Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Nasehat Bagi Orang yang Banyak Bercanda
Atsar.id
Atsar.id

Nasehat Bagi Orang yang Banyak Bercanda

NASEHAT BAGI ORANG YANG BANYAK BERCANDA Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah Ada pertanyaan yang menanyakan tentang bercanda diantara para penuntut ilmu yang memperbanyak bercanda, apa nasehat Anda? Bercanda adalah mengistirahatkan diri dari kepenatan, tidak mengapa hal jika dilakukan kadang-kadang, dengannya seseorang mengistirahatkan dirinya, namun dengan syarat janganlah dia bercanda kecuali dengan ucapan yang jujur dan hendaknya dia berhati-hati dari ucapan dusta, karena sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi was sallam terkadang juga bercanda dengan para Shahabat beliau. Hanya saja beliau tidak mengatakan kecuali yang benar. Beliau pernah mengatakan: لَا تَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَجُوْزٌ. “Wanita yang telah tua tidak akan masuk ke syurga.” (Lihat: Silsilah Ash-Shahihah no. 2987 –pent) Ketika seorang wanita yang telah tua mendengarnya, maka dia berteriak sedih. Padahal yang beliau katakan ini adalah ucapan yang benar, karena Allah Azza wa Jalla pada hari kiamat nanti akan membangkitkan manusia dan memasukkan mereka ke dalam syurga pada usia yang sama, yaitu usia muda pada puncak kematangan. Hal ini sebagaimana firman-Nya: وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا. “Dan (orang-orang yang bertakwa mendapatkan) gadis-gadis remaja yang sebaya.” (QS. An-Nazi’at: 33) Dan yang dimaksud adalah bahwa wanita tua tersebut sekarang akan mati setelah sampai pada usia tua renta yang ditetapkan atasnya, dia tidak akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti dalam keadaan tua. Jadi Rasulullah shallallahu alaihi was sallam jujur dalam bercandanya. Beliau juga ketika ada seseorang ada yang mengatakan kepada beliau: “Bawalah saya naik di kendaraan.” Maka beliau menjawab: إِنِّيْ حَامِلُكَ عَلَى وَلَدِ النَّاقَةِ. “Sesungguhnya saya akan membawamu mengendarai anak onta.” (Lihat Tahqiq Misykaatul Mashaabih karya Al-Albany rahimahullah no. 4886 –pent.) Beliau mengatakan yang sebenarnya, karena yang beliau maksud adalah onta, dan inilah dia. Adapun dusta dalam bercanda maka tidak boleh, dan Nabi shallallahu alaihi was sallam telah memotivasi untuk meninggalkan dusta sebagaimana dalam hadits yang kalian ketahui semuanya. Yaitu dalam hadits Abu Umamah radhiyallahu anhu dalam kitab Sunan, Musnad, dan selainnya, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda: أَنَا زَعِيْمُ بَيْتٍ فِيْ رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِيْ أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ. “Sesungguhnya saya menjamin sebuah rumah di tepi syurga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan walaupun dia benar, dan sebuah rumah di tengah syurga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta walaupun dia bercanda, dan sebuah rumah di syurga yang paling tinggi bagi siapa saja yang baik akhlaknya.” (Lihat: Silsilah Ash-Shahihah no. 273 –pent.) Jadi bercanda dibutuhkan oleh seseorang kadang-kadang saja untuk mengistirahatkan pikirannya, hanya saja dia tidak boleh berdusta. Adapun dengan banyak melakukannya maka hal itu akan mematikan hati dan menjatuhkan harga diri, menghilangkan wibawa, membuat rendah pada pandangan manusia, maksudnya mereka akan merendahkannya dengan sebab banyak bercanda. Jadi keseriusan yang akan menjadikan manusia menghormatinya. Maka hendaknya seorang hamba bercanda kadang-kadang saja, tetapi dengan hal-hal yang tidak akan menghilangkan kewibawaannya. Adapun dusta maka hal itu adalah sesuatu yang akan menjatuhkannya. Kita memohon keselamatan kepada Allah. Para penuntut ilmu sepantasnya bagi mereka untuk senantiasa menjaga waktu mereka, tidak membuangnya dengan bercanda yang tidak ada manfaatnya dan memperbanyaknya. Karena sesungguhnya hal ini terkadang menyeret kepada hal-hal yang tidak terpuji akibatnya seperti yang telah kami sebutkan. Juga ada perkara lain yang lebih besar akibat buruknya, yaitu dengan kematian hati dan kelalaian dari mengingat Allah Tabaraka wa Ta’ala. Maka tidak sepantasnya bagi seorang muslim untuk tidak menyibukkan waktunya dengan hal ini semuanya atau sebagian besaranya, apalagi jika dia adalah seorang penuntut ilmu. Sumber artikel: http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?s=53830 Alih Bahasa: Abu Almass Rabu, 14 Dzulhijjah 1435 H =====*****===== Diposting ulang: WA Salafy Solo Channel Salafy Solo Https://tlgrm.me/salafysolo Sya'ban 1437 H

