Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Keadaan Isa `alaihi salam yang lahir tanpa bapak, dan beliau juga diangkat ke atas langit tidak berarti beliau adalah paling tinggi derajatnya. Di antara yang menunjukkan hal itu, kekasih Allah Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad `alaihi as-shalatu wa as-salam tidak mendapatkan hal tersebut, dan keduanya pasti lebih mulia dari Nabi Isa, bahkan paling mulia di […]


Nabi adalah orang yang mendapat wahyu dari Allah tentang suatu syariat tapi tidak diperintahkan untuk menyampaikannya. Adapun Rasul adalah orang yang mendapat wahyu dari Allah dengan suatu syariat dan diutus kepada manusia untuk menyampaikan syariat dan hukum yang diwahyukan kepadanya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Iman itu terbagi-bagi, dan dia bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana difirmankan oleh (Allah) Ta’ala, وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًۭا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ “Dan apabila ayat-ayat-Nya dibacakan kepada mereka iman mereka bertambah(karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfal: 2) Dan (Allah) Ta’ala berfirman, وَيَزِيدُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ٱهْتَدَوْا۟ هُدًۭى “Dan Allah akan menambah petunjuk kepada […]


Para wali Allah adalah mereka yang beriman dan bertakwa sebagaimana difirmankan oleh (Allah) Ta’ala, أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(62) (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus: […]


Pengaruh tauhid yakni mengesakan Allah dalam hal ibadah dalam kehidupan telah dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya, عَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لاَ يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman […]


Perkataan Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah jelas bahwa kalimat al-Ikhlas yaitu ucapan “laa ilaaha illalaah tidak akan berfaedah untuk pembacanya kecuali jika ia mengetahui maknanya, melaksanakan tuntutannya, dan membuktikan ibadah semata-mata karena Allah Ta’ala. Adapun orang yang minta pertolongan kepada selain Allah, berdoa kepada selain Allah dan meyakini bahwa orang yang telah meninggal dapat mendengar […]


Allah memerintahkan untuk hanya menyembah-Nya, mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya, tidak beribadah, tidak berdoa, dan tidak berharap kepada siapapun selain Allah Subhanahu wa Ta`ala. Allah mengutus Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam untuk menjelaskan syariat agama, dan memerintahkan kita untuk mengamalkan apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, mengerjakan perintahnya dan menjauhi larangannya. (Allah) Ta’ala berfirman, […]


Rukun iman ada lima, yaitu beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab-Nya, para rasul, hari kiamat, serta qadha dan qadar yang baik maupun buruk. Beriman kepada Allah artinya adalah berkeyakinan yang kuat terhadap rububiyyah Allah (Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara), uluhiyyah Allah (Allah sebagai Tuhan yang disembah), nama-nama dan sifat-sifat-Nya, dan bahwa Allah Subhanahu wa Ta`ala […]


Sifat kehendak Allah Ta’ala adalah sifat sebenarnya, jenisnya lama tetapi selalu baru. Kewajiban terhadap ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah Jalla wa ‘Ala seperti sifat kehendak atau lainnya adalah memahaminya sesuai dengan yang ada tanpa mendalami caranya, disertai keyakinan hakikatnya yang sesuai dengan Allah Ta’ala tidak mengingkari keberadaannya, tidak menyamakan dengan sifat-sifat makhluk-Nya, tidak […]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Syaikh al-Islam Muhammad bin Abdul Wahhab keduanya adalah pembaharu terhadap ajaran-ajaran Islam berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah yang mulai ditinggalkan. Keduanya adalah ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Keduanya juga adalah pelaku perbaikan, bukan pelaku kerusakan, dan merupakan ulama yang menetapkan nama dan sifat bagi Allah Subhanahu wa Ta`ala seperti yang terdapat dalam […]


Setelah melakukan pengkajian (terhadap permasalahan yang diajukan) maka Komite menjawab sebagai berikut, Allah Ta’ala berfirman, وَلِلَّهِ الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ “Hanya milik Allah al-asma’ al-husna (nama-nama yang paling baik) , maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut al-asma’ al-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam […]


Ahlusunnah wal Jamaah adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan al-Quran dan as-Sunnah di dalam aqidah dan pokok-pokok ajaran mereka, serta tidak menentang teks-teks kedua sumber tersebut dengan akal dan hawa nafsu. Mereka berpegang teguh dengan sikap para sahabat radhiyallahu ‘anhum dalam pondasi keimanan dan rukun Islam. Mereka adalah para pemimpin petunjuk, dan penyeru kebaikan dan […]