jihad
Seorang Dai Harus Memprioritaskan Perkara Yang Paling Penting

Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
June 17, 2022•2 min read

Ringkasan Artikel
Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.
Login sekarang →Zaman sekarang banyak pemuda yang mengatakan bahwa kita harus meninggalkan beberapa perkara sunah untuk menghindari perselisihan, misalnya menggenggam pergelangan tangan ketika salat, mengangkat kedua tangan, dan duduk di antara dua sujud.
Mereka mengatakan bahwa dalam Islam ada prioritas sementara perkara-perkara tadi merupakan prioritas selanjutnya dan bukan prioritas utama bagi seorang dai, terlebih tentang pelaksanaan duduk istirahat.
Menurut mereka, jika kita melakukan amalan sunah dan orang-orang mulai memandang kita dengan pandangan tidak suka, maka hal ini sebuah fitnah. Mereka berdalil dengan sebuah ayat "Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan", dan sebuah hadis "Fitnah itu telah reda dan Allah akan melaknat orang yang menyulutnya kembali".
Inilah dalil mereka. Lebih lanjut, mereka menyatakan bahwa Rasulullah memerintahkan kita untuk mengikuti beliau, terlebih di zaman tersebarnya perselisihan. Rasulullah 'Alaihi ash-Shalatu wa as-Salam bersabda dalam sebuah hadis riwayat Irbad bin Sariyah setelah mengucapkan beberapa perkara, beliau bersabda
"Siapa yang hidup di antara kalian sepeninggalku akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, berpeganglah kalian dengan sunahku dan sunah Khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk setelahku" ..sampai akhir hadis.