Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Takbir bersama-sama secara serempak setelah shalat atau di waktu lain tidak disyariatkan. Bahkan, hal itu termasuk bid’ah yang diada-adakan dalam agama. Sebaliknya, yang disyariatkan adalah memperbanyak zikir kepada Allah Jalla wa ‘Ala tanpa berjemaah (sendiri-sendiri) dengan membaca tahlil, tasbih, tahlil, dan Al-Qur’an dan memperbanyak istighfar. Hal itu berdasarkan firman Allah Ta’ala, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا […]


Allah Ta’ala berfirman, وَلِلَّهِ الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا ” Hanya milik Allah asma-ul husna , maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu.” (QS. Al-A’raaf: 180) Allah diseru dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang termaktub dalam Alquran dan Sunah. Dia tidak diseru dengan sebutan lain yang tidak termaktub dalam Alquran dan Sunah. Apabila orang itu dapat […]


Dengan redaksinya yang demikian, doa tersebut tidak disyariatkan. Redaksi doa seperti itu tidak ada dasarnya dan tidak seharusnya digunakan untuk berdoa. karena doa seperti itu tidak ada dalilnya, baik dari Al-Qur’an maupun sunah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Di samping itu, doa tersebut mengandung hal-hal yang dilarang dan bertentangan dengan akidah. Contohnya adalah ucapan: Pintu […]


Tidak boleh berdoa dengan redaksi tersebut, baik pada waktu khataman Alquran atau lainnya, karena tidak ada riwayat dari Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam mengenai hal tersebut. Doa tersebut merupakan doa bidah. Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam telah bersabda, من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد “Barangsiapa melakukan suatu perbuatan yang tidak berdasarkan urusan […]


Wirid seperti itu tidak ada dasarnya dan harus ditinggalkan. Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda, من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد “Orang yang melakukan suatu perbuatan tidak berdasarkan urusan (agama) kami, maka perbuatan tersebut tertolak.” Tidak diperkenankan untuk menghadirkan wajah seseorang yang tidak ada (memunculkannya dalam imajinasi), karena itu termasuk perbuatan setan. Setan […]


Doa semacam ini menunjukkan kebodohan besar. Orang yang berdoa dengannya berada dalam bahaya besar, karena doa itu mengandung kata-kata kekufuran dan bid’ah. Oleh karena itu, Anda wajib meninggalkan doa itu dan doa-doa lain yang dikarang-karang, serta mengandung kalimat syirik dan bid’ah. Tidak diperkenankan berdoa semacam ini, baik selesai tawaf, selepas ziarah, atau lainnya. Nabi Muhammad […]


Tidak pernah ada riwayat tentang doa ini dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam atau salah seorang shahabat. Doa tersebut terkenal di kalangan sufi yang berlebihan. Itu tidak sejalan dengan syariat karena bertentangan dengan dalil yang ada, di antaranya firman Allah Ta`ala, أَمْ مَنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ “(Apakah […]


Tindakan Umar mengumpulkan kaum muslimin untuk salat di belakang satu imam dilakukan berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Sesungguhnya Nabi pernah melakukan hal serupa di bulan Ramadhan, yaitu menjadi imam salat (tarawih) dengan makmum para shahabat. Di hari kedua dan ketiga, jumlah shahabat yang ikut salat semakin banyak. Hingga akhirnya di hari keempat, […]


Doa yang dilakukan oleh imam dan diamini oleh makmum setelah shalat adalah bid’ah. Akan tetapi, (yang seharusnya dilakukan) setiap orang adalah berdoa sendiri-sendiri tanpa mengeraskan suara dan tanpa mengangkat tangan. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Amal perbuatan yang dilakukan seorang muslim harus sesuai dengan sunnah Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Doa-doa yang disebutkan di atas mengandung banyak sekali unsur-unsur bid`ah, seperti membaca Surat al-Ikhlash seratus kali, berdoa dengan keagungan rahasia Nabi Muhammad, rahasia antara Allah dan Nabi-Nya, dan unsur-unsur bid`ah lainnya. Atas dasar itulah, tidak boleh memohon dengan doa-doa dan […]


Doa yang disebutkan dalam pertanyaan adalah doa bidah (doa yang diada-adakan). Apa yang telah disebutkan, yaitu anjuran untuk menyebarkan doa ini dan janji-janji yang akan diberikan kepada orang yang mau berdoa dengan doa ini dan menyebarkannya, adalah bohong semua dan harus ditolak dan tidak disebarkan. Wallahu A`lam Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi […]


Membiasakan berdoa setelah selesai membaca Al-Quran termasuk bid’ah, karena hal itu tidak ada dalilnya. Adapun jika kadang-kadang berdoa dan tidak terus menerus, maka itu dibolehkan. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.