Nasehat
May 15, 20164 min read
Bantahan Terhadap Dr. Zakir Naik Hadahullah
Atsar.id
Atsar.id

Bantahan Terhadap Dr. Zakir Naik Hadahullah

BANTAHAN TERHADAP DR. ZAKIR NAIK HADAHULLAH LIHAT VIDEONYA [ Beliau membolehkan memanggil nama Allah dengan nama-nama Tuhan Hindu. Brahma, Vishnu dan Shiva. Memanggil Allah dengan nama-nama yang telah dinamakan oleh Musyrikin (kepada berhala-berhala mereka). ] Asy-Syaikh Falah Ismail hafizhahullah [*] telah ditanya tentang pernyataan orang ini (Zakir Naik) pada 04.09.2004M selepas selesai daripada muhadarah beliau, membahas kitab al-Aqidah al-Wasatiyyah karya Ibnu Taimiyyah rahimahullah. [ Syaikh Falah menjawab ] Sekalipun jika itu adalah termasuk (memiliki makna yang sama -pent) dengan nama-nama Allah (dalam bahasa tersebut), asal (nama-nama itu) menunjukkan nama-nama Allah dalam bahasa tersebut: (Namun yang menjadi) asal adalah jika dua nama tersebut digunakan sebagai nama Tuhan-Tuhan/berhala (hindu) MAKA TIDAK DIBENARKAN UNTUK MENGGUNAKAN DUA NAMA TERSEBUT. Selepas itu Syaikh Falah menyebutkan, Dahulu orang arab jahiliyah sebelum Rasulullah ﷺ datang (iaitu untuk mendakwahi Islam -pent), mereka biasa memanggil nama Tuhan-Tuhan mereka dengan nama-nama yang diambil dari nama-nama Allah seperti; 📛Al-Laat dari nama Al-Ilaah (Tuhan yang berhak disembah), 📛Al-Uzza dari nama Al-Aziz (Yang Maha Perkasa), dan 📛Al-Manat dari nama Al-Manan (Maha Pemberi Anugerah). SEMUA INI ADALAH TERMASUK ILHAD. Walaupun nama-nama ini mempunyai kemiripan dengan nama-nama Allah namun tetap tidak dibenarkan memanggil Allah dengannya kerana telah dikenal nama-nama tersebut sebagai panggilan bagi Tuhan-Tuhan, berhala bagi kaum musyrikin. Sebahagian ulama menyebutkan tentang firman Allah, « وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْۤ اَسْمَآئِهٖ …» “... dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya...” [QS. Al-A'raf: Ayat 180] Termasuk ILHAD adalah dengan menamakan Tuhan-Tuhan (berhala) yang diambil dari nama-nama Allah. [ Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan: Al-'Awfi mengatakan bahawa Ibnu Abbas menafsirkan tentang firman Allah, “... dan tinggalkan orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya ...," yakni dengan mendustakan nama Allah dengan mengatakan Al-Laat (nama berhala kaum musyrikin) berasal dari nama Allah. Ibnu Juraij meriwayatkan daripada Mujahid, beliau mengomentari (perkataan Ibnu Abbas -pent), Mereka yang menyamakan Al-Laat (nama sebuah berhala) dari nama “Allah", dan Al-Uzza (nama berhala yang lainnya) dari nama “Al-Aziz”. Qatadah menyebutkan bahawa ILHAD merujuk kepada pengabungan (atau menyamakan) nama berhala dengan nama Allah (seperti memanggil Allah dengan berhala bernama Al-Uzza. Perkataan ILHAD bisa juga bermakna penyimpangan, kejahatan, ketidak adilan dan menyesatkan ... ] ..........Catatan.......... [*] Nama penuh beliau ialah Abu Muhammad Falah bin Ismail bin Ahmad Al-Mundakar. Beliau adalah anak murid kepada Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Al-Albani, Syaikh Ibnu Utsaimin, Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Abdul Qadir As-Sindy, Syaikh Hammad Anshary Syaikh Aman Al-Jami dan pernah belajar kepada Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali dan Syaikh Ubaid Al-Jabiri. Syaikh Falah Ismail ini juga dikenal sebagai seorang yang baik akhlak dan tinggi adabnya. Serta semangat dalam menuntut ilmu dan menyebarkan ilmu. Salah satu perkataan beliau bersama ulama Ahlus Sunnah Salafiyyah ialah daripada perkataan beliau: « أنا مع الشيخ ربيع في تبديع علي الحلبي. » “Saya bersama Asy-Syaikh Rabi' dalam mentabdi' Ali Al-Halaby." والله أعلم. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله و صحبه وسلم Sumber: [1] http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=8&Topic=4240 [2] http://bayenahsalaf.com/vb/archive/index.php/t-9982.html [3] http://www.sahab.net/forums/?showtopic=126387 Alih bahasa: Syabab Majmu'ah al-Ukhuwah as-Salafiyyah ___📗   📘   📙 Edisi: 📂مجموعة الأخوة  السلفية [-MUS-] 📮Klik "JOIN" http://bit.ly/ukhuwahsalaf Sumber gambar: http://img10.deviantart.net/

Bantahan
May 15, 20164 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast