Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya
SIFAT ULAMA YANG DIJADIKAN PANUTAN Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah Pertanyaan: Apa kriteria ulama yang dijadikan panutan? Jawaban: Kriteria ulama yang dijadikan panutan adalah orang-orang yang berilmu tentang Allah ta'ala, memahami al-Qur'an dan sunnah Rasulullah shallallahu 'ala…
APAKAH LARANGAN MAKAN BAWANG PUTIH DAN BAWANG MERAH ITU ADALAH LARANGAN KARENA ZATNYA Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah Pertanyaan Apakah larangan yang disebutkan dalam hadits ar-Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam dari makan bawang putih, bawang merah, dan dau…
HUKUM SEORANG YANG SUDAH BERTAUBAT, TAPI BERKALI-KALI MENGULANGI DOSANYA . Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah. Pertanyaan : Apa hukum bertaubatnya seorang dari dosa lalu dia mengulangi dosanya kembali beberapa kali. kemudian dia bertaubat berkali-kali dan setelah itu dia bertaubat dengan jujur dan tidak lagi mengulangi dosa tersebut ? Jawaban : Taubatnya orang ini sah, dan berbagai taubat yang pertama dan berbagai taubat yang terakhir semuanya sah. Karena setiap kali berbuat dosa kemudian bertaubat kepada Allah dari dosanya, dan dia menyempurnakan syarat-syarat taubatnya maka Allah akan menerima taubatnya. Maka jika nafsunya mengajaknya lalu dia melakukan dosa kembali lalu dia bertaubat kedua kali, tiga kali, empat kali. Berdasarkan firman Allah : قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً Katakanlah : Wahai hambaKu yang telah melampaui batas, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah sesungguhnya Allah itu mengampuni dosa semuanya .[QS. Az-Zumar 53} Akan tetapi yang penting taubatnya itu benar, hendaknya dia bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut, bukan taubat yang main-main, dalam keadaan dia berniat dalam hatinya untuk mengulangi dosa tersebut. Karena taubat demikian itu tidak benar, akan tetapi jika taubatnya benar, tatkala dia meninggalkan dosanya dia bertekad untuk tidak mengulanginya. Maka sesungguhnya jika dia mengulangi kembali kali kedua, maka taubat pertamanya tidaklah gugur. Bahkan tabuat pertamanya tetap sah. Dan setiap kali dia berbuat dosa dan bertaubat, maka Allah tetap menerima taubatnya. Teks arab : https://binothaimeen.net/content/173 Sumber : http://telegram.me/ahlussunnahposo ========== TERUSLAH BERTAUBAT! ✍🏻 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله berkata : "Barangsiapa bertaubat kemudian dia mengulangi kembali (dosanya), maka wajib baginya untuk bertaubat yang kedua kalinya. Kemudian apabila dia mengulanginya lagi, maka wajib baginya untuk bertaubat lagi. Demikianlah seterusnya, setiap kali dia berbuat dosa, jangan putus asa dari rahmat Allah. Bisa jadi ketika dia mengulangi lagi bertaubat beberapa kali, maka Allah akan mengkaruniakan kepadanya di akhir hayatnya dengan taubat nasuha (yang diterima taubatnya )." 📚 [Mukhtashar Al Fatawa hal. 562] Sumber : t.me/salafy_cirebon
AMR BIN AL 'ASH PENAKLUK MESIR Penakluk Mesir Nama lengkap beliau adalah Abu Abdillah Amr bin Al Ash bin Wail bin Hasyim bin Said bin Sahm bin Amr bin Hashish bin Kaab bin Luay bin Al Qurasy As Sahmi. Sebagian berpendapat kuniah beliau adalah Abu Muhammad. Ibu beliau adalah Salma bintu Harmalah ya…
Ke Mekkah Mengukur Syukur . Bahkan ada yang sebelumnya tidak berani membayangkan jika ia benar-benar akan tiba di Mekkah.Kenapa demikian? Sebab,di benaknya untuk ke Mekkah itu hanya bisa dilakukan oleh yang benar-benar kaya.Pada pikirnya,jika tidak berlebih harta,seperti mustahil dapat tiba di …
Teduh dan Sejuk Dalam Berdagang Kadang saya merasa heran, sebab pernah jadi korban. Heran, seperti apa dasar berpikirnya? . Pendek. Sempit. Dan terlalu picik. Ini tentang trik menjual barang. Tertulis besar Rp 18.000 di warung buah. Saya pikir per kilogram nya. Rupanya ada tulisan lebih kecil di sudut bawah, " 1/2 kg ". Jelas kecewa! Penjual memang merasa tidak berbohong. Itu bukan dusta, katanya. Namun, apapun alasannya, tetap saja calon pembeli merasa ditipu. Sederhana saja ; kenapa tulisan "1/2 kg" itu tidak ditulis sama besar dengan "Rp 18.000"? Trik-trik "menipu" dalam dunia jual beli sangat beragam. Ada yang menulis harga seakan murah. Setelah dihadapkan dengan barangnya, si penjual mengatakan, " Oh, yang harga 15.000 yang ini. Kalau yang itu, 25.000". Ada yang menawarkan berbagai fasilitas dan hadiah. Tapi, ada tanda bintang kecil dengan keterangan ; syarat dan ketentuan berlaku. Sifatnya promosinya bombastis! Wah dan mewah! Besar-besaran. Pasang iklan di sana-sini. Buat poster dengan banyak versi. Media sosial dikerahkan. Pasang status berulang tidak bosan. Adalagi yang keluar dana besar hanya untuk endorse dari figur yang banyak followernya. Seseorang yang popularitasnya tinggi diajak untuk ikut promosi. Pokoknya besar-besaran! Padahal semua itu akan percuma. Bisa dibilang sia-sia. Sebab, pelaku pasar sudah pintar. Zaman sekarang banyak orang punya kemampuan memilah-milih. Apalagi produknya memang jelek. Kualitasnya buruk. Lebih-lebih lagi pemilik usaha terlanjur dikenal tidak jujur. Sudah diketahui curang. Maka, kalaupun sempat booming. Sempat viral. Hah, dalam hitungan waktu yang pendek, usaha itu akan tutup. Bangkrut. Ditinggal pembeli. Akhirnya dia akan gigit jari merenungi rugi. Itu fakta! Itu realita! Mengenai hal ini, kita diingatkan dengan sabda Nabi Muhammad ﷺ ; فإنْ صَدَقا وبَيَّنا بُورِكَ لهما في بَيْعِهِما، وإنْ كَتَما وكَذَبا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِما " Jika keduanya (penjual dan pembeli) jujur dan sama saling terbuka, jual beli mereka pasti diberkahi. Sebaliknya, jika keduanya menutup-nutupi dan berbohong, barakah jual beli mereka pasti dicabut" HR Bukhari 2079 Muslim 1532 dari sahabat Hakim bin Hizam. Kejujuran adalah modal penting, bahkan modal terbesar. Seorang pelaku usaha yang jujur, akan survival. Ia akan bertahan. Walau ia tak jor-joran beriklan. Meskipun ia tak menguasai sistem online atau market shop. Jangankan menguasai pasaran, berambisi untuk menumpuk laba pun tidak. Baginya yang penting adalah berkah walaupun kecil. Meskipun terpencil. Di dalam hadis lain, Nabi Muhammad ﷺ bersabda ; إنَّ التُّجارَ هم الفُجَّارُ فقال رجلٌ يا رسولَ اللهِ أليس قد أحلَّ اللهُ البيعَ قال بلى ولكنهم يحدِّثون فيَكذِبون ويحلِفون فيأثَمون " Sungguh! Para pedagang banyak yang berbuat curang" . Ada yang bertanya, " Bukankah Allah Ta'ala menghalalkan jual beli, wahai Rasulullah? " Nabi Muhammad ﷺ menjawab, " Benar! Namun, banyak pedagang berbicara tapi dusta, banyak sumpah namun berdosa" HR Ahmad 3/428 dari sahabat Abdurrahman bin Syibl. Lihat As Sahihah karya al Albani (366) Persoalannya adalah pelaku pasar jika kecentok (dibuat kecewa), jangan salahkan dia jika tidak mau lagi kembali. Sebab, kecurangan adalah hal paling tabu dan paling dibenci pelaku pasar. Sekali tersemat curang, susah untuk dihilangkan. Walau dibuat baliho besar-besar dan diberi keterangan, " Toko ini sudah berganti pemilik dan manajemen". Tetap saja trauma susah dihapuskan. Maka, jangan sekali-kali curang dalam berdagang! Jujur dan terbuka saja. Lendah, 29 Jumadal Ula 1443 H/ 03 Januari 2021 t.me/anakmudadansalaf
HUKUM MEMAKAI SAROWIL (SARUNG SEKALIGUS SIRWAL) Pertanyaan, Bismillah. Mau tanya ustad, apa hukumnya memakai sarung celana (seperti gambar) di masyarakat umum? Karena ada ikhwam berkomentar bahwa pakaian tsb tidak lazim, lebih baik memakai sirwal atau sarung saja Semoga Allah ta'ala selalu menj…
 .TERJEMAH KITAB TASHILUL WUSHUL ILA ATS-TSALATSATIL USHUL (BAGIAN 2) Baca bagian pertama >> ................................................. Judul Asli: تسهيل الوصول إلى الثلاثة الأصول Edisi Terjemah: Al-Ushul Tsalatsah dalam bentuk Tanya Jawab Penulis: Syaikh Muhammad at-Thayyib al-Anshari rahimahullah ................................................. Soal: Apa dalil bahwa tawakal termasuk ibadah? Jawab: Firman Allah ta’ala, ﴿وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنتُمْ مُؤْمِنِينَ﴾ “Dan kepada Allah-lah hendaknya kamu bertawakkal jika kamu memang orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Maidah:23) Dan firman-Nya, ﴿وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ﴾ “Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, Dia pasti mencukupinya” (QS. Ath-Thalaq:3) ................................. Soal: Apa dalil bahwa raghbah, rahbah dan khusyu(*) termasuk ibadah? Jawab: Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, ﴿إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ﴾ “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegerah di dalam mengerjakan kebaikan dan mereka berdoa kepada kami dengan raghbah dan rahbah. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami” (QS. Al Anbiya:90) ................................. Soal: Apa dalil bahwa kasyyah(**) termasuk ibadah? Jawab: Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, ﴿فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي﴾ “Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah:150) ................................. Soal: Apa dalil bahwa inabah(***) termasuk ibadah? Jawab: Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, ﴿وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ﴾ “Dan berinabahlah kalian kepada Rabb kalian dan berserah dirilah kepada-Nya.” (QS. Az-Zumar:54) ................................. Soal: Apa dalil bahwa isti’anah (memohon pertolongan) termasuk ibadah? Jawab: Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, ﴿إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ﴾ “Hanya kepada-Mu lah kami beribadah dan hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan.” (QS. Al Fatihah:5) Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, «إذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ باللهِ» “Apabila kamu meminta pertolongan, mintalah kepada Allah” ................................. Soal: Apa dalil bahwa isti’adzah (memohon perlindungan) termasuk ibadah? Jawab: Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, ﴿قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ﴾ “Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai shubuh.” (QS. Al-Falaq:1) Dan firman-Nya, ﴿قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ﴾ “Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb Manusia.” (QS. An-Naas:1) ................................. Soal: Apa dalil bahwa istighatsah (memohon bantuan ketika genting) termasuk ibadah? Jawab: Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, ﴿إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ﴾ “Ingatlah, ketika kalian beristighatsah kepada Rabb kalian, maka dia mengabulkannya untuk kalian” (QS. Al Anfal:9) ................................. Keterangan: (*) Raghbah adalah keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang dicintai. Rahbah adalah perasaan cemas yang menimbulkan keinginan untuk melarikan diri dari sesuatu yang ditakuti. Rasa takut yang dibarengi dengan perbuatan. Khusyu adalah tunduk dan merendah terhadap kebesaran Allah dengan berserah diri sepenuhnya kepada keputusan-Nya yang qodari dan syar'i. (**) Khasyyah adalah rasa takut yang dibangun di atas ilmu terhadap kebesaran sesuatu yang ditakuti dan kesempurnaan kekuasaan-Nya. Sebagaimana firman Allah (artinya), “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah para Ulama’.” (QS. Fathir: 28) (***) Inabah adalah kembali dan berserah diri kepada Allah dengan melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Inabah memiliki makna yang hampir sama dengan taubat. Hanya saja inabah lebih lembut dibandingkan taubat, karena ia mengandung makna bergantung dan berserah diri hanya kepada Allah. ................................. Soal: Apa dalil bahwa menyembelih termasuk ibadah? Jawab: Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, ﴿قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَاي وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ﴾ [الأنعام:162-163] “Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Rabb semesta alam * Tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS. Al-An’am: 162-163) Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, «لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ» “Allah melaknat seseorang yang menyembelih untuk selain Allah.” ................................. Soal: Apa dalil bahwa nazar termasuk ibadah? Jawab: Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, ﴿يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا﴾ “Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang adzabnya merata dimana-mana.” (QS. Al-Insan: 7) ................................. Soal: Apa pokok dasar yang kedua? Jawab: Mengenal agama Islam dengan dalil-dalinya. ................................. Soal: Apa itu agama Islam? Jawab: Agama Islam adalah: patuh dan tunduk kepada Allah dengan cara mentauhidkan dan menaati-Nya, juga berlepas diri dari kesyirikan dan pelaku kesyirikin. ................................. Soal: Ada berapa tingkatan agama Islam? Jawab: Ada tiga, yaitu: Islam, Iman dan ihsan. Setiap tingkatan memiliki rukun. ................................. Soal: Ada berapa rukun Islam? Jawab: Rukun Islam ada lima; persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa ramadhan, dan haji ke baitullah yang mulia (ka'bah). ................................. Soal: Apa dalil persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah? Jawab: Dalilnya adalah firman Allah, ﴿شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُوْلُوا الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ﴾ “Allah bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, Malaikat dan orang-orang yang diberi ilmu (juga bersaksi tentang hal itu), Yang menegakkan keadilan. