Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Tidak ada yang mengetahui apa yang ada dalam jiwa, dan pikiran-pikiran, angan-angan, dan rahasia-rahasia yang tersimpan dalam hati kecuali Allah `Azza wa jalla. Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman, وَإِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى “Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.” (QS. Thahaa: 7) Dan Allah Jalla […]


Alam ghaib merupakan kekhususan Allah. Tidak ada yang mengetahui perkara yang ghaib di langit dan di bumi kecuali Allah. Allah Ta’ala berfirman, وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri.” (QS. Al-An’am:59) Allah azza wa Jalla juga berfirman, قُلْ لاَ يَعْلَمُ […]


Teori evolusi yang dikenal dengan teori Darwin itu tidak sesuai dengan Al-Quran, Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan konsensus para ulama. Dalam Al-Quran dan Sunnah terdapat penjelasan valid yang menunjukkan bahwa Nabi Adam diciptakan dari tanah sedangkan Hawa diciptakan dari Nabi Adam. Adapun persoalan tentang Nabi Adam menikahkan anak laki-lakinya dengan anak perempuannya sendiri, […]


Ungkapan yang disebutkan dalam bait-bait syair tersebut tidak diperbolehkan. Sebab, di dalamnya perbuatan Allah disandarkan kepada takdir, sedangkan kewajiban kita adalah menyandarkan semua urusan kepada Allah selaku penentu takdir, disertai dengan sikap rela terhadap keputusan Allah, melakukan introspeksi diri dan bertaubat dari dosa yang menjadi penyebab datangnya hukuman. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala, […]


Dalam Al-Quran Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang […]


Yang wajib dikatakan adalah, “Allah Tuhan kami dan Tuhan kalian” sebagaimana dalam Al-Quran. Atau boleh berkata, “Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu.” Tidak boleh mengucapkan, “saya punya Tuhan dan kamu punya Tuhan” karena dapat menimbulkan kesan bahwa tuhan itu banyak. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Yang benar adalah mengatakan, “Kalau bukan karena Allah, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diutus,” atau “Seandainya Allah tidak mengutus Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam”, agar terhindar kata-kata yang mengotori akidah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Keterangan yang sudah baku dan benar hukumnya berdasarkan konteks dalil-dalil yang sahih adalah bahwa Allah menciptakan seluruh alam berupa langit, bumi, dan segala yang ada di antara keduanya itu dalam waktu enam hari. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah dalam Al-Quran, إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ […]


Pada hakikatnya, Allahlah yang menciptakan segala sesuatu. Allah Ta’ala berfirman, اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ “Allah adalah Pencipta segala sesuatu.” (QS. Ar-Ra’d: 16) Dan, وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ “Padahal Allahlah yang menciptakanmu dan apa yang kamu perbuat itu.” (QS. Ash-Shaaffaat: 96) Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan kebaikan dan memberikan perintah untuk melaksanakannya. Allah sangat menyukai kebaikan. […]


Makna tauhid rububiyyah adalah mengesakan Allah dalam segala perbuatannya seperti menciptakan, mengadakan, memberi rezki, menghidupkan, dan mematikan. Adapun makna tauhid uluhiyyah adalah mengesakan Allah dalam penyembahan seperti berdoa, meminta pertolongan, memohon bantuan, merasa takut, menyampaikan harapan, bertawakkal, dan semua bentuk-bentuk ibadah lainnya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Seorang muslim yang beriman dengan Allah dan hari akhir tidak boleh menampakkan perhatian dan simpati terhadap tahun milenium tersebut atau perayaan lain yang berhubungan dengan agama orang -orang Nasrani (Kristen) atau orang-orang kafir lainnya serta tahun baru milenium yang disebutkan atau mengaitkan beberapa hal dengan tahun tersebut, seperti melangsungkan akad nikah, memulai awal perdagangan atau […]


Yang harus dilakukan adalah tetap memakai kalender Hijriah, sebagaimana telah di praktikkan oleh kaum Muslimin pada masa al-Faruq (Umar) radhiyallahu ‘anhu sampai hari ini dan itu adalah kemuliaan umat. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.