Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Oleh : Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Fadhilatusy Syaikh, apa hukum melakukan safar sebelum shalat jum’at? Jawaban: Safar pada hari jum’at apabila setelah adzan kedua, maka ini tidak boleh. Berdasarkan firman Allah ta’ala: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ) “Wahai orang-orang yang beriman apabila diseru untuk melakukan shalat jum’at, maka bersegeralah untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (Al Jumu’ah : 9). Maka tidak boleh bagi seseorang untuk melakukan safar pada waktu tersebut. Dikarenakan Allah ta’laa berfirman : (فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ) “Maka bersegeralah untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” Adapun kalau safar sebelum itu dan ia meniatkan untuk shalat di perjalanan. Sebagai contoh ia safar dari daerahnya dan ia mengetahui akan melewati suatu daerah di perjalanannya, kemudian ia singgah di tempat tersebut dan shalat jum’at di sana. Maka ini tidak mengapa. Adapun ketika ia tidak bisa singgah di sebuah tempat yang seorang bisa shalat di sana, maka ada beberapa pendapat para ulama: Sebagian mereka memakruhkannya Sebagian yang lain mengharamkannya Sebagian lainnya membolehkannya, dan mengatakan bahwa Allah tidak mewajibkan atas kita untuk mendatangi shalat kecuali setelah adzan. Maka yang terbaik adalah seseorang tidak melakukan safar , kecuali apabila keadaannya yang memang mengharuskannya. Seperti tertinggal rombongan atau jadwal penerbangan pesawat yang tidak bisa ditunda atau yang semisalnya. Atau yang lebih utama untuk tetap tinggal dan tidak melakukan safar di hari jum’at. Silsilah Liqaat Bab al Maftuh (Liqa 50). Alih bahasa : Ibrohim Abu Kaysa Sumber : Whatsapp Salafy Indonesia

Oleh : Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar -hafizhahullah- Sungguh hebat dan memukau! Subhanallah. Berulang kali mendengar dan membaca kisah nabi Nuh 'alaih salam, baru kali ini penulis menemukan pintu sekaligus kunci-kunci pembuka ruang luas bernama kesabaran. Nampaknya, kita mesti menambah frekuensi…

Oleh : Ustadz Abu Abdirrahman Huda Sebelum kematian beliau, sebenarnya telah ada pengganti yang telah beliau tunjuk. Umar pernah berkata dalam suatu riwayat, “Jika ajal menemuiku sedang Abu Ubaidah ibnul Jaraah masih hidup maka akan aku jadikan dia sebagai penggantiku, dan jika Rabbku bertanya ke…

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah) Menundukkan pandangan di tengah bertebarnya kerusakan di sekitar kita memang bukan soal mudah. Keimanan lah yang kemudian menjadi filter terhadap apa-apa yang dilihat oleh mata. Saudariku muslimah… Tercatat dalam lembaran musha…

Disampaikan oleh: Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafidzahullah- Diantara HAQ seorang SUAMI atas istrinya adalah: 1. MENTAATI suami dalam perkara yang ma’ruf. Termasuk didalamnya perkara yg mubah dan mentaati suaminya bukan dalam perkara kemaksiatan. ketika istrinya sudah mentaati sua…
![[Wajib Tahu] 10 Pembatal Keislaman](http://4.bp.blogspot.com/-0j-pPYdSJAM/VQ6-Tatzh7I/AAAAAAAADMQ/in0-1JxaNBA/s1600/pembatal%2Bkeislaman.png)
PEMBATAL-PEMBATAL KEISLAMAN Dua kalimat syahadat: asyhadu an laa ilaha illallahu wa asyhadu anna muhammadarrasulullah Memiliki konsekuensi yang harus terwujudkan. Seorang muslim tidak cukup hanya mengikrarkannya saja, tetapi dituntut untuk memenuhi segala konsekuensi tersebut. Syahadat yang p…

Membersihkan gigi merupakan perkara yang lumrah kita lakukan sehari-hari. Kita pun memberikan perhatian besar dalam mengajarkan dan membiasakan anak-anak kita untuk membersihkan gigi setiap hari. Alhamdulillah, ternyata gosok gigi adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh agama Islam yang mulia ini. Dahulu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para shahabat radhiyallahu 'anhum biasa membersihkan gigi mereka dengan siwak. Yaitu alat penggosok gigi yang terbuat dari ranting atau akar pohon siwak. Namun, ini tidak berarti bahwa perintah membersihkan gigi hanya dengan siwak. Boleh juga membersihkan gigi dengan selain siwak. Hal ini dikarenakan Rasulullah pernah pula membersihkan gigi beliau dengan jari ketika berwudhu, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dalam Musnad beliau. Nah, berarti membersihkan gigi, hukum dan adabnya semisal dengan hukum dan adab bersiwak. Oleh sebab itu hendaknya kita memperhatikan adab ini ketika membersihkan gigi. CARA MEMBERSIHKAN GIGI Hendaknya kita membersihkan gigi dari sebelah kanan. Sebagaimana memulai dari yang kanan untuk hal yang baik merupakan kebiasaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Yang lebih bagus menggosok gigi dengan tangan kiri sebagaimana pendapat yang dinukilkan oleh Ibnu Taimiyah dari Imam Ahmad. Hendaknya kita melakukannya dengan bersungguh-sungguh, sebagaimana Rasulullah ketika membersihkan mulut beliau yang mulia. Diriwayatkan dari shahabat Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu 'anhu bahwa beliau berkata: “Aku pernah mendatangi Nabi, ternyata aku mendapati beliau sedang menggosok gigi dengan siwak .di tangan beliau, beliau berkata, ’Uk-uk.’ Dan siwak berada dalam mulut beliau seakanakan beliau hendak muntah.” [H.R. Al Bukhari]. Disyariatkan pula untuk membersihkan lidah, sebagaimana dalam sebagian lafazh hadits tersebut dalam riwayat Muslim. WAKTU MEMBERSIHKAN GIGI 1. Ketika akan melakukan shalat dan wudhu Sebagaimana dalam hadits: “Kalau bukan karena aku takut akan memberatkan umatku, niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan shalat.” [H.R. Al Bukhari dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu]. Dalam riwayat Ahmad dan Malik, ”Dalam setiap kali wudhu.” [shahih, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani v Shahihul Jami’]. 2. Ketika masuk rumah. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Aisyah radhiyallahu 'anha pernah ditanya, “Apa yang dilakukan oleh Rasulullah ketika pertama kali beliau memasuki rumahnya?” Beliau menjawab, ”Bersiwak”. [H.R. Muslim]. 3. Ketika bangun malam. Dari Hudzaifah bin Al Yaman radhiyallahu 'anhu, dia berkata, “Adalah Rasulullah jika bangun malam beliau selalu menggosok mulut beliau dengan siwak.” [H.R. Al Bukhari]. 4. Saat bau mulut berubah. Perubahan bau mulut bisa terjadi karena beberapa hal. Di antaranya adalah perut tidak dimasuki makanan dalam waktu agak lama, pengaruh sisa makanan dalam mulut, lama tidak berbicara, dan bangun dari tidur. Demikianlah beberapa waktu yang disyariatkan untuk menggosok gigi. Namun, hal ini bukan berarti pembatasan. Membersihkan gigi diperintahkan secara umum dalam setiap keadaan ketika dibutuhkan. Sebagaimana ditunjukkan oleh perhatian Rasulullah terhadap hal ini. Bahkan di waktu menjelang wafatnya, beliau membersihkan mulut beliau yang mulia dengan siwak, sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Bukhari dan Muslim. Begitu besar perhatian Rasulullah ` terhadap kebersihan mulut. Tentulah kita berusaha untuk mengamalkan dan mendapatkan keutamaanya, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits: السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ “Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhaan bagi Rabb.” [H.R.Ahmad dari Shahabat Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu 'anhu, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaul Ghalil no 66]. Wallahu a’lam. [Hammam] . Maraji’: Syarhul Mumti’ ‘ala Zadil Mustaqni’, karya Syaikh Muhammad Utsaimin rahimahullah. Taisirul ‘Alam, karya Syaikh Alu Bassam rahimahullah. Di kutip dari Majalah Tashfiyah Edisi 14 Vol 02 1433H/2012
![[Kisah Inspiratif] Meraih Hidayah-Nya](http://1.bp.blogspot.com/-cZFDrZyepOQ/VQ4f0Cf1_JI/AAAAAAAADLs/zalzdRS_9uw/s1600/meraih%2Bhidayah%2Bnya.jpg)
Sepuluh tahun sudah aku meninggalkan kampung halaman. Berawal sejak lulus dari bangku SLTP yang membosankan, jiwa ini serasa melayang. Ingin rasanya mencicipi segarnya udara luar di tanah lapang. Maka, aku beranikan diri untuk merantau ke luar pulau. Kini, tak terasa usiaku sudah menginjak kepala…

"Usap khuf aja !" "Apa itu khuf? " Mungkin kurang lebih seperti itu percakapan dua pemuda yang belum tahu dan yang sudah tahu tentang syariat khuf saat mereka sedang berwudhu. Nah kali ini, kita akan memabahas sedikit tentang syariat mengusap khuf. Insya Allah. Jadi, apa itu khuf? Khuf i…

Terkadang dalam cuaca dingin yang ekstrem atau suasana perjalanan jauh, kita merasa berat untuk melepas khuf (sepatu tipis terbuat dari kulit sebagai pelapis sepatu/kaos kaki atau semisalnya). Islam sebagai ajaran yang luhur lantas memberikan kemudahan. Cukup diusap bagian atasnya sebagai penggaknt…

AL - IMAM ABU HANIFAH  .-رحمه الله- mengatakan, " Tidak halal bagi siapapun mengambil pendapat kami tanpa mengetahui dari mana kami mengambilnya. " Dalam riwayat lain, beliau mengatakan, " Haram bagi siapapun yang tidak mengetahui dalil yang saya pakai untuk berfatwa dengan pendapat sa…

DIAGNOSA DOKTER: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah- rahimahullah-berkata, ,جُرْحٌ مَسْمُومٌ “Luka yang beracun.” [Majmu’ Al-Fatawa, 5/32]Al- ‘Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, ,هَذَا مَرَضٌ مِنْ أَمْرَاضِ الْقَلْبِ “Ini termasuk salah satu penyakit hati.” [Zadul Ma’…