendapat ulama. Ini merupakan pendapat Syafi`i dan Ahmad berdasarkan hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam. […]


Jika persoalannya seperti yang telah disebutkan, maka puasa Anda telah sempurna. Anda tidak terkena kewajiban qadha sebab tidak ada kesalahan dalam puasa Anda karena hal itu, Insya Allah. Karena pada dasarnya Anda sedang berpuasa dan Anda tidak melakukan sesuatu hal yang membatalkannya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Puasa keduanya batal namun tetap wajib menahan (hal-hal yang membatalkan puasa sampai maghrib di hari itu) dan meng-qadha-nya lain waktu. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam, أفطر الحاجم والمحجوم “Orang yang membekam dan dibekam puasanya batal.” Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Hukum masturbasi adalah haram, baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan. Masturbasi tidak boleh dilakukan. Dasarnya adalah firman Allah Ta’ala, وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (29) إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (30) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ “Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya(29) kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau […]


Mencukur rambut, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur rambut kemaluan tidak membatalkan puasa. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Memakai minyak wangi seperti yang disebutkan dalam pertanyaan tidaklah membatalkan puasa. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Puasa orang tersebut tidak batal dan dia tidak wajib meng-qadha-nya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam, من ذرعه القيء فلا قضاء عليه ومن استقاء فعليه القضاء “Orang yang muntah tanpa sengaja, maka tidak ada kewajiban baginya untuk meng-qadha. Adapun orang yang sengaja muntah, maka dia wajib meng-qadha.” Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan […]