Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Akidah Para Sahabat Nabi tentang Allah Berada di Atas
Atsar.id
Atsar.id

Akidah Para Sahabat Nabi tentang Allah Berada di Atas

Akidah Para Sahabat Nabi tentang Allah Berada di Atas&nbsp. Sumber : Walcoo 1. Abu Bakr as-Shiddiq Radliyallaahu Anhu. Ketika Rasulullah Shollallaahu Alaihi Wasallam Meninggal, Abu Bakr As-Shiddiq menyatakan : أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنْ كَانَ مُحَمَّدٌ إِلَهَكُمَ الَّذِي تَعْبُدُونَ ، فَإِنَّ إلَهَكُمْ مُحَمَّدًا قَدْ مَاتَ ، وَإِنْ كَانَ إِلَهَكُمَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ ، فَإِنَّ إِلَهَكُمْ لَمْ يَمُتْ ، ثُمَّ تَلاَ : {وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ، أَفَإِنْ مَاتَ ، أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ} حَتَّى خَتَمَ الآيَةَ Wahai sekalian Manusia! Jika Muhammad adalah Sesembahan kalian yang kalian Sembah, Sesungguhnya Sesembahan kalian telah Mati. Jika Sesembahan kalian adalah Yang berada di Atas Langit, maka Sesungguhnya Sesembahan kalian tidak akan Mati. Kemudian Abu Bakr membaca Firman Allah : Dan tidaklah Muhammad kecuali seorang Rasul, telah berlalu sebelumnya para Rasul. Apakah jika ia Meninggal atau Terbunuh kalian akan Berbalik ke belakang (Murtad)(Q.S Ali Imran:144). Sampai Abu Bakar menyelesaikan bacaan ayat tersebut(diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Mushonnafnya pada Bab Maa Ja-a fii wafaatin Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam nomor Hadits 37021, al-Bazzar di dalam Musnadnya juz 1 halaman 183). Riwayat Perkataan Abu Bakr As-Shiddiq tersebut adalah Shahih. Abu Bakr bin Abi Syaibah meriwayatkan dari Muhammad bin Fudhail dari Ayahnya dari Nafidari Ibnu Umar. Semua perawi tersebut (termasuk Abu Bakr bin Abi Syaibah yang merupakan guru Imam al-Bukhari) adalah rijal (perawi) al-Bukhari. 2. Abdullah bin Masud Radhiyallahu Anhu. Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud menyatakan : ما بين السماء الدنيا والتي تليها مسيرة خمسمائة عام ، وبين كل سماءين مسيرة خمسمائة عام ، وبين السماء السابعة وبين الكرسي خمسمائة عام ، وبين الكرسي إلى الماء خمسمائة عام ، والعرش على الماء ، والله تعالى فوق العرش ، وهو يعلم ما أنتم عليه Antara Langit dunia dengan (langit) berikutnya sejauh perjalanan 500 tahun, dan antara 2 Langit sejauh perjalanan 500 tahun, antara Langit ke-7 dengan al-Kursiy 500 tahun, antara al-Kursiy dengan air 500 tahun, dan ‘Arsy di atas air, dan Allah Ta'ala di atas Arsy dalam keadaan Dia Maha Mengetahui apa yang terjadi pada kalian (diriwayatkan oleh Ad-Daarimi dalam kitab ArRaddu alal Jahmiyyah bab Maa Bainas Samaa-id Dunya wallatii taliiha juz 1 halaman 38 riwayat nomor 34). Riwayat perkataan Ibnu Mas'ud ini shohih. AdDaarimi meriwayatkan dari jalur Musa bin Ismail dari Hammad bin Salamah dari Ashim dari Zir (bin Hubaisy) dari Ibnu Masud. Semua perawinya adalah rijaal al-Bukhari. 3. Zainab bintu Jahsy Radhiyallahu Anha. عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه أَنَّ زَيْنَبَ بِنت جَحْشٍ كَانَتْ تَفْخَرُ عَلَى أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم تَقُولُ: «زَوَّجَكُنَّ أَهَالِيكُنَّ وَزَوَّجَنِي اللهُ تَعَالَى مِنْ فَوْقِ سَبْعِ سماوات» وفي لفظٍ: كانتْ تقولُ: «إِنَّ اللهَ أَنْكَحَنِي فِي السَّمَاءِ» Dari Anas –semoga Allah meridlainya- bahwa Zainab binti Jahsy Berbangga terhadap istri-istri Nabi yang lain, ia berkata: “Kalian dinikahkah oleh keluarga kalian sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari atas tujuh Langit”. Dalam lafadz lain beliau berkata: Sesungguhnya Allah telah Menikahkan aku di atas Langit (H.R al-Bukhari). 4. Abdullah bin Abbas (Ibnu Abbas) Radhiyallahu Anhu. Sahabat Nabi yang merupakan Penterjemah AlQur'an ini, ketika Menafsirkan Firman Allah tentang Ucapan Iblis yang akan Mengepung Manusia dari berbagai Penjuru. Iblis menyatakan sebagaimana diabadikan oleh Allah dalam AlQur'an : {ثُمَّ لآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ} [الأعراف: 17] Kemudian Sungguh-sungguh aku akan Mendatangi mereka dari Arah depan mereka dan dari belakang mereka dan dari kanan dan kiri mereka. (Q.S al-A’raaf:17). Abdullah bin Abbas menyatakan : لَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يَقُوْلَ: مِنْ فَوْقِهِمْ؛ عَلِمَ أنَّ اللهَ مِنْ فَوْقِهِمْ Iblis tidak bisa mengatakan : (mendatangi mereka) dari Atas mereka, karena dia tahu bahwa Allah berada di Atas Mereka. (diriwayatkan oleh AlLaa-likaa-i dalam Syarh Ushulis Sunnah halaman 661 dengan sanad yang hasan). 5. Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhu. عن زيدِ بنِ أَسْلَمٍ قالَ: م َرَّ ابنُ عمرُ براعٍ فقال: هلْ منْ جَزَرَةٍ؟ فقالَ: ليسَ هاهنا ربُّها، قالَ ابنُ عمر: تقولُ لهُ: أكلَهَا الذئبُ. قالَ: فرفَعَ رأسَهُ إلى السَّماءِ وقالَ: فَأَيْنَ اللهُ؟ فقالَ ابنُ عمر: أنا واللهُ أحقُّ أنْ أقولَ: أَيْنَ اللهُ؟ واشترى الراعي والغنمَ، فأعتقهُ، وأعطاهُ الغنمَ Dari Zaid bin Aslam Beliau berkata: Ibnu Umar melewati seorang Penggembala (kambing), kemudian Beliau bertanya: apakah ada kambing yang bisa disembelih? Penggembala itu menyatakan: Pemiliknya tidak ada di sini. Ibnu Umar menyatakan: Katakan saja bahwa kambing tersebut telah dimangsa serigala. Kemudian penggembala kambing tersebut menengadahkan pandangannya ke Langit dan berkata: Kalau demikian, di mana Allah? Maka Ibnu Umar Berkata: Aku, Demi Allah, lebih Berhak untuk berkata: Di mana Allah? Sehingga kemudian Ibnu Umar Pembeli Penggembala dan Kambingnya, Memerdekakan Penggembala tersebut dan Memberikan padanya satu Kambing itu (diriwayatkan oleh Adz-Dzahaby dalam kitab al-Uluw halaman 860, dan Syaikh Muhammad Nashiruddin menyatakan bahwa sanad Hadist ini jayyid (baik)). Selesai, Alhamdulillahi Robbil Aalamin. ~~~~~~~~~~~~~~~~ Dikutip dari Buku "Akidah Imam Al-Muzani (Murid Imam Asy-Syafii)" Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah. ===================== http://telegram.me/alistiqomah

Aqidah
Jan 24, 20165 min read
Bahaya Iran Rafidhah Terhadap Islam dan Kaum Muslimin
Atsar.id
Atsar.id

Bahaya Iran Rafidhah Terhadap Islam dan Kaum Muslimin

BAHAYA IRAN RAFIDHAH TERHADAP ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN&nbsp. Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah Surat kabar asy-Syarqul Ausath vol. 13561 tertanggal Kamis, 4 Rabi’ul Akhir 1437 melansir berita yang sebagian redaksinya sebagai berikut: “Pemimpin Garda Revolusi menegaskan kesiapan sekitar 200 ribu pasukan siap tempur di Suriyah, Iraq, Yaman, Afghanistan, dan Pakistan, karena menganggap bahwa dinamika di wilayah Timur Tengah pada beberapa tahun terakhir sangat positif, berdasarkan yang dirilis oleh kantor berita Negara Iran, Mehr News Agency. Ja’fary mengatakan bahwa dia muncul untuk memotivasi generasi ketiga dari revolusi untuk mendukung Waliyul Faqih (pemimpin tertinggi Iran -pent) dan Republik Islam Iran, seraya mengisyaratkan betapa pentingnya kehadiran para pemuda Iran di pertempuran-pertempuran Suriyah, Iraq, dan Yaman.” Saya katakan: Wahai kaum Muslimin di Dunia Islam, waspadailah bahaya besar, waspadailah terhadap apa yang sedang akan disiapkan oleh Iran dan rencana besar mereka untuk menghancurkan dan melenyapkan Islam dan kaum Muslimin, karena kerasnya permusuhan mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin. Allah Ta’ala berfirman tentang Yahudi: لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا “Engkau benar-benar akan menjumpai orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al-Maidah: 82) Tidak ada keraguan pada kerasnya permusuhan Yahudi dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang yang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya, dan keyakinan bahwa Yahudi memiliki berbagai ambisi, tetapi itu merupakan ambisi yang terbatas pada tanah-tanah kaum Muslimin dari sungai Nil hingga sungai Furat (Efrat), dan mereka tidak bermaksud menyebarkan untuk keyakinan Yahudi. Sedangkan permusuhan Rafidhah terhadap kaum Muslimin menyatukan permusuhan Yahudi dan orang-orang musyrik, dan ambisi mereka lebih luas dibandingkan ambisi Yahudi, karena mereka merencanakan untuk menguasai dunia Islam seluruhnya dan merubah umat Islam menjadi Rafidhah, musuh-musuh Allah Azza wa Jalla, Rasul-Nya shallallahu alaihi was sallam, para Shahabat beliau ridhwanullahi alaihim, serta siapa saja dari orang-orang yang beriman yang mengikuti mereka hingga hari ini. Sesungguhnya Rafidhah memiliki berbagai akidah yang penuh kekafiran yang tidak terdapat pada Yahudi dan Nashara, diantaranya: 1. Meyakini bahwa para imam mereka mengetahui perkara-perkara ghaib dan ikut campur mengatur alam dalam setiap atomnya. Keyakinan seperti ini lebih parah dibandingkan dengan kekafiran Yahudi dan Nashara. 2. Meyakini bahwa para imam memiliki hak untuk menetapkan syari’at dan mereka mengada-adakan kedustaan atas nama mereka berbagai penetapan syari’at yang penuh dengan kekafiran yang tidak mampu dipikul oleh bumi dan langit. Jadi mereka menetapkan berbagai kekafiran dan mereka sandarkan kepada Ahli Bait Nabi shallallahu alaihi was sallam –Allah melepaskan dan membersihkan mereka dari itu semua- karena mereka beriman bahwa Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi was sallam adalah penutup para nabi dan risalah beliau sempurna. Allah Ta’ala berfirman: ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺃَﻛْﻤَﻠْﺖُ ﻟَﻜُﻢْ ﺩِﻳﻨَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺗْﻤَﻤْﺖُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻧِﻌْﻤَﺘِﻲ ﻭَﺭَﺿِﻴﺖُ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡَ ﺩِﻳﻨًﺎ. “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian untu kalian dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku ridha Islam sebagai agama untuk kalian.” (QS. Al-Maidah: 3) Dan juga karena mereka beriman dengan firman Allah Ta’ala: ﺃَﻡْ ﻟَﻬُﻢْ ﺷُﺮَﻛَﺎﺀُ ﺷَﺮَﻋُﻮﺍ ﻟَﻬُﻢ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﺄْﺫَﻥ ﺑِﻪِ ﺍﻟﻠَّﻪ. “Apakah mereka memiliki sekutu-sekutu yang mensyariatkan