Aqidah
Klaim Seorang Syaikh Tarekat Bahwa Orang Yang Mengeluarkannya Dari Majelisnya Akan Mati Seperti Anjing Tanpa Iman

Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
February 23, 2023•2 min read

Ringkasan Artikel
Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.
Login sekarang →Pertama: Berdasarkan penyelidikannya, Syaikh mengeluarkan beberapa orang yang telah bergabung dari majelisnya karena mereka munafik dan terbuang. Dia juga merendahkan dan menghina mereka. Suatu saat dia mengatakan bahwa Ulama Fiqih yang juga Mufti (tanpa menyebut namanya) menetapkan, " Orang yang saya keluarkan dari majelis saya akan mati tanpa iman seperti anjing."
Meskipun demikian, berdasarkan penyelidikannya, dia telah menuduh ulama besar tersebut sebagai seorang tukang sihir dan dia mengirimkan sekelompok orang yang dipimpin oleh khalifahnya untuk berperang dengan ulama tersebut. Dia juga mengatakan bahwa hati ulama tersebut hitam. Suatu saat dia juga menisbatkan perkataannya itu kepada Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam, tetapi sekarang dia mengingkari perkataannya tersebut dan juga penyelidikannya.
Kedua: Syaikh berkata kepada khalifahnya, "Berdasarkan penyelidikan saya, khalifah ini telah sampai pada tingkat (gelar) Gauts, tingkatan tunggal dalam umat ini atau Qutub. Dia diterima di sisi Allah ta`ala. Tetapi sekarang dia mengatakan bahwa khalifah tersebut munafik, hatinya hitam dan terusir, karena dia bertentangan dengan Syaikh dan mengingkari perkataannya yang salah.
Ketiga: Syaikh sering mengancam para pengikutnya bahwa dia akan mengambil amalan, kebaikan, jabatan, harta dan cahaya hati mereka. Dia mengatakan, "Orang yang meninggalkan saya akan terusir dan mati seperti matinya anjing", sehingga semua muridnya ketakutan dengan ancaman tersebut.
Kami para pengikut Syaikh tersebut memohon dari para ulama yang mulia untuk menjelaskan kepada kami berdasarkan tinjauan syariah tentang hakekat beberapa perkara yang bertentangan dengan al-Quran dan as-Sunnah yang suci yang dikatakan oleh Syaikh agar kami bisa mengambil jalan yang hak dan benar. Semoga Allah memberi taufik setiap kebaikan.