Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

UCAPAKANLAH IN SYA ALLAH Al-'Allamah Muhammad bin Shaleh al-'Utsaimin rahimahullah berkata: Aku ingin menunjukkan kepada kalian sebuah perkara penting yaitu bila engkau bersumpah atas sesuatu hal, maka ucapkanlah setelahnya: "In sya Allah" walaupun temanmu tidak mendengarnya. Karena bila engkau mengucapkan "In sya Allah", maka Allah akan memudahkan urusanmu hingga engkau menepati sumpahmu. Namun bila ditakdirkan bahwa apa yang engkau inginkan tidak terwujud, maka tidak ada kaffarah bagimu. Dan ini merupakan faedah yang besar. Andai engkau berkata kepada seseorang misalnya: "Demi Allah, kamu tidak akan menyembelih untukku," kemudian ia mengatakan "in sya Allah" antara ia dan dirinya (dengan suara pelan), ternyata orang itu kemudian menyembelih untukmu, maka tidak ada kewajiban apapun bagimu, juga tidak ada kaffarah sumpah atasmu. Demikian juga sebaliknya. Andai engkau berkata: "Demi Allah, saya benar-benar akan menyembelih." Lalu ia mengatakan "in sya Allah" antara ia dan dirinya, dimana temannya tidak mendengarnya. Kemudian ternyata ia tidak menyembelih, maka tidak ada kafarah sumpah atasnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi was salam: من حلف على يمين فقال إن شاء الله لم يحنث "Barang siapa bersumpah atas sesuatu hal kemudian ia mengatakan insya Allah, maka ia tidak melanggar sumpahnya. Dan ini merupakan faedah yang besar. Karena itu jadikanlah senantiasa ada pada lisanmu sehingga engkau akan beroleh dua faedah padanya: Faedah pertama: urusanmu akan dimudahkan  .Faedah kedua: Bila engkau melanggarnya, maka tidak mengharuskanmu untuk membayar kaffarah. Sumber: Syarah Riyadhush Shaalihin Juz 2/612 Kunjungi || http://forumsalafy.net/ucapakanlah-in-sya-allah/ WhatsApp Salafy Indonesia Channel Telegram || http://bit.ly/forumsalafy

Petikan Faidah Hadits tentang Bersin - وعنه -اي: ابو هريرة- رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم قال: إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلِ الْحَمْدُ لِلهِ . وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ يَرْحَمُكَ اللهُ . فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللهُ . فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ اللهُ وَيُصْ…

MENDO'AKAN SYAIKH (GURU) DAN MENGAKUI KEUTAMAAN MEREKA Mendo'akan guru yang telah mengajarkan ilmu agama merupakan bagian dari adab penuntut ilmu. Dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat Abdullah bin Umar Radhiallahu 'anhuma, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Dan barangs…

