Fiqih

Mencela Karena Tidak Mau Menerapkan Kebiasaan

Fatwa Ulama
Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
February 18, 20231 min read
Mencela Karena Tidak Mau Menerapkan Kebiasaan

Ringkasan Artikel

Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.

Login sekarang →
Terdapat kebiasaan pada pegawai secara umum dan pada para guru secara khusus, yaitu apabila sekolah kedatangan guru baru pada tahun ajaran baru, atau seorang guru pindah mengajar, maka mereka mengumpulkan uang, lalu mengadakan perjamuan makan malam dalam rangka menyambut guru baru dan perpisahan dengan guru yang akan pindah. Menurut pendapat kami hal tersebut adalah kebiasaan baik, karena kegiatan itu tidak melanggar syariat. Tapi masalahnya adalah bahwa sebagian guru jika melihat rekan mereka tidak berpartisipasi atau tidak datang dalam acara ini, maka mereka akan mencela dan mengejeknya. Karena, orang yang tidak ikut datang dalam anggapan mereka telah meninggalkan kewajiban sosial dan adat baik yang dilakukan oleh semua orang. Pendapat mereka: Sesungguhnya banyak orang telah mengenal adat ini, dan Islam mendukung dan mengakui keberadaan suatu adat atau kebiasaan. Syekh yang terhormat, pertanyaan terbagi kepada dua hal: 1. Apakah suatu adat baik yang dilakukan oleh suatu masyarakat hukumnya menjadi wajib? Saya harap Anda berkenan untuk menjelaskan permasalahan secara rinci, karena pernah terjadi perdebatan antara sebagian guru tentang masalah ini. Dan sebagian mereka bersikeras bahwa adat yang dilakukan oleh masyarakat hukumnya wajib untuk diamalkan. 2. Apakah di dalam syariat ada istilah kewajiban sosial, dengan ketentuan apabila dilanggar oleh seseorang maka orang bersangkutan boleh dicela?
HomeRadioArtikelPodcast