All

Silsilah Mutiara Nasihat Dari Para Ulama Salaf (Bahagian 2)

Thoriqussalaf
Thoriqussalafby admin
March 28, 20163 min read
Silsilah Mutiara Nasihat Dari Para Ulama Salaf (Bahagian 2)

Ringkasan Artikel

Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.

Login sekarang →

🔗 Silsilah Mutiara Nasihat Dari Para Ulama Salaf (Bahagian 2)

Bab 2⃣: Perintah Istiqamah Dengan Jama’ah Kaum Muslimin & Imam Mereka Serta Peringatan Bahayanya Perpecahan

📕Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang memisahkan diri dari al-Jama’ah sejengkal sahaja, maka ia telah menanggalkan ikatan Islam dari lehernya.” (As-Sunnah Ibnu Abi Ashim dan disahihkan Syaikh al-Albani 892 dan 1053)

📕Rasulullah ﷺ bersabda, “Berjama’ah itu rahmat dan perpecahan itu azab.” (As-Sunnah Ibnu Abi Ashim 93, hadits hasan)

📕Rasulullah ﷺ bersabda, “Tiga golongan, jangan kau tanya tentang mereka:
▫Seorang yang memisahkan diri dari jama’ah, menentang penguasanya dan mati dalam keadaan bermaksiat.
▫Budak (Hamba) sahaya, laki-laki mahupun perempuan yang lari dari pemiliknya, kemudian mati.
▫Seorang isteri ketika tidak ada suaminya, padahal telah dicukupi keperluannya, kemudian keluar dgn berhias.
Maka jangan tanya tentang mereka.” (HR Ahmad dan As-Sunnah Ibnu Abi Ashim)

🗞 (Sahabat) Ibnu Mas’ud رضي الله عنه berkata, “Hai manusia, tetaplah kamu taat dan berada dalam al-Jama’ah, kerana sesungguhnya itu adalah tali Allah yang Ia perintahkan berpegang dengannya, dan sesungguhnya apapun yang tidak disukai dalam jama’ah jauh lebih baik daripada apapun yang disukai di dalam perpecahan.” (Al-Ibanah 1/297, no. 133)

📃 (Tabi’ut Tabi’in) Al-Auza’i berkata, “Dikatakan bahawa terdapat lima hal yang sahabat Muhammad ﷺ dan para tabi’in di atasnya, di antaranya (sentiasa) bersama al-Jama’ah.” (Al-Lalikai 1/64, no. 48)
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✍🏽 Al-Ustadz Muhammad as-Sewed menjelaskan, “Al-Jama’ah memiliki dua makna:
▶ Pertama: Jama’ah bermakna kebenaran dan orang-orang yang berjalan diatasnya.
▶ Kedua: Jama’ah bermakna kaum muslimin dengan penguasanya.

☝🏼Maka bersama jama’ah boleh bermakna tetaplah bersama kebenaran dan orang-orangnya. Boleh juga bermakna tetap bersama kaum muslimin dan penguasanya. Tidak ada pertentangan antara keduanya.”

📂 (Faedah dari Kitab لم الدر المنثور من القول المأثور في الاعتقاد و السنة, karya Syaikh Jamal Farihan al-Harithi, terjemahannya telah dimuroja’ah oleh al-Ustadz Muhammad as-Sewed)

📚 WhatsApp طريق السلف 📚
🌐 www.thoriqussalaf.com
🌐 telegram: http://bit.ly/thoriqussalaf

HomeRadioArtikelPodcast