MENGAMBIL ILMU DARI AHLUSSUNNAH Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda, "Akan muncul pada akhir jaman sekelompok manusia yang akan menceritakan hadits kepada kalian dengan sesuatu yang tidak pernah kalian mendengarnya demikian juga bapak-bapak kalian. Maka berhati-hatilah kalian dari mereka." (HR. Muslim dalam muqoddimah shahihnya hal.6) Al-Imam Al-Baghawi Rahimahullah menyebutkan kesepakatan ulama salaf dalam memboikot ahlul bid'ah, beliau berkata, "dan telah berlalu para shahabat, tabi'in, dan pengikut mereka, serta ulama sunnah atas perkara ini, yaitu mereka bersepakat untuk memusuhi ahlul bid'ah dan memboikot mereka." (Syarhus Sunnah 1/227) Al-Imam Abdurrahman bin Mahdi rahimahullah berkata, "Tiga (jenis manusia) yang tidak diambil (ilmunya) dari mereka, yaitu: 1. Orang yang tertuduh melakukan kedustaan 2. Pelaku kebid'ahan yang menyeruh kepada bid'ahnya 3. dan seseorang yang cenderung keliru dan salah  .Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata, "Semoga Allah menghinakan al-Karobisi, tidak boleh dijadikan teman duduk, tidak boleh diajak bicara, tidak boleh disalin kitab-kitabnya, dan kami tidak duduk bersama orang yang duduk dengannya." Abdul Wahhab Al-Khaffaf rahimahullah berkata, "Aku melewati Amr bin Ubaid (tokoh mu'tazilah,pen) sedang duduk sendirian. Maka aku bertanya kepadanya, 'apa yang terjadi denganmu sehingga manusia meninggalkanmu?' Ia menjawab, 'Ibnu 'Aun (ulama sunnah,pen) telah melarang manusia dariku, maka mereka pun pergi (meninggalkanku)." (Mizanul I'tidal 3/274) Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berkata, "Barangsiapa mendengar dari ahli bid'ah, maka Allah tidak akan memberi manfaat dengan apa yang ia dengar. dan barangsiapa berjabatan tangan dengannya, maka sungguh ia telah melepas Islam seutas demi seutas." (Al-Jami' Li AKhlaqi Ar-Rawi 1/138 hal.163) Al-Qahthani berkata dalam baitnya, 🔸 Tidaklah berteman dengan ahli bid'ah kecuali orang yang sepertinya ... 🔸 di bawah asap ada api yang berkobar.. Oleh karena itu, janganlah mengambil ilmu dari ahli bid'ah dan orang-orang yang menyimpang atau memiliki penyakit di dalam hatinya. Karena mengambil ilmu dari mereka akan mewariskan penyimpangan dari al-haq baik disadari ataupun tidak. Bundar Ibnul Husein rahimahullah berkata, "Berteman dengan ahli bid'ah akan mewariskan berpalingnya dari kebenaran." (As-Siyar 16/106) Sehingga, jangan pedulikan orang yang mengatakan "aku akan mengambil ilmu dari siapa pun" atau "aku akan mengambil yang baiknya saja, adapun yang jelek aku tinggalkan" Sebenarnya, mereka sedang mempertaruhkan hidayah yang telah Allah berikan kepada mereka.. Allahul musta'an - Semoga bermanfaat - Referensi: An-Nubadz fi Adabi Thalabil ilmi (hal.24-28) Dikumpulkan oleh Tim Warisan Salaf Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah Channel kami https://bit.ly/warisansalaf Situs Resmi http://www.warisansalaf.com Sumber gambar: lifeasananomaly.files.wordpress.com

Kemiskinan yang Kalian Takutkan? Kebanyakan manusia takut terjatuh ke dalam kemiskinan. Mereka berusaha dengan berbagai cara untuk menghindarinya. Mereka begitu sedih dan berduka cita ketika mengalami kekurangan harta. Bahkan sampai-sampai di antara mereka ada yang menukar agamanya hanya untuk m…

Hukum Memakan Daging Katak Dijawab oleh al-Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad as-Sarbini al-Makassari Alhamdulillah. Katak haram menurut pendapat yang rajih (kuat). Ini adalah pendapat al-Imam Ahmad, yang dirajihkan oleh Ibnu ‘Utsaimin dan al-Lajnah ad-Da’imah (diketuai oleh Ibnu Baz). Dalilnya adalah hadits ‘Abdurrahman bin ‘Utsman at-Qurasyi Radhiyallahu ‘anhu: أَنَّ طَبِيْبًا سَأَلَ النَّبِيَّ n عَنْ ضِفْدَعٍ يَجْعَلُهَا فِيْ دَوَاءٍ فَنَهَاهُ النَّبِيُّ n عَنْ قَتْلِهَا. “Seorang tabib bertanya kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang katak untuk dijadikan obat. NabiShalallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuhnya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, dan al-Hakim. Hadits ini disahihkan oleh al-Albani) [1] Kata al-Lajnah, “Ini adalah dalil haramnya makan katak. Larangan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam membunuh makhluk hidup tidak lepas dari dua kemungkinan: - kehormatan makhluk itu seperti manusia. atau, – keharaman memakannya, seperti katak. Karena katak bukan makhluk terhormat, maka larangan membunuhnya tertuju kepada faktor haramnya dimakan.” Ibnu ‘Utsaimin berkata dalam Fath Dzil Jalali wal Ikram [2] “Larangan membunuh suatu jenis binatang mengandung larangan memakannya karena tidak mungkin memakannya melainkan setelah disembelih atau dibunuh.” Ya, seandainya boleh memakannya, tidak mungkin Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuhnya. Dengan demikian, tampaklah kelemahan pendapat yang mengatakan bahwa katak halal dengan alasan katak termasuk binatang air. Sebab, memakannya berkonsekuensi membunuhnya, dan ini haram. Wallahu a’lam.[3] Catatan Kaki: 1. Lihat kitab Takhrij al-Misykah (no. 4545) dan Shahih al-Jami’ (no. 6971). 2. Pada syarah hadits Ibnu ‘Abbas tentang larangan membunuh empat binatang. 3. Lihat kitab al-Mughni (2/345—346), Fatawa al-Lajnah (22/322—324), dan Fath Dzil Jalali wal Ikram (syarah hadits ‘Abdurrahman bin ‘Utsman al-Qurasyi). Sumber : Majalah Asy Syariah ================= Hewan yang Dilarang Dibunuh Haram Dimakan. Di antara hewan yang dilarang untuk dibunuh adalah burung Hudhud (dibaca: hud hud), katak, semut, dan burung Shurad. Dari Abu Hurairah rodhiyallohu 'anhu, ia berkata, ﻧَﻬَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ n ﻋَﻦْ ﻗَﺘْﻞِ ﺍﻟﺼُّﺮَﺩِ ﻭَﺍﻟﻀِّﻔْﺪَﻉِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻤْﻠَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻬُﺪْﻫُﺪ ِ “Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam melarang dari membunuh burung Shurad (tengkek), katak, semut, dan burung Hudhud (burung Hoopoe [Ing]).” (HR. Ibnu Majah no. 3223) Burung Shurad adalah seekor burung yang berkepala dan berparuh besar, memiliki bulu yang besar, setengahnya berwarna putih dan setengahnya lagi berwarna hitam. (an Nihayah, Ibnul Atsir, 3/21) Dalam riwayat lain dari hadits Ibnu Abbas rodhiyallohu 'anhu, ia berkata, ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ n ﻧَﻬَﻰ ﻋَﻦْ ﻗَﺘْﻞِ ﺃَﺭْﺑَﻊٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪَّﻭَﺍﺏِّ، ﺍﻟﻨَّﻤْﻠَﺔُ ﻭَﺍﻟﻨَّﺤْﻠَﺔُ ﻭَﺍﻟْﻬُﺪْﻫُﺪُ ﻭَﺍﻟﺼُّﺮَﺩ ُ “Sesungguhnya Nabi shollallohu 'alaihi wasallam melarang membunuh empat jenis hewan: semut, lebah, burung Hudhud, dan burung Shurad.” (HR. Ahmad 1/332, Abu Dawud no. 5267, Ibnu Majah no. 3224, Abdurrazzaq 4/451, dan al-Baihaqi 5/214. Hadits ini dinyatakan sahih oleh al Albani dalam al-Irwa’, 8/2490) Termasuk hewan yang dilarang dibunuh adalah katak, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Selain itu, katak juga tidak boleh dibunuh berdasarkan hadits Abdurrahman bin Utsman rodhiyallohu 'anhu bahwa ada seorang tabib bertanya kepada Nabi shollallohu 'alaihi wasallam tentang katak yang dijadikan sebagai obat dan Nabi shollallohu 'alaihi wasallam melarang membunuhnya. (HR. Ahmad 3/453, Abu Dawud no. 5269, Ibnu Abi Syaibah 5/62, dan ‘Abd bin Humaid no. 313. Hadits ini dinyatakan sahih oleh al-Albani dalam Shahih al- Jami’ no. 6971) Asy-Syaukani rohimahulloh berkata, “Padanya terdapat dalil haramnya memakan katak, setelah diterimanya kaidah bahwa larangan membunuh berkonsekuensi larangan memakannya.” (Nailul Authar, 15/63) Al-Khaththabi rohimahulloh menerangkan, “Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa katak itu haram dimakan.” (Aunul Ma’bud, 10/252) Publikasi: WA Salafy Solo Channel Salafy Solo : https://tlgrm.me/salafysolo Rajab 1437 H

Jangan Mencela Sahabat Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam Tubuh tinggi, kulit putih, dan tampan, itulah sosok Mu'awiyah Rodhiyallohu 'anhu, seorang sahabat nan mulia. Dia memeluk agama islam sebelum sang ayah, Abu Sufyan bi Harb, berislam. Walaupun untuk itu ia harus menyembunyikan keislamannya hi…

Apa Hukum Arisan? Dijawab oleh al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini حفظه الله Arisan dikenal oleh sebagian orang  .Arab dengan istilah jam’iyyah (kumpulan peserta arisan). Ini termasuk masalah kontemporer yang tengah marak ditekuni oleh banyak kaum muslimin mengingat manfaat yang merek…


بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ Penerimaan Santri Baru (Putra dan Putri) Tahun Ajaran 2016/2017 Ma’had Dhiya’us Sunnah Cirebon I. LANDASAN Allah Ta’ala berfirman: وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا ﴿٧٤ Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati […]

ULAMA SALAF SAJA MENCATAT ILMU.. MENGAPA KITA TIDAK?  .Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu berkata, مَا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدٌ أَكْثَرَ حَدِيثًا عَنْهُ مِنِّي، إِلَّا مَا كَانَ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، فَإِنَّهُ كَانَ يَكْتُبُ وَلاَ أَكْتُبُ …

APAKAH SETAN DAN JIN BISA TERLIHAT? Allah subhanahu wata'ala telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik dibandingkan sekian makhluk-Nya. لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ [[sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk]] Allah juga tent…

Menggapai Derajat Al Abror Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman: (إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ * عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ * تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ * يُسْقَوْنَ مِنْ رَحِيقٍ مَخْتُومٍ * خِتَامُهُ مِسْكٌ ۚ وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ * وَمِزَاجُهُ مِنْ تَسْنِيمٍ) "Sesungguhnya Al Abror itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang disegel (tempatnya). Segelnya adalah kesturi. dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah. Al Muthoffifin 22-28 Ayat diatas adalah sekilas info tentang bagaimana kenikmatan dan fasilitas yang Allah sediakan untuk Al Abror. Maukah anda bergabung dengan mereka ? Mari kita simak penuturan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rohimahullah Ta'ala : قال شيخ الاسلام ابن تيمية رحمه الله : ( مَن أحب أن يَلحق بدرجة الأبرار ؛ فلينوِ في كل يوم تطلع فيه الشمس نفع الخلق ، فيما يسَّر الله مِن مصالحهم على يديه ) . Barang siapa yang ingin menggapai derajatnya Al Abror, Hendaknya ia meniatkan setiap hari ketika sang mentari terbit untuk memberikan kemanfaatan bagi makhluk sesuai dengan apa yang Allah mudahkan baginya. Yaitu memberikan kemaslahatan untuk alam semesta melalui tangannya. Al Imanul Ausath 609 Abu Sufyan Al Musy Ghofarohullah __________________________ 18 Rojab 1437 Daarul Hadits Al Bayyinah Sidayu Gresik Harrosahallah Channel Telegram UI http://bit.ly/uimusy Kunjungi Website Kami MUSY [Muslim Salafy] www.musy.salafymedia.com