untuk mereka dari agama ini yang hal itu merupakan perkara yang tidak diizinkan oleh Allah.” (QS. Asy-Syura: 21) 3. Diantara kekafiran Rafidhah adalah kerasnya permusuhan mereka terhadap para Shahabat Rasulullah shallalahu alaihi was sallam dan mengkafirkan mereka. Tujuan mereka dari hal ini adalah untuk meyakinkan bahwa syari’at Islam berupa al-Qur’an dan as-Sunnah adalah bathil. Karena syari’at yang suci tersebut dibawa oleh para Shahabat dan merekalah yang menyampaikannya secara detail dari Allh dan Rasul-Nya shallallahu alaihi was sallam, dan mereka berjihad dengan jihad yang besar dalam menyampaikannya dan mewajibkan manusia agar berpegang teguh dengannya, hingga melalui mereka masuklah sekian banyak umat ke dalam agama ini. 4. Diantara sekian banyak kekafiran mereka itu adalah celaan jahat mereka terhadap para istri Rasulullah shallallahu alaihi was sallam wa radhiyallahu anhunna, dan tuduhan keji mereka terhadap Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu anha, padahal Allah telah membersihkannya dari tuduhan itu di beberapa ayat al-Qur’an. Dan celaan ini juga mengenai kehormatan Rasulullah shallallahu alaihi was sallam menurut setiap mu’min. Jadi Rafidhah menggambarkan para Shahabat yang beliau didik dengan berbagai macam tarbiyah berupa iman, tauhid, dan keikhlasan, mereka menggambarkannya dengan gambaran kekafiran yang paling buruk, dan mereka menggambarkan para istri beliau yang mulia dan bertakwa dengan gambaran yang paling kotor. Maka permusuhan terhadap Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman seperti apakah yang lebih besar dari permusuhan jahat ini?! Wahai kaum Muslimin di semua tempat, persiapkanlah bekal untuk menghadapi bahaya dan rencana besar Iran yang menghancurkan ini, yaitu dengan berpegang teguh dengan tali agama Allah secara menyeluruh dalam aqidah kalian, ibadah kalian, jihad kalian, politik kalian, akhlak kalian, wala’ dan bara’ kalian, dan jauhilah sejauh-jauhnya berbagai bid’ah dan kesesatan semuanya. Hendaklah kalian bersatu di atas al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi was sallam. Jika kalian telah merealisasikan tuntutan-tuntutan mulia ini, Allah pasti akan ridha kepada kalian dan menolong kalian atas musuh-musuh kalian dengan pertolongan besar tanpa ada keraguan padanya. Allah Ta’ala berfirman: ﺇِﻥْ ﺗَﻨْﺼُﺮُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﻨْﺼُﺮْﻛُﻢْ ﻭَﻳُﺜَﺒِّﺖْ ﺃَﻗْﺪَﺍﻣَﻜُﻢْ. “Jika kalian menolong (agama) Allah, pasti Allah akan menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian.” (QS. Muhammad: 7) Allah Ta’ala juga berfirman: ﻭَﻟَﻮْ ﻗَﺎﺗَﻠَﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻟَﻮَﻟَّﻮُﺍ ﺍﻟْﺄَﺩْﺑَﺎﺭَ ﺛُﻢَّ ﻟَﺎ ﻳَﺠِﺪُﻭﻥَ ﻭَﻟِﻴًّﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻧَﺼِﻴﺮًﺍ. ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻗَﺪْ ﺧَﻠَﺖْ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ ﻭَﻟَﻦْ ﺗَﺠِﺪَ ﻟِﺴُﻨَّﺔِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﺒْﺪِﻳﻠًﺎ . “Seandainya orang-orang kafir memerangi kalian, niscaya mereka akan lari ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan tidak pula penolong. Itu merupakan ketetapan Allah yang telah berlalu, dan engkau sekali-kali tidak akan menjumpai perubahan pada ketetapan Allah.” (QS. Al-Fath: 22-23) Wahai segenap