Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

TAKHRIJ HADITS PALSU SEPUTAR SUARA YANG MUNCUL DI BULAN RAMADHAN Oleh Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah 6471 - (إِذَا كَانَتْ صَيْحَةٌ فِي رَمَضَانَ؛ فَإِنَّهُ يَكُونُ مَعْمَعَةٌ فِي شَوَّالٍ، وَتَمْيِيزُ الْقَبَائِلِ فِي ذِيِ الْقَعْدَةِ، وَتُسْفَكُ الدِّمَاءُ فِي ذِيِ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ وَمَا الْمُحَرَّمُ؟ (يَقُولُهَا ثَلَاثاً) ، هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ، يُقْتَلُ النَّاسُ فِيهَا هَرْجاً هَرْجاً. قُلْنَا: وَمَا الصَّيْحَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ:هَدَّةٌ فِي النِّصْفِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ جُمُعَةٍ؛ فَتَكُونُ هَدَّةٌ تُوقِظُ النَّائِمَ، وَتُقْعِدُ الْقَائِمَ، وَتُخْرِجُ الْعَوَاتِقَ مِنْ خُدُورِهِنَّ فِي لَيْلَةِ جُمُعَةٍ، فِي سَنَةٍ كَثِيرَةِ الزَّلَازِلِ. فَإِذَا صَلَّيْتُمُ الْفَجْرَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ؛ فَادْخُلُوا بُيُوتَكُمْ، وَاغْلِقُوا أَبْوَابَكُمْ، وَسُدُّوا كُوَاكُمْ، وَدِثِّرُوا أَنْفُسَكُمْ، وَسُدُّوا آذَانَكُمْ، فَإِذَا أحسَسْتُمْ بِالصَّيْحَةِ فَخِرُّوا لِلَّهِ سُجَّداً، وَقُولُوا: سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ ,سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، رَبُّنَا الْقُدُّوسُ؛ فَإِنَّه مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ؛ نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ؛ هَلَكَ) . *موضوع* أخرجه نعيم بن حماد في كتابه "الفتن" (1/228/738) "Jika telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan di bulan Dzul Qa’dah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul Hijjah dan Muharram, Dan apa maksudnya Muharram? dia mengatakannya tiga kali, jauh jauh sekali (dari kebenaran), orang-orang dibunuh pada bulan tersebut secara meluas, besar besaran, kami pun bertanya: “Suara apakah itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Suara ini terjadi di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumat, sehingga membangunkan orang yang tidur, dan menjadikan jatuh terduduk orang yang berdiri, dan para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa, apabila kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jumat pada pertengahan Ramadhan, maka masuklah kalian ke dalam rumah-rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka menyungkur bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: “Mahasuci Allah Al-Quddus, Mahasuci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus”, karena barangsiapa yang melakukannnya, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa”. HADITS PALSU Nu'aim bin Hammad mengeluarkannya dalam Kitabnya Al Fitan (1/228/738) Menceritakan kepada kami Abu Umar dari Ibnu Lahi'ah berkata: "Menceritakan padaku Abdulwahhab bin Husain dari Muhammad bin Tsabit Al Bunani dari bapaknya dari Al Harits Al Hamdani dari Ibnu Mas'ud _radhiallahu 'anhu_ dari Nabi ﷺ bersabda: "..."lalu dia menyebutkannya Aku katakan (Asy Syaikh Al AlBani): "Matan teks ini palsu, dan jalur sanadnya lemah lagi bertalian dengan beragam cacat penyakit sebagai berikut: [1] PERTAMA Penulis sendiri, Nu'aim bin Hammad, karena sebenarnya bersamaan dia termasuk dari imam-imam Sunnah dan para pembelanya, namun bukan dijadikan sebagai hujjah dalam apa yang dia riwayatkan. Sebab An Nasa-i berkata tentangnya: "Dia bukan orang yang Tsiqoh (terpercaya)." Dan sebagian mereka menuduh dia dengan pemalsuan. Dan Alhafidz Adz Dzahabi dengan keterbukaannya yang dikenal, tidak mampu untuk berkata-kata tentangnya -setelah menyebutkan silang pendapat tentang perihalnya- kecuali, aku berkata: "Aku tidak menyangkanya dia memalsukan!" [2] KEDUA Gurunya, Abu Umar yaitu: Ash Shafar: sebagaimana tertera tentangnya pada selain hadits ini. Dan namanya Hammad bin Waqid, dia itu Dhaif/lemah. Bahkan berkata Al Bukhori: "Mungkarul Hadits." [3] KETIGA Ibnu Lahi'ah, dia terkenal dengan kedhaifan/lemah setelah terbakar kitab-kitabnya. [4] KEEMPAT Abdulwahhab bin Husain: tidak diketahui kecuali dengan sanad-sanad yang lemah ini. Dan sungguh Al Hakim telah menyebutkannya, hadits yang lain dari jalur Nu'aim bin Hammad: "Menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah darinya dengan sanadnya yang tadi dari Ibnu Mas'ud secara marfu' tentang keluarnya Dabah/binatang setelah terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, bila ia keluar, maka dia memukul iblis sedang dia sujud... al hadits, kemungkaran-kemungkaran yang