Fiqih
Seseorang Menyakiti Orang Tuanya Karena Ibunya Lebih Menyayangi Saudaranya

Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
February 12, 2023•3 min read

Ringkasan Artikel
Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.
Login sekarang →Ringkasnya, penanya hidup bersama orang tuanya di satu rumah, tetapi ia selalu bermusuhan dengan ibunya dan tidak bertegur sapa dengan bapaknya. Hal itu karena ibunya lebih mengutamakan adiknya, selalu menyifatinya dengan sifat-sifat yang jelek, dan mencacimakinya dengan cacian yang buruk walaupun hanya disebabkan oleh hal-hal yang remeh sehingga perasaannya pun tertekan.
Ibunya selalu bisa memberi toleransi kepada saudaranya walaupun saudaranya telah berperangai buruk sehingga ia menjadi manja dan congkak. Bapaknya juga sering menyakitinya, jarang sekali menjawab salamnya, dan tidak segan-segan menamparnya di depan umum hanya karena hal yang sepele, tetapi tidak pernah memukul sang adik meskipun menyakitinya.
Apakah anak yang selalu disakiti oleh orang tuanya tetap dituntut untuk berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya sebagaimana tuntutan terhadap anak-anak yang lain? Apakah ia berdosa menyulut permusuhan walaupun ia sudah berusaha menghindari permusuhan tersebut? Setelah semuanya terjadi, ia sering menyesal dan bersedekah atas nama keduanya tanpa sepengetahuan mereka.
Apakah ia dan kedua orang tuanya mendapat pahala atas sedekahnya tersebut dan apakah perbuatannya itu bisa meringankan dosa-dosanya, padahal sedekahnya hanya sedikit sekali?