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran: 18) ................................. Soal: Apa makna لاإله إلا الله dalam ayat di atas? Jawab: Maknanya adalah, tidak ada sesembahan yang benar disembah kecuali Allah. ................................. Soal: Apa maksud لاإله? Jawab: Yaitu meniadakan segala bentuk peribadatan kepada selain Allah. ................................. Soal: Apa maksud إلا الله? Jawab: Yaitu menetapkan ibadah hanya untuk Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya di dalam ibadah kepada-Nya sebagaimana tidak ada sekutu di dalam kekuasaan-Nya. ................................. Soal: Sebutkan ayat yang menjelaskan makna lailaillallah di atas! Jawab: Firman Allah ta’ala, ﴿وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ(26)إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ(27)وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ﴾ “Dan ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: sesungguhnya aku berlepas diri dari apa-apa yang kalian ibadahi * Kecuali Dzat yang telah menciptakan aku, karena dia yang akan memberi petunjuk kepadaku * Dan Ibrohim menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.” (QS. Az-Zukhruf: 26-28) Dan firman-Nya, ﴿قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ﴾ “Katakanlah: Wahai Ahlul kitab, kemarilah, kepada suatu kalimat yang sama antara kami dan kalian, yaitu: agar kita tidak beribadah melainkan hanya kepada Allah dan kita tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, tidak menjadikan sebagian kita dengan sebagian yang lain Rabb-Rabb selain Alah. Jika kalian berpaling maka katakanalah: saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri.” (QS. Ali Imran: 26) ................................. Apa dalil persaksian bahwa Muhammad adalah Rasulullah (utusan Allah)? Jawab: Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, ﴿لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ﴾ "Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman." (QS. At-Taubah: 128) Dan firman-Nya, ﴿محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم﴾ “Muhammad adalah Rasulullah, dan orang-orang yang bersamanya sangat keras terhadap orang-orang kafir dan lemah lembut terhadap sesama mereka.” (QS. Al-Fath: 29) ................................. Soal: Apa makna persaksian bahwa Muhammad utusan Allah? Jawab: Yaitu, menaati perintahnya, membenarkan beritanya, menjauhi larangannya, dan tidaklah kita beribadah, kecuali dengan apa yang beliau syariatkan. ................................. Soal: Apa dalil tentang shalat, zakat, dan penafsiran tauhid? Jawab: Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, ﴿وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ﴾ “Dan tidaklah mereka diperintah kecuali agar beribadah hanya kepada Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan agar mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5) ................................. Soal: Apa dalil puasa? Jawab: Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴾ “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan kepada kalian puasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183) ................................. Soal: Apa dalil haji? Jawab: Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, ﴿وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنْ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْ الْعَالَمِينَ﴾ “Kewajiban manusia terhadap Allah (adalah) mengerjakan haji yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke baitullah. Barangsiapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) dari alam semesta.” (QS. Ali Imran: 97) ................................. Insyaallah bersambung Sumber : t.me/warisansalaf
Biografi Al-Imam Ash-Shabuni Rahimahullah Beliau adalah Abu Utsman Ash-Shabuni Ismail bin Abdirrahman bin Ahmad bin Ismail bin Ibrahim bin Amir bin Abid. Beliau dilahirkan pada tahun 373 H. Ayah beliau, Abu Nashr, termasuk tokoh yang selalu memberikan nasehat di Kota Naisabur, dan terbunuh di…
TERJEMAH KITAB TASHILUL WUSHUL ILA ATS-TSALATSATIL USHUL ................................................. Judul Asli: تسهيل الوصول إلى الثلاثة الأصول Edisi Terjemah: Al-Ushul Tsalatsah dalam bentuk Tanya Jawab Penulis: Syaikh Muhammad at-Thayyib al-Anshari rahimahullah ........................…
PERBEDAAN SHALAT JUMAT DENGAN SHALAT ZHUHUR Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah : Perbedaan antara shalat jumat dengan shalat zhuhur adalah : 1. Shalat Jumat itu tidak sah kecuali dengan berjamaah, . dengan perselisihan di antara para ulama tentang jumlah jamaahny…
 .Luwes Bagaikan Air Oleh : Al Ustadz Abu Nasiim Mukhtar ibn Rifa’i La Firlaz Allah Tidak Akan Membebani Di Luar Batas Kemampuan Hamba Saat ujian dan cobaan datang menghampiri, seringkali kita menganggap bahwa kitalah orang yang paling berat cobaannya. Seolah-olah cobaan yang sedang …