Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan agama Islam dalam keadaan telah sempurna. Ia tidak membutuhkan penambahan ataupun pengurangan. Namun toh, banyak manusia menciptakan amalan-amalan baru yang disandarkan pada agama hanya karena kebanyakan dari mereka menganggap baik perbuatan tersebut. Perjalanan agama Islam yang telah mencapai rentang waktu 14 abad lebih, sedikit banyak memberikan pengaruh bagi para […]

40 HADITS SHOHIH DI BULAN ROMADHON -----BAGIAN PERTAMA----- عن أبي هريرة رض ي الله عنه ، عني النبي صلى الله عليه وسلم قال : [من صام رمضان إيمانا واحتسابا ، غفر له ما تقدم من ذنبه] ▪ متفق عليه “Barang siapa yang berpuasa Romadhon karena iman dan mengharap pahala, maka diamp…

Al-’Allamah Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah memaparkan tentang bid‘ah, “Bid‘ah adalah perkara yang diada-adakan dalam agama. Sesungguhnya agama itu adalah apa yang datang dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah (ajaran beliau). Jadi, apa yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah, itulah agama. Adapun yang menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah, itu […]

Ibadah pada asalnya haram dikerjakan apabila tidak ada dalil yang memerintahkannya. Inilah kaidah yang harus dipegang oleh setiap muslim. Dengan demikian, dia tidak bermudah-mudah membuat amalan yang tidak ada perintahnya baik dari Allah maupun Rasulullah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam haditsnya yang agung, مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ […]

Penjelasan Untuk Amal-amal Baik dalam Ramadhan 1) Senantiasa menjalankan kewajiban-kewajiban Berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : "Sesungguhnya Allah berfirman: "Barangsiapa yang melawan wali-Ku, maka Aku umumkan peperangan terhadapnya. Dan tidaklah seorang h…


⭐ Mutiara Hadits Shahih Seputar Ramadhan ??? SAAT ORANG YANG AKAN SAFAR BOLEH MEMBATALKAN PUASANYA ✍ Dari Muhammad bin Ka’ab rahimahullah, beliau berkata: أَتَيْتُ أَنَسَ بْنِ مَالِكٍ فِي رَمَضَانَ وَهُوَ يُرِيدُ سَفَرًا وَقَدْ رُحِلَتْ لَهُ رَاحِلَتُهُ وَلَبِسَ ثِيَابَ السَّفَرِ فَدَعَا بِطَعَامٍ فَأَكَلَ فَقُلْتُ لَهُ سُنَّةٌ قَالَ سُنَّةٌ ثُمَّ رَكِبَ. ✅ Aku mendatangi Anas bin Malik […]


?? Silsilah Fatwa Seputar Puasa (19) ?️ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah ? Tanya: Apabila wanita yang haid dan nifas suci di pertengahan siang hari (bulan Ramadhan), apakah wajib baginya untuk berpuasa? ? Jawab: Apabila wanita yang haid atau nifas suci di siang hari, maka tidak wajib baginya untuk berpuasa dan boleh baginya untuk […]

Khutbah Pertama إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ […]

LARANGAN MEMBAYAR FIDYAH DALAM BENTUK UANG &. TATACARA BAYAR FIDYAH PUASA RAMADHAN (BAHAN POKOK/ MASAKAN MATANG) Oleh: Al-Ustadz Muhammad Sarbini -hafizhahullah- Dauroh "FIKIH PUASA LENGKAP" | Ahad, 17 Sya'ban 1438H/14 Mei 2017 di Masjid Khaddamuttaqwa Jl.Padamarang Pos 3 PT Pel…

HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT FITRAH 1 PEKAN SEBELUM IEDUL FITRI membayar zakat fitrah di awal ramadhan Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah [ Pertanyaan ] Dari kumpulan pertanyaan yang diajukan pada tahun ini terkait zakat fitrah. Ada sebagian (kaum muslimin) yang mengeluarkan zakat fitrah satu minggu atau lima hari sebelum hari raya Id’? [ Jawaban ] لا، لا، ما تجزي قبل العيد بيوم أو يومين وكونه يخرجها في ليلة العيد إلى خروج الإمام إلى صلاة العيد هذا هو الوقت الفاضل له لأخرجها. TIDAK. . . TIDAK BOLEH! Zakat fitrahnya TIDAK SAH kecuali dikeluarkan satu atau dua hari sebelum Ied. Dan mengeluarkan zakat fitrah pada malam Ied’ sampai batas keluarnya imam untuk shalat Ied, maka inilah waktu yang utama untuk mengeluarkan zakat fitrah tersebut. Sumber: @Saleh_AlFawzan | @Forumsalafy ▫️▫️▫️▫️▫️ HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT FITRAH PADA 10 HARI PERTAMA RAMADHAN Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ditanya tentang hukum mengeluarkan zakat fitrah pada sepuluh hari pertama pada bulan Ramadhan? [Beliau rahimahullah menjawab]: Kata Zakat Fitrah berasal dari kata al-fithr (berbuka), karena dari al-fitr inilah sebab dinamakan Zakat Fitrah. Apabila berbuka dari Ramadhan merupakan sebab dari ini, maka zakat ini terkait dengannya dan tidak boleh mendahuluinya (dari berbuka-masuk Syawal-red). Oleh sebab itu, waktu yang paling utama dalam mengeluarkannya adalah pada hari ‘Ied sebelum shalat (‘Ied). Akan tetapi, diperbolehkan untuk mendahului (dalam mengeluarkannya) sehari atau dua hari sebelum ‘Ied karena memberi keleluasaan bagi yang memberi dan yang mengambil. Adapun zakat yang dilakukan sebelum hari-hari tersebut, menurut pendapat yang kuat dari para ulama adalah TIDAK BOLEH. Berkaitan dengan hal ini ada dua bagian waktu: ◾️ WAKTU YANG DIPERBOLEHKAN yaitu sehari atau dua hari sebelum ‘Ied ◾️ WAKTU YANG UTAMA pada hari ‘ied sebelum shalat. Adapun mengakhirkannya hingga usai melaksanakan shalat, maka hal ini haram (terlarang) dan tidak sah sebagai zakat fitrah. Ini berdasarkan hadits ‘Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, وَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِفَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ “Barang siapa menunaikannya sebelum shalat, maka zakatnya diterima. Barang siapa menunaikannya setelah shalat, maka itu termasuk dari sedekah.” Kecuali apabila orang tersebut tidak mengetahui (kapan) hari ‘Ied. Misalnya dia berada di padang pasir dan tidak mengetahui kecuali dalam keadaan terlambat atau yang semisal hal itu. maka tidak mengapa baginya untuk menunaikannya setelah shalat ‘Ied, dan itu mencukupi sebagai zakat fitrah.(Diambil dari kitab Majmu’ Fatawa li asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin juz 18 bab “Zakatul Fitr”) Sumber: http://asysyariah.com/seputar-zakat-fitrah/ HUKUM MEMBAYAR ZAKAT FITRAH DI AWAL-AWAL RAMADHAN Zakat fitrah itu berupa makanan pokok masyarakat sekitar. Pada masa sekarang yakni kurma, gandum, dan beras. Apabila kita tinggal di tengah masyarakat yang memakan jagung, maka kita mengeluarkan jagung, kismis, atau aqith (susu yang dikeringkan). Berkata Abu Said al-Khudri radhiallaahu 'anhu berkata, “Dahulu kami mengeluarkan zakat pada masa Rasul Shallallahu ‘alahi wasallam satu sha’ dari makanan, dan makanan pokok kami adalah kurma, gandum, kismis, dan aqith.” Waktu mengeluarkannya adalah pada pagi hari ‘Ied sebelum