Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


🔊💽 Muhadharoh Al-Ushuluts Tsalatsah (Pertemuan Ke-1️⃣4️⃣) 💺 Disampaikan oleh: Al-Ustadz Abdul Hakam at-Tamimi حفظه الله 📅 Muhadharoh Telelin…

HUKUM MEMBANGUNKAN ORANG YANG TIDUR KALA KHUTBAH JUM'AT Penanya Sebagian orang tertidur saat pertengahan khutbah Jum’at, apakah jika kami membangunkan mereka, perbuatan kami termasuk perbuatan yang sia-sia yang tidak ada pahala sholat Jum’at Jawaban Asy-Syaikh Ibnu Baaz Rohimahullohu Ta’ala mengatakan: يستحب إيقاظهم بالفعل لا بالكلام، لأن الكلام في وقت الخطبة لا يجوز؛ Disunnahkan membangunkan orang yang tertidur tatkala pertengahan khutbah dengan perbuatan tidak dengan ucapan, karena berbicara tatkala khutbah Jum’at terlarang. Hal yang demikian berdasarkan Sabda Rasululloh Sholallohu alaihi wasalam: إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ. وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ ”jika kamu berkata diamlah pada temanmu pada hari Jum’at ketika imam berkhutbah, maka Sungguh kamu telah melakukan perbuatan yang sia-sia ” [HR. Bukhori, Muslim]. Nabi Shalallahu alaihi wasalam menyebut perbuatan yang sia-sia walaupun dia menyuruh kepada perkara kebaikan,dari itulah menunjukan wajibnya diam dan larangan berbicara tatkala khutbah berlangsung. www.binbaz.org.sa/mat/4697 🖋FIK | @Forum_ilmiyahKarangAnyar www.almaroni.blogspot.com


🔈💽 Makna & Prinsip Salafi (Pertemuan Ke-1) 🎙Disampaikan oleh: Al-Ustadz Luqman Ba’abduh حفظه الله 📅 Muhadharah ll Ma’had As-Salafy ll Jember ll Isnin l…

Doa memohon keselamatan dunia dan akhirat. Soal: Melihat betapa banyaknya bencana yang terjadi disekitar kita ; gempa bumi, gelombang tsunami, tanah longsor, tenggelamnya kampung ketika tiba tiba bumi tempat berpijak menjadi lumpur dan bencana-bancana lain, melihat itu semua kita merasa betapa kecil dan lemah di hadapan Alloh subhanahu wata’ala. Sebagai bentuk penghambaan kepada Alloh, adakah […]


🔈💽 Muqadimmah Tentang Ilmu Fiqh – Pembahasan Mengenai Mazhab-Mazhab Selain Mazhab Yang Empat & Tiga Istilah Penting Dalam Fiqh (Pertemuan Ke-10) – Akhir 🎙Disam…

بسم الله الرحمن الرحيم . WAHAI SAUDARAKU SESUNGGUHNYA ITU TELAH ALLAH TENTUKAN Allah subhanahu wata'aala berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚإِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ لِكَيْلَا تَأ…


? Al Imam Ibnul Qoyyim -rahimahullah ta’ala- berkata : ?? Islam yang sebenarnya sangat asing sekali dan yang menjalankannya adalah orang-orang asing, yang sangat terasing di tengah-tengah manusia.” ?? Madarijus Salikin 3/148 ____ ? قـ✑ـَالَ الامـــام اِبْنُ القِيــــَمَ رَحِمَــہُ الله تعالـــﮯ :- ❏ “فَالإِسْـــلَامُ الحَقِيقِـــﮯُّ غَرِيبٌ جِدّاً وَأَهِلَّـــہ غُرَبَاءُ أَشَدُّ الغُرْبَةِ بَيْـــنَ النَّاسِ” ?? مَدَارِجُ […]


🔊💽 Keteguhan Di Atas Al-Haq 💺 Disampaikan oleh: Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📅 Tausiyah ll Malang ll 15 Safar 1440H ll 24 Oktober 2018M 📥⏬ Sila muat …


🎒✍🏼 Kemuliaan Dari Allah Untuk Para Penuntut Ilmu ➡ Syaikh al-Waalid al-Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali حفظه الله تعالى berkata: 👉🏼 Dan para mala…

