Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

KESIMPULAM PEMBAHASAN TENTANG QUNUT WITR Oleh : asy-Syaikh DR. Muhammad bin ‘Umar Bazmul hafizhahullah Bahwa ucapan sebagain para imam, “Tidak shahih  .satu hadits pun dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masalah qunut witr sebelum rukuk ataupun setelahnya”, demikian pula u…


Muslimah Di Bulan Ramadhan Wahai saudari muslimah, ada sebuah berita dari manusia yang paling jujur ucapannya.Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam dahulu pernah bersabda (artinya) : “Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit jumlahnya adalah para wanita”.(HR.Muslim) Beliau juga pernah bersabda (artinya) : “Aku pernah menengok surga dan aku melihat kebanyakan penduduknya adalah orang-orang fakir.Aku pun … Lanjutkan membaca MUSLIMAH DI BULAN RAMADHAN →

UNTUKMU YANG SUDAH LAMA TIDAK MENDATANGI MEJELIS ILMU Oleh : Al Ustadz Syafi'i Alaidrus Ngawi حفظه الله Assalamualaikum.. ustadz, ana mau tanya, ana lama gak datang kajian soalnya sering kerja malam kadang ana mau datang tapi malu, karena lama gak datang tapi ana sering dengarkan lewat…

Terapi Untuk Menggapai Ikhlas Oleh Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah Keikhlasan di dalam hati tidak dapat berkumpul dengan dua hal yakni ▪ suka dipuji dan disanjung ▪ dan rakus terhadap yang ada pada manusia* kecuali seperti berkumpulnya air dan api, dhobb** dan ikan. Maka apabila jiwamu membisikimu menginginkan keikhlasan, maka pertama kali hadapilah sifat rakus tersebut, hingga bunuhlah dengan menggunakan pisau keputus-asaan. .dan hadapilah pujian dan sanjungan, hingga bersikaplah merasa tidak perlu terhadap keduanya, seperti ketidak-perluan para pecinta dunia terhadap akhirat. Sehingga apabila engkau bisa istiqomah di dalam membunuh kerakusan tersebut, dan (senantiasa) merasa tidak perlu terhadap pujian dan sanjungan, maka keikhlasan akan mudah bagimu. ❓ Jika engkau bertanya: "Dan apa yang bisa memudahkanku di dalam membunuh sifat rakus tersebut dan (memudahkanku untuk) merasa tidak perlu terhadap pujian dan sanjungan?" 👉 Aku jawab: Adapun membunuh sifat rakus tersebut, maka yang memudahkanmu padanya adalah pengetahuanmu yang penuh keyakinan bahwa tidak ada sesuatupun yang diharapkan kecuali perbendaharaannya hanya ada di Tangan Alloh saja, tidak ada selain-Nya yang memilikinya, dan tidak ada yang memberikannya kepada seorang hamba kecuali Dia. Adapun sikap merasa tidak perlu terhadap pujian dan sanjungan, maka yang memudahkanmu padanya adalah pengetahuanmu bahwa tidak ada seorangpun yang pujiannya itu bermanfaat dan membuat semakin bagus, serta (tidak ada yang) celaannya itu membuat celaka dan membuat buruk, kecuali hanya Alloh saja. Seperti yang dikatakan oleh seorang badui kepada Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam : "Sungguh pujianku adalah penghias dan celaanku adalah memperburuk". Maka beliau -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Yang demikian itu (hanyalah) Alloh -Azza wa Jalla-". 💦 Maka jadikan dirimu merasa tidak perlu kepada pujian orang-orang yang pujiannya tersebut tidaklah memperbagus dirimu, dan (merasalah tidak peduli kepada) celaan orang-orang yang celaannya tidaklah memperburuk dirimu. Dan berharaplah pujian (Alloh) yang semua keindahan ada pada pujian-Nya, dan yang semua keburukan ada pada celaan-Nya. Dan seseorang tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan sabar dan yakin. 🔓 Sehingga kapan saja engkau kehilangan sabar dan yakin, maka engkau akan seperti orang yang ingin bepergian jauh lewat lautan tanpa adanya kendaraan. Alloh تعالى berfirman: فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُون "Maka bersabarlah, sungguh janji Alloh itu benar. Dan janganlah orang-orang yang tidak yakin itu menggelisahkanmu." Dan Alloh تعالى berfirman: وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُون "Dan Kami jadikan diantara mereka para pemimpin yang mereka itu memberikan petunjuk dengan perintah Kami, tatkala mereka bersabar dan yakin terhadap ayat-ayat Kami." 📖 [ Al-Fawaid hal. 219-220 ] ___________________________ * maksudnya: mengharapkan imbalan dari manusia. Dan makna inilah yang dimaksudkan dengan kata "rakus" pada kalimat-kalimat berikutnya. [ pent.] ** hewan padang pasir yang mirip biawak. [pent.] ˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚ 📝 Alih Bahasa: Ibnu Abi Humaidi حفظه الله Untuk fawaaid lainnya bisa kunjungi website : 🌏 www.ittibaus-sunnah.net


Pertanyaan: Ada masjid yang ditegakkan padanya shalat tarawih setelah shalat Isya. Ketika memasuki 10 hari terakhir Ramadan, shalat tarawih diundur dan dimulai pada pertengahan malam, dan disebut shalat tahajud. Apakah dibolehkan menurut syariat shalat tarawih yang dikerjakan setelah Isya dan tahajud pada pertengahan malam, mempertimbangkan dakwah? Jawaban: Masalah bolehnya, hal ini boleh. Akan tetapi, yang […]