kaum Muslimin -diantara mereka orang-orang Yaman, Tunisia, Iraq, dan Suriyah- realisasikanlah keikhlasan dan tauhid untuk Allah, pasti Allah akan memuliakan kalian di dunia dan akhirat, dan pasti Allah akan menolong kalian atas musuh-musuh kalian. Juga persiapkanlah persenjataan (hanya di negara yang pemerintahnya mengizinkan memiliki senjata -pent), dan pastikan bahwa kalian memiliki persenjataan yang cukup dan lebih, agar bisa mewujudkan kemenangan terhadap musuh, yaitu Rafidhah yang busuk, serta musuh-musuh yang lain. Dan saya tekankan apa yang Allah wajibkan atas kalian, yaitu komitmen yang sempurna terhadap syari’at-Nya yang suci dan menerapkannya di berbagai medan. Diantaranya adalah menerapkan hukum Allah yang ditinggalkan oleh banyak negara-negara Islam, sehingga Allah pun menguasakan musuh-musuh Islam atas mereka, akhirnya musuh-musuh itu menghinakan mereka dan menodai kehormatan mereka. Maka bersihkanlah diri kalian dari penyakit yang membinasakan dan menghancurkan ini dengan cara terang-terangan menjadikan hukum Allah sebagai yang terdepan dan menolak semua yang menyelisihi hukum yang paling tinggi ini. Dan kita berharap Pemerintah Arab Saudi yang komitmen dengan tauhid dan syari’at yang sempurna serta para ulamanya agar terus mendorong dan memotivasi negara-negara Islam agar merealisasikan tuntutan-tuntutan mulia ini. Diantaranya adalah menerapkan hukum Allah yang wajib atas kaum Muslimin semuanya untuk merasa mulia dengannya, diantara mereka adalah rakyat Yaman, Tunisia, Iraq, dan Suriyah. Dan hendaknya mereka meninggikan hukum Allah atas semua kepentingan sebagai bukti merasa mulia dengannya dan komitmen dengannya secara sempurna, serta dengan cara menghadapi pihak-pihak yang memusuhi hukum Allah tersebut, terkhusus Rafidhah. Semoga Allah memberi taufiq kepada semuanya agar bisa melakukan semua yang Dia cintai dan Dia ridhai. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم. Ditulis oleh: Rabi’ bin Hady Umair 10 Rabi’uts Tsany 1437 H http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=156873 SELESAI ALHAMDULILLAH Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata Klik ➡JOIN Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com Arabic: بسم الله الرحمن الرحيم الخطر الإيراني الرافضي على الإسلام والمسلمين نشرت جريدة الشرق الأوسط في عددها (13561) تاريخ الخميس (4/ ربيع الآخر/ 1437هـ) الكلام الآتي بعضه: قالت: “أكد قائد الحرس الثوري جاهزية نحو (200) ألف مقاتل في سوريا والعراق واليمن وأفغانستان وباكستان، معتبرًا أن التحولات في منطقة الشرق الأوسط في السنوات الأخيرة إيجابية، حسبما أوردته وكالة مهر الحكومية، وقال جعفري: إنه يتطلع إلى تشجيع الجيل الثالث من الثورة لدعم ولي الفقيه والجمهورية الإسلامية في إيران، لافتًا إلى أهمية حضور الشباب الإيراني في معارك سوريا والعراق واليمن”. أقول: يا معشر المسلمين في العالم الإسلامي، انتبهوا الخطر العظيم، انتبهوا لما تدبره إيران ولما تخطط له من تدمير وسحق للإسلام والمسلمين؛ لشدة عداوتها للإسلام والمسلمين، قال تعالى في اليهود: ﴿لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا﴾[المائدة: 82]. لا يشك مسلم في شدة عداوة اليهود والمشركين للمؤمنين بالله ورسله، وأن لليهود مطامع، ولكنها مطامع محدودة في أراضي المسلمين من النِّيل إلى الفرات، ولا يريدون نشر اليهودية. وعداوة الرافضة للمسلمين تجمع بين عداوة اليهود والمشركين، ومطامعهم أوسع من مطامع اليهود؛ لأنها تخطط للاستيلاء على العالم الإسلامي كله، وتحويل أهله إلى روافض أعداء لله عز وجل ولرسوله ﷺ وللصحابة الكرام رضوان الله عليهم ومن تبعهم من المؤمنين إلى يومنا هذا. إن للروافض من العقائد الكفرية ما لا يوجد عند اليهود ولا عند النصارى 1) منها: أن الأئمة يعلمون الغيوب ويتصرفون في كل ذرة من ذرات الكون، وهذا يفوق في الكفر عقائد اليهود والمشركين. 2) ومنها: أن للأئمة حق التشريع ويفترون عليهم من التشريعات الكفرية ما لا تطيقه الأرض ولا السماوات؛ فهم يشرعون الكفريات العظيمة وينسبونها لأهل بيت النبي -برأهم الله منها ونزههم عنها-. لأنهم يؤمنون أن رسول الله محمدًا ﷺ خاتم النبيين، وأن رسالته كاملة، قال تعالى: ﴿الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا﴾[المائدة: 3]. ولأنهم يؤمنون بقول الله تعالى: ﴿أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ﴾[الشورى: 21]. 3) ومن كفريات الروافض: شدة عداوتهم لأصحاب رسول الله ﷺ وتكفيرهم، وهدفهم من هذا: إبطال الشريعة الإسلامية كتابًا وسنةً، تلكم الشريعة الغرَّاء التي حملها الصحابة وبلغوها بدقة عن الله ورسوله ﷺ، وجاهدوا الجهاد العظيم في تبليغها، وإلزام الناس بها، حتى دخلت أمم في هذا الدين على أيديهم. 4) ومن تلكم الكفريات الكثيرة: طعنهم في زوجات رسول الله ﷺ رضي الله عنهن، وقذفهم لأم المؤمنين عائشة رضي الله عنها، والتي برأها الله في عدد من الآيات القرآنية، وهذا الطعن يتناول رسول الله ﷺ في نظر كل مؤمن. فهم يصورون أصحابه الذين رباهم على أنواع التربية على الإيمان والتوحيد والإخلاص، يصورونهم في أبشع صور الكفر، ويصورون أزواجه الشريفات التقيات في أخبث الصور. فأي عداوة لله ولرسوله وللمؤمنين تفوق هذه العداوة الخبيثة؟! يا معشر المسلمين في كل مكان، أعدوا العدة لمواجهة هذا الخطر والتخطيط الإيراني المدمر بالاعتصام بحبل الله جميعًا في عقائدكم وعباداتكم وجهادكم وسياستكم وأخلاقكم، وفي ولائكم وبرائكم، وابتعدوا كل الابتعاد عن البدع والضلالات كلها. اجتمعوا على كتاب الله وسنة رسوله ﷺ، إذا حققتم هذه المطالب العظيمة رضي الله عنكم ونصركم على أعدائكم نصرًا مؤزرًا لا شك فيه. قال تعالى: ﴿إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ﴾[محمد: 7]، وقال تعالى: ﴿وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوَلَّوُا الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا*سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا﴾[الفتح: 22-23]. يا معشر المسلمين جميعًا –ومنهم أهل اليمن، وتونس، والعراق، وسوريا-، حققوا إخلاص التوحيد لله يعزكم الله ويكرمكم في الدنيا والآخرة وينصركم على أعدائكم. وأعدوا العدة من السلاح، وأعتقد أن عندكم من السلاح ما يكفي وزيادة لتحقيق النصر على هذا العدو الرافضي اللدود وعلى غيره من الأعداء. أؤكد ما حتمه الله عليكم من الالتزام الكامل بشريعته الغراء وتطبيقها في شتى الميادين، ومنها: حاكمية الله التي تخلت عنها أكثر الدول الإسلامية؛ فسلَّط الله عليهم أعداء الإسلام فأذلوهم وداسوا كرامتهم. فتخلصوا من هذا الداء المهلك والمدمر بإعلان سيادة حاكمية الله ورفض ما يخالف هذه الحاكمية العليا. ونرجو الحكومة السعودية الملتزمة بالتوحيد والشرع الكامل وعلمائها أن يحثوا حث ويشجعوا الدول الإسلامية لتحقيق هذه المطالب العظيمة. ومنها: الحاكمية التي يجب أن يعتز بها المسلمون جميعا ومنهم أهل اليمن، وتونس، والعراق، وسوريا، ويرفعونها فوق الهامات اعتزازًا بها والتزامًا كاملًا بها ومواجهة أعدائها ولاسيما الروافض. وفق الله الجميع لما يحب ويرضى وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم وكتبه ربيع بن هادي عمير (10 ربيع الثاني/1437هـ) Sumber : http://tukpencarialhaq.com/2016/01/22/bahaya-iran-rafidhah-terhadap-islam-dan-kaum-muslimin/

Bantahan
Jan 22, 201611 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast