Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

 .JANGAN BERKATA: YA ALLAH, AMPUNILAH AKU JIKA ENGKAU KEHENDAKI Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam Bersabda: لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي إِنْ شِئْتَ لِيَعْزِمْ الْمَسْأَلَةَ فَإِنَّهُ لَا مُكْرِهَ لَه Janganlah sekali-kal…

PERASAAN SEORANG SUAMI YANG DITINGGAL ISTRINYA YANG SHALIHAH . Al-Akh Abu Abdil Ahad Amin As-Sunny hafizhahullah Anak bibi dari pihak ayah saya yang bernama Hisyam ketika istrinya wafat beberapa hari yang lalu, dia mengatakan: إِنَّ الْحَمْد للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ…

KONSEKUENSI SALING CINTA KARENA ALLAH (Faedah Ilmiyah Dari Asy Syaikh Albany Rahimahullah Faidah bersama Syaikh Al Albany. Penanya : “Seseorang yang mencintai saudaranya karena Allah, apakah dia wajib menyatakan,Aku mencintaimu karena Allah “? Syaikh : Benar, akan tetapi cinta karena Allah itu memiliki Nilai Tukar yang tinggi, sedikit orang yang bisa membayarnya. Apakah kalian tahu apakah Nilai Tukar untuk rasa cinta karena Allah ? Apakah ada diantara kalian yang mengetahui Bentuk Nilai Harganya? Barangsiapa yang mengetahui hendaknya memberikan jawaban… Salah seorang hadirin : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam mengatakan “Ada tujuh golongan manusia yang mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya…diantara mereka adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah. Keduanya berjumpa karena Allah, berpisah juga karena Allah”. Syaikh : “Ini merupakan suatu pernyataan yang benar didalam makna yang terkandung didalamnya. Akan tetapi bukanlah merupakan jawaban untuk pertanyaan yang disodorkan. Ini lebih mendekati definisi dari cinta karena Allah, meskipun tidak dalam makna yang sempurna. Adapun pertanyaan yang saya sodorkan adalah, Apakah Nilai Tukar yang harus dibayarkan sebagai harga dari dua orang yang saling mencintai karena Allah? Yaitu yang harus keduanya saling membayarkan sebagai nilai tukar ? Maksud saya bukanlah ganjaran yang akan didapatkan di akherat. Saya ingin mengatakan dalam pertanyaan saya, Apakah bukti perbuatan nyata yang harus ditunjukkan oleh dua orang yang saling mencintai karena Allah sebagai konsekwensi ? Karena bisa jadi ada dua orang yang telah mengikrarkan diantara keduanya saling mencintai. Realita menunjukkan bahwa cintanya hanya sesaat karena sebab tertentu. Terus apa hakekat saling mencinta karena Allah ? Bagaimana pembuktian konsekuensinya? Salah seorang hadirin : “Hendaknya dia mencintai apa yang ada pada saudaranya sebagaimana dia mencintai apa yang ada pada dirinya”. Syaikh : “Ini merupakan sifat cinta atau diantara sebagian sifat cinta”. Salah seorang hadirin : “Katakanlah, jika kalian mencintai Allah maka ikutilah diriku, pasti Allah akan mencintai kalian (Ali Imran :31). Syaikh : “Ini jawaban yang benar tapi untuk pertanyaan yang lainnya”. Salah seorang hadirin : “Jawaban bisa jadi terletak didalam sebuah hadits yang shahih berikut: “Ada tiga perkara, barangsiapa didapatkan pada diri seseorang maka dia akan dapatkan manisnya Iman…Salah satunya adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah”. Syaikh : “Ini merupakan pengaruh dari rasa cinta karena Allah, yaitu dia merasakan rasa manis didalam hatinya. Salah seorang hadirin :”Allah Ta’ala berfirman, “Demi masa.Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan mereka saling mewasiatkan diatas Al Haq serta saling mewasiatkan diatas Kesabaran”. Syaikh : Bagus sekali, ini dia jawaban yang paling tepat. Penjelasannya adalah, jikalau misalnya saya mencintai dirimu karena Allah, maka sebagai konsekuensi saya harus berusaha menjaga nasehat. Demikian pula dirimu juga harus membalas dengan balasan yang semisal. Amat sedikit orang yang mengikrarkan saling mencinta karena Allah kemudian bisa menjaga cinta tersebut dengan saling bernasehat. Rasa cinta ini terselip didalamnya keikhlasan tapi lemah tidak dengan sempurna. Dalam bentuk, masing-masing diantara keduanya berusaha menjaga perasaan saudaranya, khawatir kecewa, khawatir menjauh, dan kekhawatiran lainnya. Dari sisi inilah Cinta karena Allah memiliki nilai tukar yang tinggi. Yaitu masing-masing orang yang saling mencintai untuk selalu menjaga diri dengan cara saling menasehati. Dia perintahkan untuk mengerjakan yang Ma’ruf dan mencegah dari yang munkar secara berkesinambungan tanpa henti. Maka nasehat dari dirinya ini menjadi naungan, sehingga benar apa yang selalu ada di tengah para sahabat, ketika terjadi perselisihan diantara mereka, maka masing-masing saling mengingatkan dengan membacakan “Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian.Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, serta saling mewasiatkan diatas Al Haq dan saling mewasiatkan diatas kesabaran”. Referensi : Al Hawiy Min Fatawa Al Albany Hal 165-166. Faidah dari Al Ustadz Hamzah Rifai La Firlaz Hafizhahulloh ﺳﺎﺋﻞ : ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺤﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺠﺐ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻪ ﺃﺣﺒﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ؟ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻧﻌﻢ ، ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻟﺤﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺛﻤﻦ ﺑﺎﻫﻆ ، ﻗَـﻞّ ﻣﻦ ﻳﺪﻓﻌﻪ ، ﺃﺗﺪﺭﻭﻥ ﻣﺎ ﻫﻮ ﺛﻤﻦ ﺍﻟﺤﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ؟ ﻫﻞ ﺃﺣﺪ ﻣﻨﻜﻢ ﻳﻌﺮﻑ ﺍﻟﺜﻤﻦ ؟ ﻣﻦ ﻳﻌﺮﻑ ﻳﻌﻄﻴﻨﺎ ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ … ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺤﻀﻮﺭ : ﻳﻘﻮﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ” ﺳﺒﻌﺔ ﻳﻈﻠﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻇﻠﻪ ﻳﻮﻡ ﻻ ﻇﻞ ﺇﻻ ﻇﻠﻪ ” ، … ﻣﻨﻬﻢ ﺭﺟﻼ ﺗﺤﺎﺑﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺟﺘﻤﻌﺎ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺍﻓﺘﺮﻗﺎ ﻋﻠﻯﺬﻟﻚ. ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻫﺬ ﻛﻼﻡ ﺻﺤﻴﺢ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻪ ، ﻭﻟﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﺟﻮﺍﺑﺎً ﻟﻠﺴﺆﺍﻝ ، ﻫﺬﺍ ﺗﻌﺮﻳﻒ ﻟﻠﺤﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻘﺮﻳﺒﺎً ﻭﻟﻴﺲ ﺑﺘﻌﺮﻳﻒ ﻛﺎﻣﻞ ، ﺃﻧﺎ ﺳﺆﺍﻟﻲ ﻣﺎ ﺍﻟﺜﻤﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺪﻓﻌﻪ ﺍﻟﻤﺘﺤﺎﺑﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻟﻶﺧﺮ ، ﻭﻻ ﺃﻋﻨﻲ ﺍﻷﺟﺮ ﺍﻷﺧﺮﻭﻱ، ﺃﺭﻳﺪ ﺃﻥ ﺃﻗﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﺍﻟﻌﻤﻠﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻴﻦ ﺍﺛﻨﻴﻦ ﻣﺘﺤﺎﺑﻴﻦ ؟ ﻓﻘﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﺭﺟﻼﻥ ﻣﺘﺤﺎﺑﺎﻥ ، ﻭﻟﻜﻦ ﺗﺤﺎﺑﺒﻬﻤﺎ ﺷﻜﻠﻲ ، ﻭﻣﺎ ﻫﻮ ﺣﻘﻴﻘﻲ ﻓﻤﺎ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﺐ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﻲ؟ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺤﻀﻮﺭ : ” ﺃﻥ ﻳﺤﺐ ﻷﺧﻴﻪ ﻣﺎ ﻳﺤﺒﻪ ﻟﻨﻔﺴﻪ .” ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻫﺬﺍ ﺻﻔﺔ ﺍﻟﺤﺐ ﺃﻭ ﺑﻌﺾ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﺤﺐ … ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺤﻀﻮﺭ : ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ )) ﻗﻞ ﺇﻥ ﻛﻨﺘﻢ ﺗﺤﺒﻮﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺎﺗﺒﻌﻮﻧﻲ ﻳﺤﺒﺒﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ ” ] ﺁﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ .[31 ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻫﺬﺍ ﺟﻮﺍﺏ ﺻﺤﻴﺢ ﻟﺴﺆﺍﻝ ﺁﺧﺮ .. ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺤﻀﻮﺭ : ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ” ﺛﻼﺙ ﻣﻦ ﻛﻦ ﻓﻴﻪ ﻭﺟﺪ ﻓﻲ ﺣﻼﻭﺓ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ” …. ﻣﻦ ﺿﻤﻨﻪ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺗﺤﺎﺑﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ . ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻫﺬﺍ ﺃﺛﺮ ﺍﻟﻤﺤﺒﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻣﺎ ﻫﻮ ، ﺣﻼﻭﺓ ﻳﺠﺪﻫﺎ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ. ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺤﻀﻮﺭ : ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ : )) ﻭﺍﻟﻌﺼﺮ ﺇﻥ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻟﻔﻲ ﺧﺴﺮ ﺇﻻ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺀﺍﻣﻨﻮﺍ ﻭﻋﻤﻠﻮﺍ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺎﺕ ﻭﺗﻮﺍﺻﻮﺑﺎﻟﺤﻖ ﻭﺗﻮﺍﺻﻮﺍ ﺑﺎﻟﺼﺒﺮ .(( ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﺃﺣﺴﻨﺖ ، ﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ ، ﻭﺷﺮﺡ ﻫﺬﺍ ﺇﺫﺍ ﻛﻨﺖُ ﺃﻧﺎ ﺃﺣﺒﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻌﻼً ﺗﺎﺑﻌﺘﻚ ﺑﺎﻟﻨﺼﻴﺤﺔ، ﻛﺬﻟﻚ ﺃﻧﺖ ﺗﻘﺎﺑﻠﻨﻲ ﺑﺎﻟﻤﺜﻞ ، ﻭﻟﺬﻟﻚ ﻓﻬﺬﻩ ﺍﻟﻤﺘﺎﺑﻌﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺼﻴﺤﺔ ﻗﻠﻴﻠﺔ ﺟﺪﺍً ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﺪﻋﻴﻦ ﺍﻟﺤﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ، ﺍﻟﺤﺐ ﻫﺬﺍ ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﺍﻹﺧﻼﺹ ، ﻭﻟﻜﻦ ﻣﺎ ﻫﻮ ﻛﺎﻣﻞ ،ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻥ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﺎ ﻳﺮﺍﻋﻲ ﺍﻵﺧﺮ ، ﺑﻴﺨﺎﻑ ﻳﺰﻋﻞ ، ﺑﻴﺨﺎﻑ ﻳﺸﺮﺩ ….ﺇﻟﻰ ﺁﺧﺮﻩ ، ﻭﻣﻦ ﻫﻨﺎ ﺍﻟﺤﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺛﻤﻨﻪ ﺃﻥ ﻳﺨﻠﺺ ﻛﻞ ﻣﻨﺎ ﻟﻶﺧﺮ ﻭﺫﻟﻚ ﺑﺎﻟﻤﻨﺎﺻﺤﺔ ، ﻳﺄﻣﺮﻩ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﻳﻨﻬﺎﻩ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ﺩﺍﺋﻤﺎً ﻭﺃﺑﺪﺍً ﻓﻬﻮ ﻟﻪ ﻓﻲ ﻧﺼﺤﻪ ﺃﺗﺒﻊ ﻟﻪ ﻣﻦ ﻇﻠﻪ ، ﻭﻟﺬﻟﻚ ﺻﺢ ﺃﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺩﺃﺏ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﺣﻴﻨﻤﺎ ﻳﺘﻔﺮﻗﻮﻥ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﺃ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻵﺧﺮ )) ﻭﺍﻟﻌﺼﺮ ﺇﻥ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻟﻔﻲ ﺧﺴﺮ ﺇﻻ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺀﺍﻣﻨﻮﺍ ﻭﻋﻤﻠﻮﺍ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺎﺕ ﻭﺗﻮﺍﺻﻮ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻭﺗﻮﺍﺻﻮﺍ ﺑﺎﻟﺼﺒﺮ .(( ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ: ﺍﻟﺤﺎﻭﻱ ﻣﻦ ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ . ﺹ ) 166-165 ( Sumber : .http://forumsalafy.net/konsekuensi-saling-cinta-karena-allah-faidah-ilmiyah-dari-asy-syaikh-albani-rahimahullah/ Forum Salafy Indonesia


Inilah Aqidah asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah Sejak dahulu kala hingga sekarang, beliau terus menjadi bahan celaan sebagian manusia hingga melekat erat istilah Wahabi pada beliau dan pengikut dakwah beliau.Tidaklah yang mencela beliau kecuali 1 dari 2 keadaan, yaitu : 1) Orang yang tidak mengetahui (jahil) terhadap hakikat aqidah (keyakinan) dan dakwah beliau.Jenis … Lanjutkan membaca Inilah Aqidah asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab →

بسم الله الرحمن الرحيم FADHILAH SALAF IMAM AHMAD TELADAN DALAM SABAR DAN YAKIN Allah Ta’la berfirman وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ (24) Artinya : “dan kami jadikan sebagian mereka para imam yang member…

FAEDAH PENTING!! Waktu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu yang kebanyakan dari kita tidak mengetahuinya. Dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu: أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأرب…

Kalbu Mengeras Karena Jauh dari Allah Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, فَوَيۡلٞ لِّلۡقَٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ أُوْلَٰئِكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ٢٢ “Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (az-Zumar: 22) Tidaklah Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya kalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) diciptakan untuk melunakkan kalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala adalah kalbu yang keras. Jika kalbu sudah keras, mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: - makan, - tidur, - bicara, - dan pergaulan. Sebagaimana halnya jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman, demikian pula kalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan dengan nasihat. Barang siapa hendak menyucikan kalbunya, ia harus mengutamakan Allah subhanahu wa ta’ala dibanding dengan keinginan dan nafsu jiwanya. Sebab, kalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah subhanahu wa ta’ala, sesuai kadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya. Banyak orang menyibukkan kalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan negeri akhirat, tentu kalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang tampak ini. Ia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah. Jika kalbu disuapi dengan berzikir dan disirami dengan berpikir serta dibersihkan dari kerusakan, ia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah. Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan masuk dalam golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan kalbu dan mematikan hawa nafsunya. Adapun mereka yang membunuh kalbunya dengan menghidupkan hawa nafsunya, tidak akan muncul hikmah dari lisannya. Rapuhnya kalbu adalah karena lalai dan merasa aman. Adapun makmurnya kalbu adalah karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan zikir. Maka dari itu, jika sebuah kalbu merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya, jika ia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat. Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala adalah angin semilir yang menerpa kalbu. Membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapa pun yang menempatkan kalbunya di sisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tenteram. Siapa pun yang melepaskan kalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah gulana. Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah  .subhanahu wa ta’ala tidaklah akan masuk ke dalam kalbu yang mencintai dunia, melainkan seperti masuknya unta ke lubang jarum (sesuatu yang sangat mustahil). Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba, Allah subhanahu wa ta’ala akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala juga akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Lisannya senantiasa basah dengan berzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya. ✅ Kalbu bisa sakit sebagaimana sakitnya jasmani dan kesembuhannya adalah dengan bertaubat. ✅ Kalbu pun bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya adalah dengan berzikir. ✅ Kalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah takwa. ✅ Kalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah subhanahu wa ta’ala, cinta, tawakal, bertaubat, dan berkhidmat untuk-Nya. (diterjemahkan dan diringkas dari kitab al-Fawa’id karya Ibnul Qayyim rahimahullah hlm. 111—112) Ditulis oleh Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc Tholibul Ilmi Cikarang

KISAH CINTA SANG PEMUDA Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah: Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata: Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia sangat rajin dan taat. Suatu hari dia berkunjung ke kampung dari Bani…

PELAN-PELAN, WAHAI IRAN SHAFAWIYAH. INILAH NEGERI AL-HARAMAIN, SAUDI…. english.aawsat بسم الله الرحمن الرحيم Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah. Amma ba’du. Allah ta’ala berfirman, ( أَوَلَمْ يَرَوْا أَ…

HUKUM TELANJANG SAAT JIMA' Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah PERTANYAAN : "Apakah telanjang disaat berjima' diperbolehkan atau makruh (dibenci) ? Dan apakah disana ada adab-adab yang mesti diikuti saat jima' ? JAWABAN : "Yang disunnahkan saat jima…

NASEHAT EMAS BAGI PENGGUNA INTERNET Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Fadhilatusy Syaikh, saya berharap arahan nasihat emas (Anda) untuk para pemuda multazim (yang berpegang teguh terhadap dien) yang mengakses internet (internet-an), semoga Allah membal…

Kisah Abdurrazzaq Ash Shan'ani dan Ahmad bin Hanbal tentang Qanaah Source : Webneel Ikhwati fillah, Tahukah Anda, dahulu, jika Imam Abdurrazaq ash Shan'ani rahimahullah mengingat Imam Ahmad, melelehlah air matanya. Kenapa? Beliau bercerita, "Ketika Imam Ahmad datang ke…