Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

HUKUM MEMBENCI NAMA "ALI" DAN "AL HUSAIN" DENGAN ALASAN KEDUA NAMA TERSEBUT ADALAH NAMA YANG DI AGUNGKAN OLEH SYI'AH RAFIDHAH . Asy syaikh Ibn Al Utsaimin pernah ditanya : Sebagian manusia membenci nama "Ali" dan "Al Husain" dan menjauh dari kedua nama tersebut, dan yang demik…

•Faidah-Faidah• . فائدة ذهبية ... 🍇 قال ابن سعدي رحمه الله تعالى : 🌱 وعلامة الرحمة الموجودة في قلب العبد: أن يكون محبًّا لوصول الخير لكافة الخلق عموماً وللمؤمنين خصوصاً . 📚 [بهجة قلوب الأبرار٢٣٨]🌽 Ibnu Si'dy -semoga Allah merahmati beliau- berkata: "Dan tanda kasih sayang yang…

Banyaknya kerusakan (akhlak) anak-anak disebabkan karena orangtua mereka Berkata Ibnul Qoyyim Rohimahullohu Ta'ala: "Banyak kerusakan akhlak anak disebabkan karena orangtua mereka, mereka menelantarkannya meninggalkan pengajaran terhadap mereka dalam hal kewajiban agama dan sunnah- sunnahnya. …