MAKNA HADITS: "KECUALI PUASA, KARENA SESUNGGUHNYA (PUASA ITU) UNTUKKU DAN  .AKU SENDIRI YANG AKAN MEMBALASNYA" Oleh: Asy-Syaikh Al 'Allaamah Muqbil bin Hady Al-Wadi'ie -rahimahullah- P E R T A N Y A A N : Bersabda Rasulullah ﷺ tentang apa yang Beliau riwayatkan dari Rabb-nya: " كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به " "Semua amalan anak cucu Adam adalah untuk dirinya, kecuali puasa karena sesungguhnya ia diperuntukkan bagi-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya." Dan sebagaimana telah diketahui bahwasannya seluruh ibadah itu adalah untuk Allah dan akan diberikan pahala atasnya namun bagaimanakah (maksudnya) Allah hanya mengkhususkan puasa untuk-Nya? J A W A B A N: الخاصية فيه أنه بين العبد وربه فيمكن للشخص أن يتظاهر بأنه صائم لكنه إذا ذهب إلى بيته أو إلى مكان خالٍ يأكل . Kekhususan didalamnya bahwasannya amalan puasa tersebut (hanya diketahui) antara seorang hamba dengan Rabbnya. MUNGKIN saja seorang berpura-pura menampakkan diri sebagai seorang yang berpuasa NAMUN apabila ia kembali ke rumahnya atau ke tempat yang sepi maka ia makan. Maka demikianlah (maknanya) dan di dalamnya terdapat keistimewaan dan keutamaan pada amalan puasa. Begitu pula amalan-amalan lainnya, masing-masing memiliki keutamaan dan keistimewaan. Dan Rasulullah ﷺ bersabda sebagaimana dalam hadits Abu Umamah sungguh beliau mengatakan: " Tunjukkan kepadaku suatu amalan shalih - wahai Rasulullah - niscaya akan aku amalkan? : " عليك بالصوم ؛ فإنه لا مثل له " "Atasmu untuk senantiasa berpuasa karena sesungguhnya tidak ada (amalan shalih) yang semisalnya." Dan bukanlah maknanya bahwa amalan puasa itu lebih utama daripada shalat. AKAN TETAPI maknanya bahwa : padanya terdapat keistimewaan ini dan berpuasa itu menunjukkan suatu bentuk keikhlasan(dalam mengamalkannya). Dari kaset : Pertanyaan-pertanyaan para pemuda dari desa As-Sa'iid. معنى حديث : إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به نص الســـؤال: يقول الرسول صلى الله عليه وسلم فيما يرويه عن ربه : " كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به " فمن المعروف أن العبادات كلها لله ويثاب عليها ولكن كيف خص الله الصوم له فقط ؟ نص الإجـــابة: الخاصية فيه أنه بين العبد وربه فيمكن للشخص أن يتظاهر بأنه صائم لكنه إذا ذهب إلى بيته أو إلى مكان خالٍ يأكل . هذا وفيه مزية وفضيلة للصوم ، وكذا بقية الأعمال لكلٍ شرفه وميزته ، والرسول - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - يقول كما في حديث أبي أمامة وقد قال : دلني على عمل يا رسول الله أعمله ؟ : " عليك بالصوم ؛ فإنه لا مثل له " ، وليس معناه أن الصوم أفضل من الصلاة لكن معناه أن له هذه المزية ، وأنه يدل على الإخلاص . ـــــــــــــــــــــــــ من شريط : ( أسئلة شباب قرية السعيد ) ✺✻✺ Sumber: http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=4254 (durasi 01:22) ✏ Alih Bahasa: Syabab Forum Berbagi Faidah __________________ مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

MASALAH YANG SERING DITANYAKAN SEPUTAR SHAUM RAMADHAN Berikut ini adalah Rangkuman dari Pertanyaan-pertanyaan yang berulang kepada Masyaikh di setiap Ramadhan tentang Pembatal-pembatal puasa: -------------------------- 1. Obat tetes mata ➥ Bukan pembatal puasa (Fatwa Syaikhul Islam I…


بِسمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ Adab Membaca Al Qur’an Bulan Ramadhan adalah bulan yang kita dianjurkan memperbanyak membaca Al Qur’an padanya. Ini adalah perkara yang telah dimaklumi bersama. Hanya saja karena Al Qur’an adalah kitab yang memiliki kehormatan, maka terdapat adab-adab yang seharusnya diperhatikan oleh setiap muslim yang membacanya. Namun karena keterbatasan yang ada pada kami, … Lanjutkan membaca ADAB MEMBACA AL-QUR’AN →

Catatan Kaki dan Sambungan Afwan pada edisi 98 hlm. 78, catatan kaki no. 1 tidak ada. Kemudian pada halaman 69 dikatakan bersambung ke hlm. 103, setelah dicek ternyata tidak ada. Wahidin-Jakarta Selatan Jawaban Redaksi Anda benar, sambungan dari halaman 69 seharusnya ke halaman 107 bukan 103. Adapun catatan kaki no. 1 hlm. 78 seharusnya tertulis, […]

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته Di antara rahmat Allah ‘azza wa jalla, Dia mengutus para nabi dan rasul agar memberi peringatan dan kabar gembira kepada manusia. Allah ‘azza wa jalla juga menurunkan kitab-kitab-Nya bersama mereka sebagai petunjuk jalan bagi manusia di tengah kegelapan. Ini tentu menjadi nikmat yang sangat besar. Namun, sadarkah kita akan […]