shalat, berdasarkan perkataan Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, “Beliau Shallallahu ‘alahi wasallam memerintahkan agar zakat ditunaikan sebelum kaum muslimin keluar untuk shalat,” dan hadits ini marfu’. Dalam hadits Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ اَلصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ, وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ اَلصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ اَلصَّدَقَاتِ. “Barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum shalat, itu zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat, maka hal itu (hanyalah) shadaqah.” ◽️Dibolehkan untuk mengawalkan sehari atau dua hari sebelum ‘Ied, dan tidak boleh lebih cepat dari itu. ◽️Karena zakat ini dinamakan zakat fitrah, disandarkan kepada al-fitr (berbuka –masuk Syawal, red). ◽️Seandainya kita katakan boleh mengeluarkannya ketika masuk bulan (Ramadhan), maka namanya zakat shiyam. Oleh karena itu, zakat fitr dibatasi pada hari ‘Ied sebelum shalat, dan diringankan (dimudahkan) dalam mengeluarkannya sehari atau dua hari sebelum ‘Ied. (Diambil dari kitab Majmu’ Fatawa li asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin juz 18 bab “Zakatul Fitr”) http://asysyariah.com/seputar-zakat-fitrah/ SUDAH MEMBAYAR ZAKAT FITRAH DI AWAL RAMADHAN, APAKAH HARUS DIULANG KEMBALI? AlFaqih Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah [ Pertanyaan ] Saya sudah mengeluarkan zakat fithri pada awal Ramadhan di Mesir, sebelum datang ke Mekah. Dan saya sekarang muqim di Mekkah, apakah saya wajib menunaikan zakat fithri lagi? [ Jawaban ] Iya, wajib atasmu untuk mengeluarkannya lagi karena engkau dulu mengeluarkannya tidak pada waktu (yang disyariatkan). فهنا زكاة الفطر أضيفت إلى الفطر لأن الفطر سببها ؛ ولأن الفطر وقتها ، ومن المعلوم أن الفطر من رمضان لا يكون إلا في آخر يوم من رمضان ، فلا يجوز دفع زكاة الفطر إلا إذا غابت الشمس من آخر يوم من رمضان ، إلا أنه رُخص أن تُدفع قبل الفطر بيوم أو يومين رخصة فقط ، وإلا فالوقت حقيقة إنما يكون بعد غروب الشمس من آخر يوم من رمضان ؛ لأنه الوقت الذي يتحقق به الفطر من رمضان ، ولهذا نقول : الأفضل أن تؤدى صباح العيد إذا أمكن " Dinamakan zakat fithri, karena diambil dari sebab atau waktu disyariatkannya zakat tersebut. Waktu disyariatkannya adalah fithr (berbuka). Dan telah jelas bahwa fithr adalah hari terakhir Ramadhan (malam satu syawwal). Sehingga tidak boleh untuk mengeluarkan zakat fithri kecuali setelah terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadhan (malam satu syawwal). Walaupun ada rukhsah untuk mengeluarkannya sehari atau dua hari sebelumnya, tapi ini cuma sekedar rukhsah (keringanan saja). Dan waktu disyariatkan zakat fithri sesungguhnya adalah dengan selesainya bulan Ramadhan (malam satu syawwal). Oleh karena itu kita katakan : "Yang afdhal adalah dikeluarkan pada waktu shubuh iedul fithri apabila memungkinkan". Disarikan dari Majmu' Fatawa kitab Zakat soal 180 | @fawaidsolo •••• https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF] www.alfawaaid.net

Barangkali kita sering menganggap bahwa perbuatan yang bernilai adalah yang besar dan berat, sebagaimana diriwayatkan, الْأَجْرُ عَلَى قَدْرِ الْمَشَقَّةِ “Pahala itu tergantung kepada tingkat kesulitan.” Kelirunya, kalau kita jadi sering meremehkan perbuatan-perbuatan kecil. Padahal, sekecil apa pun, jika dikerjakan dengan ikhlas, nilainya berlipat ganda di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam […]