Fiqih
Memberi Contoh Dengan Ayat-ayat Al-Quran Dalam Ilmu ‘Arudh

Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
March 4, 2023•3 min read

Ringkasan Artikel
Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.
Login sekarang →Sebagaimana Anda ketahui bahwa merupakan kewajiban setiap Muslim untuk melawan dengan segenap kemampuannya terhadap semua orang yang berusaha untuk melecehkan Islam.
Oleh karena itu, seorang Muslim tidak boleh tinggal diam jika Kitab Allah dilecehkan atau dihinakan dengan cara apa pun. Kita semua tahu bahwa Al-Quran adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang Dia turunkan kepada Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Kita juga tahu bahwa firman Allah bukanlah syair dan seorang Muslim sama sekali tidak terima jika Alquran dinilai dengan standar-standar syair.
Saya sampaikan kepada Anda bahwa Dr. Bahauddin Sulaim 'Ayisy dari Palestina yang menjadi dosen di jurusan Bahasa Arab, Fakultas Mu'allimin (Para Guru) di Riyadh sejak dua tahun lalu diberi amanah untuk mengajar materi ilmu 'Arudh di fakultas tersebut.
Dia telah menulis sebuah buku tentang ilmu 'Arudh dan menjualnya kepada para mahasiswa, padahal banyak buku 'Arudh yang baru di toko buku-toko buku yang ada. Buku ini mengandung permasalahan cukup serius dari aspek agama.
Masalah itu adalah setelah menyebutkan wazan suatu bahr syair, penulis mencontohkannya dengan ayat-ayat Al-Quran yang sesuai dengan wazan 'Arudh. Hal ini karena dia mengklaim bahwa firman Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah syair.
Dia juga mengajarkan dan menanamkan pendapatnya tersebut ke dalam diri anak-anak kami. Jadi pendapatnya itu sama dengan perkataan orang-orang kafir yang dikisahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam Alquran,
أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌ نَتَرَبَّصُ بِهِ رَيْبَ الْمَنُونِ
"Bahkan mereka mengatakan, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya." (QS. Ath-Thur: 30)
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menafikan syair dari sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, juga dari firman Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah berfirman,
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ
"Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al-Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan." (QS. Yasin: 69)
Mungkin saja celaan dan dosa tidak sepenuhnya ditanggung oleh penulis buku tersebut, mengingat dangkalnya pengetahuan agama yang dia miliki.
Namun celaan dan dosa ditanggung oleh ketua jurusan yang telah mengamanahkan mata kuliah tersebut kepada doktor tersebut, padahal ada seorang pengajar dari Saudi di kelas tersebut yang mampu mengajarkan mata kuliah yang sama.
Maka berangkat dari keinginan membela Kitab Allah dan dalam rangka menjaga anak-anak kami, maka saya sampaikan pertanyaan ini kepada Anda. Harapan kami Anda akan mengambil tindakan yang sesuai terhadap ketua jurusan tersebut dan buku 'Arudh tersebut.