HIDUP DI TENGAH KELUARGA YANG TIDAK ISTIQAMAH [Hukum Berkeluh-kesah Menceritakan . Kondisi Keluarga dan Cara Menghadapi Ayah yang Tidak Ridha Putrinya dinikahi Laki-laki yang Istiqamah] Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah PERTANYAAN: “Saya seorang pemudi yang multazimah (istiqamah) namun hidup di rumah yang penuh dengan kemungkaran. Televisi ditampilkan. Tidak diperdengarkan kecuali suara nyanyian. Tidak makan dan minum kecuali dengan tangan kiri. Dan ayahku tidak ridha dan tidak menerima lamaran dari seorang penuntut ilmu dan yang lainnya(yang semisalnya). Jika saya mengeluhkan kondisiku kepada kerabat-kerabatku apakah itu teranggap bersandar kepada makhluk? Dan apakah terhitung pembicaraanku kepada kerabat-kerabatku tentang ciri-ciri pemuda yang dikehendaki ayahku adalah perbuatan mempermalukannya?” JAWABAN: “Saya memohon kepada Allah untuk pemudi yang istiqamah ini agar Dia mengokohkannya di atas agamanya. Dan semoga Dia mempersiapkan baginya suami yang shalih yang dia(wanita) menolongnya dan dia(laki-laki) menolongnya di atas ketaatan kepada Allah. Adapun keluarganya maka saya memohon kepada Allah untuk menganugerahkan hidayah kepada mereka, semoga mereka bertaubat kepada Allah Ta’ala, dan hendaknya mereka memahami bahwa dunia bukanlah surga(yang bebas berbuat apa saja, pent.). Bahkan negeri dunia adalah tempat cobaan dan ujian. Dan hendaknya mereka memaklumi bahwa mereka tidak lain tercipta untuk ibadah kepada Allah. ▪Bagi ayahnya apabila seseorang yang se_kufu_ dalam agama dan akhlaknya telah melamar puterinya, hendaknya ia menikahkannya. Apabila ia tidak mau, saudara laki-lakinya yang menikahkannya. Jika tidak berkenan maka pamannya. Dan jika enggan pula maka tuan qadhi (hakim wakil pemerintah) yang menikahkannya. ▪Dan si pemudi memiliki hak untuk mengangkat permasalahannya kepada hakim pengadilan, jika seorang yang sekufu telah melamarnya dan telah jelas rasa senangnya (si pemudi) kepadanya. Maka ia paparkan masalahnya kepada sang ayah. Jika ia tidak mau maka kepada saudara laki-lakinya. Andai juga enggan maka kepada pamannya. Apabila tidak mau maka anak pamannya. Maka jikalau tidak berkenan juga –dan ini kebanyakan yang terjadi pada orang-orang, kita memohon perlindungan-Nya, jika mereka melihat ayahnya melarang maka mereka tidak mau menikahkannya. Ini kekeliruan mereka. Sebab hal ini adalah bentuk meremehkan kewajiban mereka. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ ، إِلا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ Jika datang kepada kalian seorang yang kalian ridha terhadap agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia. Apabila kalia tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah(musibah) di muka bumi dan kerusakan yang luas. H.R. at-Tirmidziy ▪Dan keluhan si pemudi kepada saudari-saudarinya apabila dalam rangka bermusyawarah maka tidak mengapa. Jika keluhan itu untuk mencela keluarganya maka tidak boleh, sebab tidak bermanfaat. ✒ Dan apabila keluh-kesah itu untuk meringankan apa yang ada di hatinya dari kesedihan dan kesempitan maka tidak mengapa pula.” Fataawa ‘alath Thariq fi Masaail Mutanawwi’ah, Al-‘Utsaimin, hal. 732 – 733. 📑 Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah •••• 📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF] 🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com


🔈💽 Mengambil Ibrah Dari Musibah Yang Melanda 🎙Disampaikan oleh: Al-Ustadz Abu Miqdad Novel Mas’ud حفظه الله 📅 Muhadharah Telelink ll Johor ll Malaysia ll Ahad ll …


بِسمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ Kesombongan Itu Membinasakan Para pembaca rahimakumullah, Rasulullah Shallallahu `alaihi Wasallam telah menjelaskan hakikat kesombongan dalam sabdanya (artinya) : “Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR. Muslim dari sahabat Abdullah bin Mas`ud radhiyallahu `anhu) Tolak ukur kesombongan bukanlah dari sisi menyukai pakaian yang bagus atau kendaraan yang mewah. Bukan … Lanjutkan membaca Kesombongan Itu Membinasakan →