Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Nasehat Syaikh Rabi' Terhadap Masalah Manhajiyyah di Indonesia
Atsar.id
Atsar.id

Nasehat Syaikh Rabi' Terhadap Masalah Manhajiyyah di Indonesia

NASEHAT EMAS ASY SYAIKH RABI' BIN HADI ALMADKHOLY HAFIDZAHULLAH TERHADAP BEBERAPA MASALAH MANHAJIYYAH DI INDONESIA Sumber gambar: http://www.public-domain-image.com/ بسم اللـــه الــــــرحمن الــــــــرحيم Ringkasan Nasehat Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali dalam kesempatan jalsah (pertemuan) bersama para du’at Indonesia, di rumah beliau di daerah Al-’awali Makkah Al-Mukarramah, Ramadhan 1433 H. Tentang Meninggalkan Sebab-Sebab Perselisihan Beliau menasehatkan untuk meninggalkan semua sebab yang mengantarkan pada perselisihan (Khilaf), dan menasehatkan untuk berlemah- lembut, menjaga lisan, dan saling berukhuwwah serta saling merekatkan hati. Juga senantiasa waspada dari syaithan yang berupaya menimbulkan perpecahan antar salafiyyin. Tentang Radio Rodja [a] Asy-Syaikh Rabi’ ~hafidzahullaah~ berkata: “Barangsiapa yang masih menghormati manhaj dan aqidahnya maka hendaknya dia tidak mendengar mereka (radio Rodja), adapun barangsiapa yang tidak menghormati manhaj dan aqidahnya, maka silakan dia mendengarkannya.” [b] Asy-Syaikh Rabi’ ~hafidzahullaah~ berkata: “Aku nasehatkan kepada ikhwah agar menjauhkan diri dari mendengarkan Radio Rodja.” [c] Kemudian beliau (Asy-Syaikh Rabi’) mengingatkan kami dengan atsar dari Ayyub as-Sakhtiyani dan Muhammad bin Sirin tentang sikap tidak mau mendengar ucapan ahlul bid’ah, yaitu tatkala ada seorang ahlul bid’ah mengatakan kepadanya, “Aku akan bacakan kepadamu satu ayat.” Maka keduanya menjawab, “Tidak.” [d] Kitab-kitab salaf sudah mencukupi kita dari mendengarkan radio Rodja dan segala isinya. [e] Radio Rodja menyebabkan terjadinya perselisihan antar salafiyyin. maka beliau memerintahkan untuk meninggalkannya. [f] Ihyaut Turats, ‘Ali Hasan, dan Abul Hasan, adalah di antara pihak-pihak yang paling keras permusuhannya terhadap ahlus sunnah. [g] Orang-orang awam TETAP HARUS diperingatkan dari bahaya radio Rodja. Karena salaf dulu juga mentahdzir orang awam dari bahaya Ahlul Bid’ah. Tentang Yazid Abdul Qadir Jawwas, salah satu tokoh besar Rodja Asy-Syaikh Rabi’ menyatakan bahwa Yazid hanya sekedar memakai baju salafiyyah. Beliau tidak ridho kalau dikatakan Yazid adalah salafi, ataupun salafi goncang. Tentang Turut Andilnya Asy-Syaikh ‘Abdurrazzaq di radio Rodja Asy-Syaikh Rabi’ menegaskan bahwa hal ini tidaklah menjadi justifikasi (pembenaran) untuk mendengarkan Rodja. Kata beliau, Asy-Syaikh ‘Abdurrazzaq tertipu dengan mereka (para turatsiyyin). Tentang Para Pengisi di Radio Rodja Ketika disebutkan, bahwa para pengisi Rodja menetapkan manhaj salaf, maka Asy-Syaikh Rabi’ menjelaskan bahwa urusan mentabdi’ seseorang tidak mesti bahwa semua yang ada pada diri si mubtadi‘ bertentangan dengan manhaj salaf, dan kondisinya jelas seratus persen ibarat matahari seperti Safar, Salman, ‘Ali Hasan, dan Abul Hasan. Ya’qub bin Syaibah dibid’ahkan oleh para ‘ulama hanya karena satu perkara. Seseorang terkadang keluar dari salafiyyah karena satu perkara!! Mencari/meneliti Kesalahan Orang Lain Kesalahan apabila sudah tersebar, maka tidak boleh didiamkan. Asy-Syaikh Rabi’ mengatakan: “Seorang yang salah wajib dinasehati. Yang salah wajib untuk segera rujuk dengan mudah. Dulu ‘Umar bin Al-Khaththab seorang yang waqqaf (tunduk) dengan Kitabullah. Jadilah kalian orang-orang yang waqqaf terhadap Kitabullah. Seorang mukmin itu lunak dan mudah (kembali kepada Al-haq).” Ja'far Umar Thalib Ketika ada yang mengatakan kepada Asy-Syaikh Rabi’, bahwa sebagian ikhwah menutup pintu taubat bagi Ja’far ‘Umar Thalib, maka Asy-Syaikh Rabi’ menyebutkan sebuah hadits tentang Khawarij: يَخرُجُونَ مِنَ الدِّينِ ثُمَّ لاَ يَعُودُونَ إِلَيْهِ "Mereka keluar dari agama, kemudian tidak kembali lagi padanya". Kemudian beliau (Asy-Syaikh Rabi’) berkata, “Aku telah menasehatinya, aku telah menasehatinya, aku telah menasehatinya, dan aku tidak berharap lagi.” Naskah Kesimpulan tersebut dibacakan oleh Asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri di hadapan Asy-Syaikh Rabi’, dan beliau pun menyetujuinya. Sumber: http://goo.gl/xEeoW2 ____________________ مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net WA Al Istiqomah ※ WALIS ✆

Manhaj
May 14, 20164 min read
Siapakah Sahabat Sejati Itu?
Atsar.id
Atsar.id

Siapakah Sahabat Sejati Itu?

SIAPAKAH SAHABAT SEJATI ITU Manusia mana di dunia yang fana ini yang tidak mempunyai Sahabat, dengan persahabatan itu terkadang seseorang akan menjadi baik dan dengan persahabatan itulah terkadang seseorang akan menjadi jelek. Siapakah sejatinya Sahabat sejati Itu&nbsp. Didalam kitab nikmatul Ukhuwah disebutkan kriteria seorang yang layak di jadikan Sahabat diantaranya : 🔸Berakhlaq mulia 🔸Bukan termasuk Ahlul bid'ah 🔸Tidak mempunyai akhlak yang jelek 🔸Tidak Berambisi kepada dunia 🔸Bukan Pelaku kemaksiatan Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Baz: Temanmu.. Adalah orang yang MENASEHATIMU, MENGINGATKANMU, MEMBERI PERINGATAN KEPADAMU Bukan orang yang melalaikanmu, bukan orang yang lari dan berpaling darimu, bukan pula yang HANYA BERSIKAP BAIK KEPADAMU. Tetapi,,,,,, Teman yang sejati, teman yang sebenarnya adalah teman yang menasehatimu, memberi wejangan kepadamu, menunjukkan jalan jalan  keselamatan hingga kamu menempuhnya, Memberi peringatan kepadamu dari jalan-jalan kebinasaan serta menjelaskan JELEKNYA jalan kebinasaan, hingga engkau menjauhi jalan tersebut. Lalu bagaimana dengan teman disekitar kita Apakah mereka benar-benar teman bagi kita? Atau mereka hanya orang2 yang berbuat baik dihadapan kita? Ingat SAHABAT SEJATI bukanlah yang mendiamkan kesalahan saudaranya tapi yang selalu bersegera menasehatinya tatkala terjerumus dalam kemaksiatan dan kesalahan. Sungkan, tidak enak bukan menjadi alasan untuk menasehati saudaramu, dusta pengakuanmu jika kamu mencintai saudaramu tapi membiarkan dia dalam kesalahan Alloh Azza wajala berfirman : ﺍﻷﺧﻼﺀ ﻳﻮﻣﺌﺬ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻟﺒﻌﺾ ﻋﺪﻭ ﺇﻻ ﺍﻟﻤﺘﻘﻴﻦ ‏ " teman-teman karib pada hari itu (hari kiamat ) saling bermusuhan satu sama lainya kecuali orang-orang yang bertaqwa " ( QS.Az -Zukhruf 67 ) Selektilaf dalam memilih teman tidak harus semua orang dijadikan sahabat karib. Al Marony Forum Ilmiyah KarangAnyar http://bit.ly/Forum_ilmiyahKarangAnyar

Teman
May 14, 20162 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast