Fiqih
Menuliskan Sejumlah Ayat Yang Seakan Diucapkan Oleh Binatang Di Dalam Buku-buku Cerita

Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
March 3, 2023•1 min read

Ringkasan Artikel
Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.
Login sekarang →Pertanyaan ini saya lampiri dengan sejumlah buku cerita yang banyak tersebar di pasar dan toko buku. Setelah membaca buku-buku cerita tersebut, ditemukan di dalamnya ayat-ayat Al-Quran yang seakan-akan diucapkan oleh binatang dan serangga, yang mengandung unsur kesengajaan untuk melecehkan Kitab Allah 'Azza wa Jalla.
Hal ini sebagaimana akan Anda ketahui dengan jelas dari gamba-gambar yang ada di dalam kisah-kisah ini. Oleh karena itu, kami mohon penjelasan hukum syariat tentang kisah-kisah tersebut dan pengingkaran terhadap orang yang mendistribusikannya.
Kedua kisah yang berjudul Invasi Kuman dan Migrasi Burung Jalak telah dilimpahkan kepada bagian percetakan dan terjemah di kantor Pimpinan Komite untuk dipelajari.
Kemudian cerita tersebut dikembalikan disetai surat nomor 11/871, tanggal 5/8/1413 H yang isinya adalah sebagai berikut:
Setelah mengkaji kedua kisah yang disebutkan, maka diketahui beberapa hal berikut: Kedua kisah tersebut adalah kisah berseri yang dibuat khusus untuk anak-anak antara usia tujuh hingga dua belas tahun.
Buku-buku tersebut membahas tentang ilmu biologi. Hak cipta buku-buku tersebut dimiliki oleh perusahaan Middle Fant yang bertempat di Swiss.
Walaupun kedua kisah tersebut mengandung informasi yang bagus untuk anak-anak, namun di dalamnya digambarkan kuman-kuman dan burung-burung berbicara menggunakan ayat-ayat Al-Quran yang mulia. Ini masuk dalam kategori pelecehan terhadap Al-Quran.
Di samping itu, hal tersebut juga menumbuhkan anggapan di dalam hati anak-anak tentang kebolehan bermain-main dengan kalimat-kalimat Al-Quran dalam pembicaraan-pembicaraan santai.
Hal tersebut juga menyuburkan khayalan anak-anak karena mereka mengira binatang dapat berbicara. Karena perusahaan yang menerbitkan buku tersebut adalah perusahaan asing, maka adanya unsur kesengajaan untuk melecehkan Al-Quran adalah hal yang mungkin.