KITA TIDAK MUNGKIN DIAM DARI KEBATILAN DAN PENYIMPANGAN [ Bantahan Indah Untuk Ahlut Takhdzil (Penggembos) dan Mumayyi' (Anti Tahdzir) ] Oleh: . Asy Syaikh Sholih Fauzan bin Abdullah Fauzan Al-Fauzan -hafidzahullah- ✹ ✹ ✹ وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ ﴿١٥٣ ﴾ "Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia." [Q.S. Al-An’aam :153.] Siapapun yang mendatangi kita dan menginginkan agar kita keluar dari jalan (shirothol mustaqim) ini maka sungguh kita: PERTAMA : Menolaknya. KEDUA : Tidak cukup bagi kita sekedar menolak saja KARENA kita harus menerangkannya dan MENTAHDZIR darinya (orang-orang yang keluar dari jalan yang lurus). ﻧﺤــﺬﺭ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻨــﻪ ﻭﻻﻳﺴﻌﻨﺎ ﺍﻟﺴﻜــﻮﺕ ﻋﻠﻴﻪ؛ ﻷﻧــﻪ ﺇﺫﺍ ﺳﻜﺘﻨﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻏﺘﺮ ﺑــﻪ ﺍﻟﻨﺎﺱ.. Kita mentahdzirnya dan tidak mungkin untuk kita diam atasnya. SEBAB andaikata kita BUNGKAM darinya, orang-orang pasti TEPERDAYA OLEHNYA. Terlebih-lebih apabila ia seorang yang fasih, handal berbicara, pintar menulis, dan ahli seni budaya maka mereka akan tertipu olehnya. Mereka akan berucap: “Ini seorang yang ahli dan termasuk pemikir” sebagaimana terjadi sekarang!! ﻓﺎﻟﻤﺴﺎﻟــﺔ ﺧﻄﻴﺮﺓ ﺟــــﺪﺍ ، ﻭﻫــﺬﺍ ﻓﻴﻪ ﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟــﺮﺩ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺨـــﺎﻟﻒ، Sehingga permasalahannya (jika kita bungkam) SANGAT BERBAHAYA. Dan ini tersirat di dalamnya KEWAJIBAN RUDUD/ MEMBANTAH SESEORANG YANG MENYELISIHI JALAN YANG LURUS. Berlawanan dengan apa yang mereka katakan: ﺍﺗﺮﻛــﻮﺍ ﺍﻟـــﺮﺩﻭﺩ ﺧﻠﻮﺍ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻛﻞ ﻟــﻪ ﺭﺃﻳﻪ ﻭﺍﺣﺘﺮﺍﻣــ ﻪ ﻭﺣﺮﻳﺔ ﺍﻟﺮﺍﻱ ﻭﺣﺮﻳﺔ ﺍﻟﻜﻠﻤــﺔ ؛ TINGGALKAN RUDUD (BANTAHAN-BANTAHAN), BIARKAN ORANG-ORANG, MASING-MASING MEMILIKI PANDANGAN DAN PEMULIAAN SERTA KEBEBASAN BERPIKIR DAN BERBICARA!! Dengan ucapan seperti ini akan MEMBINASAKAN UMMAT. Para salaf dahulu tidak diam dari semisal orang-orang ini.. Mereka (salaf) MEMBONGKAR KEJELEKAN dan membantah mereka ini karena memahami bahaya mereka (penyelisih jalan yang lurus ini) terhadap ummat. Kita TIDAK MUNGKIN DIAM dari kejelekan mereka di saat mesti dijelaskan apa yang Allah turunkan. Jika tidak, kita akan termasuk golongan yang Allah berfirman tentang mereka: إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَـئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ ﴿١٥٩﴾ "Sesungguhnya orang-orang yang MENYEMBUNYIKAN apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu DILAKNATI ALLAH dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati."[ Q.S. Al-Baqarah: 159]. ﻓﻼﻳﻘﺘﺼﺮ ﺍﻷﻣــــﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﻉ ؛ ﺑﻞ ﻣﻦ ﺳﻜﺖ ﻋﻨــﻪ ، ﻣﻦ ﺳﻜﺖ ﻋﻨﻪ ﻳﺘﻨﺎﻭﻟــﻪ ﺍﻷﻣﺮ ﻭﺍﻟﻌﻘـــﺎﺏ ؛ ﻷﻥ ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﺍﻟــﺮﺩ ﻭﻫﺬﻩ ﻭﻇﻴﻔﺔ ﺍﻟـــﺮﺩﻭﺩ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ ، Maka perintah (menjelaskan) itu TIDAK sekedar tertuju kepada mubtadi’ saja; bahkan (termasuk) orang-orang yang BUNGKAM DARI MENJELASKAN (AL-HAQ) . Seseorang yang bungkam darinya akan terkena perintah dan hukuman (di dalam ayat) karena yang wajib adalah MEMBANTAH, dan ini tugas membantah secara ilmiah. Rudud/Bantahan ilmiyyah (dari para ulama) banyak tersedia sekarang di maktabah kaum muslimin yang seluruhnya membela Shirothol mustaqim (jalan yang lurus) dan mentahdzir dari mereka-mereka ini. Sehingga sudah tidak laku lagi pemikiran itu atas kita, pemikiran slogan “kebebasan berpendapat”, “kebebasan berbicara”, dan seterusnya…. ﻧﺤﻦ ﻣـــﺎ ﻗﺼﺪﻧﺎ ﺍﻵﺧـــﺮ ؛ ﻗﺼﺪﻧﺎ ﺍﻟﺤﻖ ، ﻣﺎ ﻗﺼﺪﻧﺎ ﻧــــﺠﺮﺡ ﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﻭﻻﻧﺘﻜﻠﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ ،ﺍﻟﻘﺼﺪ ﻫﻮ ﺑﻴﺎﻥ ﺍﻟﺤﻖ ' ﻫﺬﻩ ﺍﻣﺎﻧﺔ ﺣﻤﻠﻬـــﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻠﻤـــﺎﺀ ' Kita tidak bermaksud yang lain; yang kita inginkan adalah kebenaran BUKAN MELUKAI KEHORMATAN PRIBADI SESEORANG. Dan bukan tujuannya membincangkan seseorang. Yang dikehendaki adalah MENJELASKAN KEBENARAN. Ini adalah amanah yang Allah telah membebankannya kepada ulama. Dan tidak boleh untuk diam terhadap semisal mereka-mereka ini. Namun yang menyedihkan apabila seseorang datang membantah mereka ini, serta-merta mereka berujar: “INI SIKAP YANG TERGESA-GESA…PADA DIRIMU ADA SIFAT DEMIKIAN DAN DEMIKIAN. ORANG INI TIDAK BERHAK UNTUK DIBANTAH, SEANDAINYA DIDIAMKAN PERKARANYA TIDAK AKAN MEMBESAR KEMANA-MANA” dan yang selainnya dari bisikan-bisikan (syubhat).. ﻓﻬـــﺬﺍ ﻻ ﻳﺨﺬﻝ ﺃﻫــﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﺒﻴﻨﻮﺍ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﺷﺮ ﻫﺆﻻﺀ ﺍﻟﺪﻋـــﺎﺓ ﺍﻟﻀﻼﻝ ، Maka sikap (lembek) ini tidak akan mampu menggembosi ulama untuk mereka menjelaskan bagi manusia tentang kejelekan para da'i yang sesat ini. Tidak diterima dari mereka (syubhat tersebut). Namun kita katakan: Seharusnya seorang ulama dan bukan setiap orang yang membantah. Suatu kemestian, tidak menegakkan bantahan kecuali ulama (pemilik bashiroh) yang mereka: Mengetahui yang salah dari yang benar, Mengetahui yang benar dari yang bathil, Dan mengetahui bagaimana cara membantah dan apa argumen-argumen dan jawaban atas syubhat-syubhat itu.” www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=52231 ✲✹✲ Sumber: Syarhus Sunnah Al-Barbahariy, Syarh Asy-Syaikh Sholih bin Fauzan al-Fauzan, kaset ke-13. Alih Bahasa : Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidany (Solo) hafidzahullah [FBF-5] _____________________ مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

HUKUM DUDUK TAWARRUK APABILA AKAN MEMBUAT SEMPIT ORANG YANG BERADA DI SAMPINGNYA Oleh: Asy-Syaikh Al 'Allaamah Muhammad bin Sholih al-'Utsaimin -rahimahullah- SOAL: Tentang duduk tawarruk (duduk pada tasyahhud akhir_ed) di dalam sholat bagi seorang makmum --…


بِسمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ Mengetahui Kebaikan dan Kejelekan Merupakan suatu keharusan bagi seorang muslim untuk mempelajari dan mengetahui kebaikan sekaligus kejelekan. Seorang muslim hendaknya mempelajari dan mengetahui kebaikan beserta dalil-dalilnya, serta mempelajari dan mengetahui kejelekan beserta syubhat-syubhat (kerancuan-kerancuannya). Sungguh Al-Qur’an datang untuk menjelaskan kebaikan dan kejelekan, menjelaskan keimanan dan kekufuran, menjelaskan tauhid dan syirik, halal … Lanjutkan membaca Mengetahui Kebaikan dan Kejelekan →

MAAF, MUNGKIN RUH KITA BERBEDA Telah shahih dari hadits Abu Huroiroh Rodhiallohu 'anhu bahwa Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wasallam bersabda: «الأرواحُ جنودٌ مجنَّدةٌ . فما تعارف منها ائتَلَف . وما تناكَر منها اختلف» رواه البخاري ومسلم. "Ruh-ruh bagaikan tentara yang tersusun. Jika s…

Nasihat teruntuk yg suka berburu diskon di minimarket, supermarket,mall2.dll.. BOLEHKAH MEMBERIKAN KARTU DISKON BELANJA Oleh : Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah Pertanyaan: . Sebagian supermarket memiliki kartu yang diberikan kepada pelanggan, ketika berbelan…

Jaminlah Untukku 6 Perkara Aku Akan Jamin Bagimu Syurga Datang hadist dari sahabat Ubadah ibn Somit, bahwa Rasulullah pernah bersabda: ( اضمنوا لي ستا من أنفسكم ، أضمن لكم الجنة : اصدقوا إذا حدثتم، وأوفوا إذا وعدتم، وأدوا إذا اؤتمنتم، واحفظوا فروجكم، وغضوا أبصاركم، وكفوا أ…

APAKAH ROFIDHOH SAUDARA KITA? Oleh: Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan -hafidzahullah- ✹✹✹ Penanya berkata: "Sebagian juru dakwah dan penuntut ilmu ketika berbicara tentang syi'ah dan rofidhoh mengucapkan "SESUNGGUHNYA MEREKA SAUDARA KITA!". Apak…

BAYI AJAIB Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dalam Shohih-nya dari sahabat yang mulia Abu Hurairah -Semoga Allah ta'ala meridhoinya- bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda:  .لَمْ يَتَكَلَّمْ فِي الْمَهْدِ إِلَّا ثَلَاثَةٌ عِيسَى ابْنُ مَرْيَ…


Membela Kehormatan Para Sahabat Nabi Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya) : “Janganlah kalian mencela para sahabatku ! Janganlah kalian mencela para sahabatku ! Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya ! Kalau seandainya salah seorang diantara kalian berinfak emas sebesar gunung Uhud, maka hal itu tidak … Lanjutkan membaca Membela Kehormatan Para Sahabat Nabi →