banyak, sampai-sampai berkata Al Hakim sendiri: "Saya mengeluarkannya sebagai sikap heran, tatkala padahal dia itu dekat dengan apa yang kami berada didalamnya." Dan buktinya bahwasanya Uqbah berkata (4/522): "Muhammad bin Tsabit bin Aslam Al Bunani termasuk paling lemahnya dari orang-orang Bashrah dan anak-anaknya tabi'in, kecualinya bahwa Abdulwahhab bin Husain itu majhul/tidak dikenal." dan Adz Dzahabi mengikuti dengan ucapanya: "Saya katakan: "Dia memiliki kepalsuan, wasalam." Dan Al Hafidz telah mencantumkan biografi dalam Al Lisan untuk Abdulwahhab ini dengan ucapan Al Hakim tersebut, dan berikutnya Adz Dzahabi tentangnya, dan beliau menyetujuinya. [5] KELIMA Muhammad bin Tsabit Al Bunani: "Dia lemah, secara sepakat, dan saya tidak tahu bagaimana Al Hakim telah menjalankannya?! [6] KEENAM Al Harits Al Hamdani, dia : yang A'war buta sebelah: "lemah juga, dan sebagian mereka telah menuduhnya dengan kedustaan." Kesimpulannya, maka sanad-sanad ini dengan beragam bencana dan cacat-cacat yang enam, sebagai suatu sanad-sanad yang binasa, dan teks matan yang tersusun palsu dengan tanpa keraguan, tidak ada padanya kemanisan kalam kenabian, bahkan sesungguhnya itu buatan tangan dan melampaui batas secara nyata. Dan sungguh telah mengambilnya riwayat-riwayat para orang yang dhaif lemah di masa silam, mereka menambahkan dalam teks matannya dan menguranginya sesuai dengan hawa nafsu mereka, dan mereka menyusunkannya pada sanad-sanad dari Abu Hurairah dan selainnya, dan sungguh saya telah mengeluarkannya pada perihal hadits yang telah berlalu (6178 dan 3179) Ini, dan sungguh sebab yang mengundang saya untuk mengeluarkan takhrij hadits ini dan membongkar cacat-cacatnya ialah karena banyaknya pertanyaan orang-orang tentangnya di awal pekan dari bulan Ramadhan Al Mubarok saat ini pada tahun 1414 H, dan karena saya menanyakan tentang sebab kenapa? katanya: ada salah satu dari para pengkhotbah sufi yang berkhotbah dengannya, dan memperingatkan mereka akan terjadinya apa yang ada di dalam isinya tentang malam Jum'at 15 dari bulan yang sedang berjalan ini, yaitu setelah empat hari dari sejak penginformasiannya. Dan orang-orang akan mengetahuinya dalam waktu dekat insyaAlloh tentang kedustaannya, pastilah mereka akan mengambil sebuah pelajaran, dan mereka akan mengetahui bahwasanya tidak setiap yang berkhotbah, berarti dia alim, dan bahwasanya tidak setiap yang menyampaikan hadits dengan suatu hadits atau lebih banyak, berarti dia seorang muhadits ahli hadits. Dan bagi Allah-lah segala urusan makhluk-Nya. . Dan inilah kita sekarang berada di hari Sabtu yang bertalian dengan hari Jum'at yang dia isyaratkan padanya, dan tidak terjadi apapun seperti yang dia sebutkan dalam hadits: "Teriakan atau suara yang menjadikan bangun orang yang tidur, dan tidak pula keluar wanita-wanita dari tempat pingitannya, dan tidak ada pula salah satu dari orang-orang yang shalat menutup lubang-lubang rumah mereka, menyelimuti diri-diri mereka, dan menyumbat telinga-telinga mereka. Tidak ada seorangpun yang melakukan dari pada hal itu, sampaipun si pendusta besar yang memperdengarkan hadits ini dan orang bodoh yang menyambungkannya dan membantu untuk menyiarkannya, sampaipun mereka ini, aku tidak menyangkannya seorangpun akan melakukan hal itu. iya, memang terjadi musibah besar kepada orang-orang shalat di masjid Al Khalil di bagian tepi barat sana, dan diserang jamaah dengan senjata mesin (otomatis) dari Yahudi, mereka muslimin dalam keadaan sujud di subuh hari Jum'at, dan terbunuh dari mereka puluhan, dan ratusan luka-luka, lalu tidak ada sesuatu setelah itu selain pidato-pidato pergerakan, dan protes-protes politik di berbagai negeri islam, dan demonstrasi pada sebagian rakyat-rakyatnya. wala haula wala quwata illa billah , dan saya tidak tahu apabila keadaan penyebaran hadits ini tentang hari Jum'at dan fitnah Yahudi padanya adalah sebagai tanda adanya hubungan diantara keduanya. ستُبْدي لك الأيامُ ما كُنتَ جاهلًا.. ويأتِيكَ بالأنْبَاء مَنْ لَمْ تُزَوّدِ.. Akan berlalu hari-hari bagimu terhadap apa yang sebelumnya kamu tidak mengetahuinya.. Dan akan mendatangimu dengan berita-berita dari orang yang kamu tidak mempersiapkannya.. [Silsilatul Ahaditsidh Dha'ifah wal Maudhu'ah Wa Atsaruhas Sayi Fil Ummah No.6471] Sumber: https://bit.ly/2JTMEmv BACA JUGA : HADITS SUARA DI HARI JUMAT 15 RAMADHAN Mift@h_Udin Kawunganten, 17 Sya'ban 1441H https://telegram.me/salafykawunganten

Perseteruan antara al-haq dan al-batil akan senantiasa ada dan terus berlangsung. Masing-masing memiliki penyokong dan bala tentara yang siap tanding. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Sungguh, Allah subhanahu wa ta’ala telah menjelaskan di dalam Kitab-Nya dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam, bahwa Dia memiliki para wali dari kalangan manusia. Begitu pun setan, […]

Pada rubrik Tanya Jawab Ringkas edisi ini, kami muat beberapa jawaban dari Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini. Hari Berpuasa “Hari berpuasa adalah hari ketika kalian semua berpuasa (bersama pemerintah), hari Idul Fitri adalah hari ketika kalian semua beridul fitri (bersama pemerintah), dan hari Idul Adha adalah hari ketika kalian semua ber-Idul Adha (bersama pemerintah).” […]

Idul Fitri bisa memiliki banyak makna bagi tiap-tiap orang. Ada yang memaknai Idul Fitri sebagai hari yang menyenangkan karena tersedianya banyak makanan enak, baju baru, banyaknya hadiah, dan lainnya. Ada lagi yang memaknai Idul Fitri sebagai saat yang paling tepat untuk pulang kampung dan berkumpul bersama handai tolan. Sebagian lagi rela melakukan perjalanan yang cukup […]

Islam Datang dalam Kondisi Asing Kita telah mengetahui bahwa agama yang benar adalah Islam, yang telah disempurnakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sekaligus penyempurna agama-agama sebelumnya. Sebagai agama penutup, Allah subhanahu wa ta’ala telah menurunkannya melalui nabi dan rasul terakhir, Muhammad bin Abdullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau diutus di tengah-tengah rusaknya manusia dalam hal […]

Di Balik Kitab Tarikh Baghdad Pertanyaan: Dalam buku-buku terkadang didapatkan hadits yang diriwayatkan oleh Khotib Al Baghdadi dalam Tarikh Baghdad. Apakah Khotib al-Baghdadi meriwayatkan hadits-hadits ? Bukankah kitab tarikh itu berisi sejarah? Jawaban: Kitab Tarikh di kalangan muhadditsin (ahli hadits) adalah kitab tentang para periwayat hadits dan penjelasan mengenai derajat atau keadaan mereka, apakah riwayat […]

MEMBANTAH BERITA DUSTA : JIKA PERTENGAHAN RAMADAN JATUH PADA MALAM JUMAT, AKAN TERJADI BERBAGAI HURU HARA. Hadits Jumat 15 Ramadhan Akan Terjadi Huru-hara Pada Ramadhan dua tahun yang lalu tahun 1439 H - 2018 M, telah tersebar di medsos sebuah video yang berisi sebuah hadits, ya…

Dalam sebuah hadits, Abu Hurairah radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ “Sungguh aku diutus menjadi rasul tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak yang saleh (baik).” Pada sebagian riwayat, لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ “Untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Islam adalah agama yang penuh keindahan. Ia dibangun di atas […]

HUKUM IKHTILATH DENGAN PEMBANTU WANITA DI RUMAH Ada orang yang bertanya kepada Syaikh Al Utsaimin Rohimahullah Ta’ala : السؤال : هل يجوز للرجل أن يخالط الشغالة في البيت، وماذا يحل له منها؟ “Apakah boleh seorang lelaki berikhtilath (bercampur baur tanpa dihijab) dengan pembantu wanita di rumahnya, dan apa yang boleh bagi majikan terhadap pembantu wanita tersebut." الجواب : إذا تزوجها فلها أن تكشف وجهها له وهذا هو الحل، وإلا فلا يحل له منها شيء، هي كالمرأة التي في السوق، يجب عليها أن تحتجب، ويتأكد الحجاب في حقها أكثر من غيرها؛ لأنها في البيت ويسهل الخلوة بها، فإذا كشفت وجهها فإن الشيطان يجعل هذا الوجه وإن كان ليس بذاك يجعله جميلاً ليفتتن بها والعياذ بالله، فيجب على الخادمة أن تحتجب ويجب على أهل البيت أن يأمروها بذلك؛ لأنها امرأة أجنبية. وإذا أرادوا الحل الذي ذكرته فهو سهل، إذا لم يكن لها زوج، يستأذن من الجهات المسئولة أن يتزوجها وتبقى عنده في البيت، لكن أخشى إذا أصبحت زوجة أن تطلب خادمة فيما بعد وهذه مشكلة!! Jawaban : Tentu ini halal untuk membuka wajahnya di hadapan anda, tapi ini jika anda nikahi dia. Kalau tidak, ya tidak halal sedikitpun. Pembantu ini seperti wanita di pasar, wajib atasnya berhijab. Maka berhijab di rumah lebih ditekankan lagi, karena di rumah lebih mudah untuk berduaan dengannya. Apabila pembantu ini membuka wajahnya maka syaithon akan menghiasi dan membuat nampak cantik wajahnya untuk menimbulkan fitnah, wal iyadzu billah Maka wajib bagi pembantu untuk berhijab dan wajib pula bagi majikannya untuk memerintahkannya akan hal ini, karena dia adalah wanita asing (bukan mahrom) Apabila mau halal, maka urusannya mudah, bila pembantunya ini belum nikah. Tinggal meminta izin kepada penanggungjawabnya untuk menikahinya lalu menempatkannya di rumah. Akan tetapi saya khawatir apabila pembantu ini jadi istrinya, nanti dia akan meminta pembantu lagi setelahnya. Tentu ini jadi masalah lagi. . (Al-Liqo Asy-Syahri kaset no 3) Sumber : www.radiotarbiyah.com Grup Whatsapp Ma'had Ar-Ridhwan Poso Join chanel telegram http://telegram.me/ahlussunnahposo HUKUM IKHTILAT DAN KHALWAT Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Apa hukum ikhtilat (bercampur baur) antara laki-laki dan perempuan? Jawaban: Tidak diragukan lagi bahwa ikhtilat dengan perempuan yang bukan mahram dan berjabat tangan dengan mereka hukumnya tidak boleh. Sedangkan berkhalwat (berdua-duaan) dengannya lebih keras dan lebih besar lagi (larangannya). Liqa Al Bab Al Maftuh: 8 ما حكم الاختلاط بين الرجال والنساء؟ لا شك أن الاختلاط بالنساء من غير المحارم، ومصافحتهن لا يجوز، والخلوة أشد وأعظم. 📁 لقاء الباب المفتوح [8] https://twitter.com/ibn_othaimin/status/1204907009549619200 WhatsApp Salafy Cirebon Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon

MELURUSKAN PEMAHAMAN TENTANG NUZULUL QURAN AI-Quran merupakan kitab suci umat Islam yang memiliki kedudukan yang sangat agung lagi mulia di tengah-tengah kaum muslimin. Seluruh kaum muslimin mengakui bahwa Alquran memiliki nilai sakralitas yang sangat tinggi, tidak ada yang mengingkari perk…

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu mengatakan, “Sederhana dalam sunnah (menjalankan ajaran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam kebid’ahan.” Ubay bin Ka’ab radhiyallahu anhu mengatakan, “Engkau harus berpegang dengan jalan Allah subhanahu wa ta’ala dan As-Sunnah (ajaran Rasulullah). Sesungguhnya, orang yang (berjalan) di atas jalan Allah subhanahu wa ta’ala dan As-Sunnah, kemudian mengingat ar-Rahman (Allah subhanahu wata’ala) hingga air matanya menetes […]

Pertanyaan: Apa hukum ibadah yang disertai riya? Berikut ini jawaban Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah terhadap pertanyaan di atas. Riya yang menyertai ibadah itu ada tiga macam: 1. Riya yang sejak awal mendorong seseorang untuk melakukan ibadah. Contohnya, seseorang melaksanakan shalat untuk Allah subhanahu wa ta’ala dengan tujuan mendapat pujian manusia atas […]